PAPUATENGAHNEWS – Organisasi Paguyuban Pasundan 1913 dibentuk dan hadir mempunyai visi dan misi yang sangat jelas.
Visi dan Misi PB Paguyuban Pasundan 1913 adalah memerangi kebodohan dan kemiskinan, serta melestarikan nilai-nilai budaya Sunda dan ajaran Islam.
Dalam arti Paguyuban Pasundan hadir untuk meningkatkan kualitas sumber daya baik manusia maupun alam, memelihara dan melestarikan nilai-nilai budaya sunda.
Visi dan misi itu diwujudkan salah satunya dengan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan, baik formal maupun nonformal.
Melestarikan budaya sunda dengan membentuk sanggar-sanggar budaya sunda.
Dalam AD/ART tertulis bahwa visi Paguyuban Pasundan terwujudnya masyarakat Indonesia yang bermartabat pada tahun 2040.
Dengan Misi memerangi kebodohan dan kemiskinan,
memelihara nilai-nilai budaya Sunda dan ajaran Islam.
Fokus a wal dari Paguyuban itu adalah, organisasi ini pada awalnya fokus pada upaya pemberantasan kebodohan dan kemiskinan di Tatar Sunda dengan mendirikan berbagai sekolah.
Karena sekolah memiliki peran dalam pendidikan, diantaranya,
PB Paguyuban Pasundan memiliki peran penting dalam pengembangan pendidikan dengan mendirikan berbagai tingkatan sekolah.
Pelestarian Budaya, bahwa oganisasi ini berupaya melestarikan budaya Sunda, melibatkan tidak hanya masyarakat Sunda, tetapi juga semua pihak yang peduli terhadap budaya Sunda.
Secara keseluruhan, Paguyuban Pasundan memiliki visi yang luas dan misi yang jelas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan melestarikan budaya Sunda.
Sementara itu, Pembentukan dan pemilihan Pengurus Wilayah Paguyuban Pasundan (PWPP) Papua Tengah telah menghasilkan struktur organisasi yang lengkap.
PWPP Papua Tengah yang di nahkodai Tabroni M.Cahya,SH semuanya mengacu pada Pengurus Pusat Paguyuban Pasundan (PBPP).
Setelah terpilih sebagai Ketua PWPP Papua Tengah 2025-2030 Tabroni M.Cahya, dalam menyusun program berkomitmen dengan visi dan misi PBPP 1913 sebagai dasar dan acuan.
Bahwa, dirinya memiliki misi dan tujuan agar warga Sunda di Papua Tengah untuk memiliki sarana dan prasarana khususnya lembaga pendidikan dibawah payung hukum sebuah Yayasan Pasundan.
Tabroni M.Cahya juga menginginkan warga Pasundan di Papua Tengah memiliki sarana keagamaan yang memadai.
Hal itu, tentu perlu dukungan semua pihak, utamanya warga Pasundan di Papua Tengah.(ing elsa)