Penugasan Satgas Pamtas Seperti Bertugas Dikampung Sendiri
NABIRE-papuatengah.info- Menjadi Satgas Pengamanan Wilayah Perbatasan RI-PNJ tentu bukan hal mudah.Tugas berat harus dipikul oleh para prajurit TNI agar Wilayah NKRI utamanya wilayah perbatasan harus tetap aman dan kkndusif. Namun itu tidak berlaku bagi Satgas Pamtas Kewilayahan RI-PNJ Yonif 756/WMS yang setahun bertugas. Komandan Yonif 756/WMS (Wimane Sili Letkol Inf.Gunawan Wibisono, S.H menerangkan, bahwa,Yonif 756/WMS merupakan satuan dari Kodam XVII/Cenderawasih sehingga melaksanakan tugas di Dogiyai, Paniai, Deiyai itu sama seperti bertugas di kampung sendiri. “Alhamdulillah selama bertugas kami selalu berkoordinasi dan dengan pihak Pemerintah Daerah, rekan-rekan Polri dan masyarakat sehingga pelaksanaan tugas berjalan dengan baik,” ungkapnya. “Yang paling berkesan saat bertugas, saat kami datang pertama, kami bilang “wah-wah-wah” tetapi disana ternyata bilang amakaine, koyao, sehingga kami merubah itu dan kami dapat diterima dengan baik.Mereka bilang “kami satuan dari gunung sebelah”,” tuturnya.
Saat ditanya,tantangan dalam bertugas, Letkol Gunawan Wibisono mengatakan saat konstelasi politik seperti Pilkada. Namun itupun bisa dilalui dengan baik berkat koordinasi dan kerjasama yang baik dengan Pemerintah Daerah setempat, Polri dan pendekatan kepada masyarakat. Menurut Danyonif 756/WMS yang terpenting bagaimana menjaga kondusifitas Kamtibmas, karena keberhasilan itu dari situasi yang aman dan kondusif.Dengan demikian masyarakat bisa melaksanakan aktivitas perekonomian, roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Terhadap prajurit 756/WMS yang telah bertugas, Letkol Inf.Gunawan mengucapkan rasa hormat dan bangga atas atas dedikasi, keringat dan upaya yang mereka lakukan saat penugasan sangat luar biasa dan itu memberikan kebanggaan kepada saya sebagai komandan, Korem serta bangsa dan negara. Sementara itu Komandan Yonif 711/RKS Letkol Inf. Ari Eko Pramono, S.Sos., M.I.P mengatakan sebagai satuan baru yang akan bertugas sebagai Satgas Pamtas Kewilayahan RI-PNJ, segala persiapan telah dipelajari dari Satgas Pamtas lama yakni Yonif 756/WMS, bagaimana menempatkan diri karena mempunyai karakteristik yang berbeda.
“Kita akan bertemu dengan orang-orang dari Timur sementara kita orang Palu Sulawesi Tengah, bagaimana kita bisa menyatu dengan masyarakat disana sehingga kitabbisa melaksanakan tugas seperti Satgas lama, Satgas yang membanggakan baik dari Satuan Sendiri, Korem, Kodam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya. Letkol Ari Eko berharap para prajurit yang tergabung dalam Satgas Pamtas baru dapat menjalankan tugas dengan baik, bisa berbaur dan nenyatu dengan masyarakat pribumi dan menjaga stabilitas nasional.(ing elsa)