Daerah
Kekuatan Utama Pembangunan Bukan Semata Infrastruktur, Justru Pemberdayaan SDM



NABIRE- papuatengah.news – Kekuatan utama pembangunan di Provinsi Papua Tengah bukan terletak dalam insfrastruktur jusrtu dalam pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM).
Demikian ditegaskan Gubernur Papua Tengah Meki F.Nawipa dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Otsus Ukkas, S.Sos., M.KP pada,acara Pengukuhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Aisyiyah Provinsi Papua Tengah, Sabtu (19/7) di Islamic Center Nabire.
“Papua Tengah adalah provinsi baru, dalam penataan pembangunan kami sadar bahwa kekuatan utama bukan hanya pada insfrastruktur, justru pada sumber daya manusia yang unggul, beriman dan berakhlak,” ungkapnya.
Gubernur melihat peran penting organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Bukan hanya sebagai gerakan dakwah, tetapi merupakan mitra strategis dalam pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
“Muhammadiyah dan Aisyiyah merupakan mitra strategis bagi Pemprov dalam menanamkan kebaikan, kebangsaan dan kepedulian sosial,” tuturnya.
Gubernur optimis dengan organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah dan Aisyiyah akan membawa perubahan positif dan nyata.
Meki Nawipa mengajak untuk terus menjaga dan merawat kebersamaan, semangat gotong royong serta menjaga harmoni dan toleransi ditengah keberagaman yang menjadi kekayaan Papua Tengah.
Gubernur mendorong agar kader muda Muhammadiyah dan Aisyiyah aktif berperan dalam menghadapi tantangan sosial yang ada.
“Jadikan organisasi ini sebagai lokomotif perubahan yang berlandaskan nilai keislaman dan kebangsaan,” pintanya.
Menurutnya, pengukuhan merupakan momentum pengabdian yang luas dan berdampak demi terwujudnya masyarakat Papua Tengah yang mandiri, berdaya saing dan berkepribadian.

Sementara itu Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Organisasi, Ideologi, dan Kaderisasi Pembinaan Angkatan Muda Muhammadiyah Dr.Agung Danarto mengatakan pengukuhan ini kebahagiaan warga perserikatan Muhammadiyah.
“Di Tanah Papua yang belum dikukuhkan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) adalah Provinsi Papua Pegunungan, di Tanah Papua sudah ada 5 Perguruan Tinggi, satu hampir dan satu lagi insyaallah,” tuturnya.
“Yang insyaallah itu di Merauke Papua Selatan karena pengajuan dan visitasinya sudah.Sisa Papua Tengah, semoga Perguruan Tinggi Muhammadiyah berdiri di Papua Tengah,” terangnya.
Menurutnya, kehadiran Perguruan Tinggi Muhammadiyah sebagai wujud mencerdaskan seluruh elemen masyarakat lintas agama.
“Semangat Muhammadiyah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa harus melihat latar belakang agama, suku, dan sosial ekonomi.Muhammadiyah meyakini ketika ingin menciptakan peradaban yang maju, yang utama, adil, makmur, sejahtera, dan sentosa maka diawali dengan persamaan seluruh elemen masyarakat apapun latar belakangnya, persamaan untuk mendapatkan pendidikan, kesempatan kehidupan yang layak termasuk didepan hukum,” paparnya.
“Daripada anak-anak Papua jauh-jauh keluar yang belum tentu latar belakang budayanya sejalan, lebih baik Muhammadiyah menghadirkan pendidikan di Tanah Papua agar anak-anak Papua tidak terserabut dari akar budaya yang dimilikinya,” pungkasnya.(ing elsa)
Polres Nabire Beberkan Penangkapan Pelaku Penganiayaan Berat dan Curas
873 CPNS Segera Ikuti Latsar
Hello world!
Dengan Keterbatasan Finansial, Tim Volly Mimika Optimis Raih Juara