Latihan Operasi TNI Penanggulangan Bencana Alam DigelarDanrem : Keamanan dan Keselamatan Peserta Tentukan Keberhasilan
PAPUATENGAHNEWS – Komando Resort Militer ((Kirem) 173/ Praja Vira Braja (PVB) menggelar latihan operasi TNI Penanggulangan Bencana Alam.
Pelatihan tersebut dibuka secara resmi Danrem 173/PVB Brigjen TNI Frits W.R.Pelamoni, Selasa (24/6) di Lapangan Makodim 1705/Nabire Papua Tengah. Latihan Operasi TNI yang mengusung tema “Kodim 1705/Nabire Melaksanakan Operasi Bantuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kepada Pemerintah Daerah, Bersama seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Dalam Rangka Penanggulangan Bencana Alam dan Membantu Korban Bencana Banjir” Kegiatan itu merupakan bagian dari program latihan tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan satuan dalam mendukung tugas-tugas bantuan kepada pemerintah daerah, khususnya dalam menghadapi situasi darurat bencana.
Dalam sambutan ya, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Frits W.R Pelamonia mengatakan bahwa keberhasilan latihan tidak hanya ditentukan oleh pencapaian taktis dan teknis semata, tetapi juga ditentukan oleh faktor keamanan dan keselamatan seluruh peserta latihan. “Saya tekankan kepada seluruh peserta latihan, apapun bentuk kegiatannya, faktor keamanan adalah yang utama,” tegasnya Danrem meminta agar peserta dapat melaksanakan semua prosedur latihan dengan baik, serta menjaga sinergitas latihan dengan instansi pemerintah lainya. Lanjutnya, latihan tersebut harus dijadikan sebagai wahana untuk memperkuat koordinasi dan integrasi antara TNI, instansi pemerintah, serta unsur Forkopimda lainnya. Menurut Danrem, hal itu penting untuk mewujudkan respons cepat dan terpadu dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu akan dapat terjadi.
Kegiatan Latihan di Lapangan Kodim 1705/Nabire itu direncanakan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan melibatkan simulasi-simulasi penanggulangan bencana di berbagai titik di wilayah Nabire.
Danrem 173/PVB berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun sinergi dan memperkuat sistem pertahanan wilayah dalam menghadapi ancaman yang bersifat non-militer seperti bencana alam. (ing elsa)