Connect with us

Daerah

Pemkab Nabire Kontrol dan Awasi Ketat Peredaran Minol / Miras, Pemkab Nabire Siap Luncurkan Lebel


NABIRE- papuatengah.info- Bupati Kabupaten Nabire Mesak Magai,S.Sos., M.Si menegaskan telah menginstruksikan Dinas Perdagangan untuk mengontrol penuh peredaran Minuman Beralkohol (Minol) atau Minuman Kerr(Miras) sejak 2024.
Hal itu diungkapkan Bupati Nabire dalam Rapat Koordinasi dengan DPRK dan Polres Nabire di Aula Setda beberapa waktu yang lalu.
“Mulai 2024, saya dengan Dinas Perdagangan sudah konsentrasi penuh agar mengawasi dan mengontrol terhadap semua minuman yang beredar disini.Sekarang ini kapal barang hampir seminggu sekali masuk Pelabuhan Nabire.Banyak sekali Minol beredar bahkan yang tidak berlebel,” paparnya.
Bupati mengatakan, Pemkab melalui Dinas Perdagangan sedang mempersiapkan Lebel Pemkab.Nelalui pengawasan dan konrol yang ketat.
Harga lebel itu nantinya akan disesuaikan dengan golongan, misalnya golongan Arp 4.000,- perbotol.
“Dengan begitu semua akan terkontrol dengan pengawasan yang ketat,” ujarnya.
“Ini yang sedang kami lalukan, dan di Bulan Juli ini Lebel Pemkab sudah mulai dipriduksi,” jelasnya.
Terkait Distributor Tunggal di Nabire, Bupati mengatakan, ada sejumlah pengusaha yang menawar untuk menjadi distributor.
Namun menurutnya, bila ada distributor yang lain maka secara otomatis persaingan harga akan terjadi akibatnya harga Miras menjadi murah sehingga akan menaikkan jumlah orang untuk minum.
Terhadap distributor yang ada, Pemkab akan meminta untuk menaikkan harga agar hanya orang-orang tertentu, orang yang berduit yang hanya bisa belanja/beli.
Itu artinya dapat menekan banyak orang tidak minum-minuman karena tidak sanggup untuk membeli.
“Lebel yang kita keluarkan ini merupakan uji coba dan nantinya kita ajan naikkan lagi, dan itu akan menambah besar PAD,” ungkapnya.
Katanya, dengan pemasukan PAD yang besar bisa menghidupkan Cabor-cabor utamanya sepakbola.Cabang-cabang olahraga harus dihidupkan.Kita akan hidupkan lagi Persinab.
Ditegaskan Mesak Magai, penutupan Miras/Minol tidak akan menjadi solusi orang berhenti mengkonsumsi barang itu.
Bupati mencontohkan Manokwari yang sudah melarang Miras/Minol tetapi peredaran barang itu tetap saja banyak.
“Mirol itu gampang dibikin, dari kelapa saja jadi itu barang,” katanya.
Terkait ada pihak yang beraspirasi agar Miras tutup atau dicabut ijinnya, Diriny menegaskan untuk berauden.
Bupati menyatakan siap untuk mengadakan audensi dengan pihak-pihak tersebut. ( ing elsa)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *