Connect with us

Daerah

STQH Sarana,Pembinaan Karakter Generasi Muda Islami


NABIRE- papuatengah.info- Kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits Pertama (STQH I) diselenggarakan bukan sekedar sebagai ajang seleksi, tetapi juga menjadi momentum siar Islam, serta pembinaan karakter generasi muda yang Qur’ani, berilmu dan berakhlak mulia.
STQH bukan sekedar perlombaan tetapi juga wadah pembinaan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia uang berlandaskan nilai-nilai Al-Quran.
Hal itu dikemukakan Ketua Umum LPTQ Provinsi Papua Tengah Ukkas, di acara pembukaan STQH I tingkat provinsi, Jum’at Malam di Islamic Center Komplek Masjid Agung Al-Falah Nabire.
Ukkas mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan semangat persaudaraan dalam berkompetisi.
Kepada seluruh Dewan Hakim, Ketum LPTQ mengharapkan dapat memberikan penilaian yang objektif dan adil, sehingga menghasilkan generasi Qur’ani yang berkualitas.
“Dengan menjunjung tema Mengujudkan Generasi Qurani menuju Papua Tengah Unggul Dan bermatabat dalam Bingkai Merawat Toleransi antara Umat Beragama”, sebagai Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Provinsi Papua Tengah,Kami memandang kegiatan ini sebagai langkah awal yang strategis untuk menumbuhkan semangat keislaman yang inklusif dan damai, serta membangun tradisi keilmuan berbasir Al-Quran dan hadis di wilayah ini,” tuturnya.
Ukkas mengajak untuk menjaga nilai-nilai silaturahim dan kebersamaan yang tercipta di arena STQH yang pertama disenggerakan di Provinsi Papua Tengah. “Mari kita jadikan STQH I ini sebagai wahana untuk menumbuhkan uhuwwah islamiah, ukhuwwah wathoniyyah, dan ukhuwwah basyariyyan.
Ukkas memandang STQH bukan hanya sebagai sebuah acara,seremonial tetapi dijadikan sebagai suntikan energi bagi umat islam di Provinsi Papua Tengah untuk Membumikan Al-Quran dalam dunia nyata dan membumikan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga melalui STQH in i dapat melahirkan bibit-bibit terbaik yang tidak hanya berprestasi tetapi juga mampu menjadi teladan dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Papua Pdt.Klemens Taran yang diwakili Kabid Binmas Musa Nurwawan mengatakan, STQH Pertama hadir bukan hanya untuk umat Islam tetapi sebagai kemanusiaan universal yang mendukung tinggi etika perdamaian dan cinta tanah air.
Menurutnya, penyelenggeraan sSleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis Pertama menjadi catatan emas dalam sejarah yang akan terukir di Provinsi Papua Tengah.
“Ini ini adalah kegiatan pertama sejak wilayah ini dimekarkan dan menjadi momentum strategis untuk menunjukkan bahwa Papua Tengah bukan hanya sedang membangun secara fisik dan struktural tapi juga sedang menenamkan pondasi spiritual dan moral yang kokoh bagi generasi masa depan,” paparnya.
“Inilah ikhtiyar nyata dalam membangun identitas daerah yang religius dan harmonis, masyarakat yang menjunjung nilai-nilai keadilan kejujuran dan kasih sayang dan persaudaraan.Al-Quran mengajarkan untuk hidup saling berdampingan, saling menghormati dan saling tolong menolong dalam kebaikan,” tuturnya panjang lebar.
Ditegaskan Musa Nurwawan, spirit ini yang harus dihidupkan di tengah-tengah realitas kehidupan sosial di Provinsi Papua Tengah yang majemuk.
“Melalui STQH I, mari pererat uhuwwah islamiah, kuatkan uhuwwah wathoniyyah, dan merajut uwuhhah islamiyyah agar persaudaraan sesama anak bangsa dan sesama manusia semakin kokoh tak tergoyahkan,” tuturnya.
Kabid Binmas Kanwil Kemenag Provinsi Papua mengajak untuk menjadikan kompetisi STQH sebagai wadah untuk mendorong kualitas bukan sekedar menentukan pemenang.
“STQH I sebagai wahana penguatan nilai spiritual peningkatan kualitas sumber daya umat serta serana memperarat tali selaturahmi lintas daerah dan golongan,” pungkasnya. (ing elsa)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *