Nabire, Papua Tengah – enagoNews Wakil Ketua Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Papua Tengah, Samuel Sauwyar, mengecam keras aksi pembunuhan sadis yang menimpa seorang tukang ojek di Timika pada Selasa (2/12/2025). Korban ditemukan dalam kondisi tidak manusiawi dengan kepala terpisah dari tubuh.
“Saya mengecam keras tindakan kriminal yang dilakukan oleh OTK (Orang Tak Dikenal) yang terjadi di Timika siang hari. Korbannya adalah seorang ojek yang kepalanya dipotong hingga terpisah dari tubuhnya,” tegas Sauwyar.
Ia menyebut tindakan itu sebagai aksi biadab dan tidak mencerminkan nilai kemanusiaan. “Ini kriminal murni. Tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan seperti ini,” tambahnya.
Sauwyar, yang juga Ketua Forum Kader Bela Negara RI Papua Tengah, meminta aparat keamanan segera menangkap dan memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku. Ia juga mendorong Pemerintah Provinsi Papua Tengah agar memberikan dukungan penuh kepada kepolisian dalam mengungkap kasus keji tersebut.
“Kepada aparat kepolisian, saya minta lakukan tindakan tegas sesuai hukum dan segera menangkap pelakunya. Kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, saya harap dukungan penuh untuk membantu proses pengungkapan kasus ini,” ujarnya.
Kasus Pembunuhan di Jalan Login Sp9, Iwaka – Kronologi Lengkap di TKP
Berdasarkan laporan resmi yang diterima aparat, kejadian pembunuhan terjadi pada Selasa, 2 Desember 2025 sekitar pukul 13.10 WIT di Jalan Poros Login Sp9 – Iwaka, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika.
Identitas Korban Nama: Bonisius Gaitian Lahir: 5 Mei 1979 Alamat: Kampung Limau Asri Timur, SP5 Iwaka Kondisi: Meninggal dunia di TKP, dengan kepala terpisah dari tubuh akibat benda tajam.
Saksi Utama Alkius Kiwak, Kepala Kampung Sp9 Jhon Rali Waker, pelajar STM Kuala Kencana, saksi yang pertama kali melihat korban tergeletak di jalan.
Advertisement
Kronologis Singkat
Saksi Jhon Rali Waker ketika pulang sekolah melintas di lokasi dan melihat sosok tergeletak di pinggir jalan. Ia kemudian melapor kepada Kepala Kampung Sp9. Sekitar 10 warga turun ke lokasi dan memastikan korban telah meninggal dunia.
Kepala Kampung lalu menghubungi pihak kepolisian. Personel Polsek Kuala Kencana bergerak cepat ke lokasi dipimpin Kapolsek AKP Djemi Reinhard.
Temuan di TKP
Korban ditemukan dalam posisi miring di pinggir jalan. Kepala terletak di sisi kiri motor, tubuh di sisi kanan. Motor Honda Vario PA 2101 MV berada di dekat korban. Helm korban berada di tengah jalan dan tali pengikat dalam kondisi putus. Tim Inafis tiba pukul 14.32 WIT untuk melakukan olah TKP. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Mimika untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kemungkinan Keterkaitan dengan Kasus Sebelumnya
Dalam laporan catatan kepolisian, disebutkan bahwa pembunuhan ini tidak menutup kemungkinan memiliki keterkaitan dengan insiden lain yang terjadi di Mimika, yaitu kasus meninggalnya Esau Labene, warga Puncak Ilaga yang menjadi korban begal pada 29 November 2025.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi konflik antarkelompok di wilayah Mimika. Aparat keamanan diminta mendalami keterkaitan motif dan pelaku dalam dua kejadian tersebut.
Aparat Perlu Dalami Motif dan Mengungkap Pelaku
Advertisement
Pihak kepolisian menyatakan penyelidikan akan dilakukan secara mendalam untuk mengungkap pelaku dan latar belakang pembunuhan keji ini. Situasi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan kondusif setelah proses evakuasi selesai. (Red)