Berita Nabire

Tim Preventif Densus 88 Mabes Polri Sosialisasikan Pencegahan Radikalisme kepada Para Kepala Sekolah se-Kabupaten Nabire

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIS NEWS – Tim Preventif Densus 88 AT Mabes Polri wilayah Papua melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pemahaman dan Pencegahan Paham Radikalisme bagi para Kepala Sekolah se-Kabupaten Nabire. Kegiatan tersebut dipusatkan di SMA Negeri 1 Nabire, Selasa (9/12/2025), dan dihadiri oleh sekitar 20 Kepala Sekolah mulai dari jenjang SMA/SMK hingga sekolah-sekolah swasta di wilayah Nabire.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pitjer, turut hadir dan membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi terselenggaranya sosialisasi penting ini di tengah berbagai fenomena radikalisme yang belakangan menjadi perhatian bersama.

“Atas nama pribadi dan Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, saya menyampaikan terima kasih kepada Tim Densus 88 yang hari ini hadir untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya radikalisme. Kegiatan ini sangat penting agar kita sebagai insan pendidikan dapat menjadi garda terdepan dalam pencegahan,” ujar Dina.

Dengan gaya komunikasinya yang penuh semangat dan interaktif, Dina kembali mengingatkan bahwa tantangan keamanan saat ini tidak bisa ditunda penanganannya. Ia mengisahkan percakapannya dengan tim Densus 88 sehari sebelumnya, saat meminta agar kegiatan dipercepat karena kondisi yang semakin mengkhawatirkan.

“Jangan tunggu tahun depan, karena fenomena yang tidak pernah kita bayangkan sekarang justru terjadi. Lebih cepat, lebih baik,” katanya menirukan jawaban tim Densus.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada sekolah-sekolah yang belum sempat diundang karena keterbatasan waktu serta kesibukan sekolah yang sedang menghadapi ulangan dan pengisian rapor. Namun beberapa kepala sekolah tetap hadir atas inisiatif sendiri, termasuk Kepala SMA Negeri 2 Nabire yang datang meski tidak menerima undangan resmi.

“Ini menunjukkan bahwa Bapak/Ibu Kepala Sekolah memiliki kepedulian tinggi terhadap isu radikalisme. Ini patut diapresiasi,” tambahnya.

Densus 88: “Kami Berbagi Kecemasan, Bukan Doktrinisasi”

Perwakilan Tim Preventif Densus 88 AT Mabes Polri wilayah Papua, Rizki Hari F.P., S.H., dalam pemaparannya menegaskan bahwa materi yang diberikan bukanlah doktrin, melainkan penyamaan persepsi mengenai ancaman radikalisme dan terorisme yang terus berkembang.

“Kami tidak melakukan doktrinisasi. Yang kami lakukan adalah berbagi kecemasan. Apa yang sebelumnya kami pikul sendiri, mulai hari ini kita pikul bersama. Ini penyamaan persepsi—apa itu terorisme, bagaimana pencegahannya, dan bagaimana tren terbaru yang sedang berkembang,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa materi yang diberikan hanya pengantar awal selama sekitar 15 menit, namun sangat penting untuk menjadi dasar bagi para kepala sekolah dalam mengambil langkah-langkah preventif di lingkungan pendidikan.

“Kami berharap Bapak/Ibu dapat memberikan treatment yang tepat kepada siswa di sekolah. Karena sekolah adalah lingkungan paling strategis untuk pendeteksian dini,” ujarnya.

Pendidikan sebagai Garda Terdepan Pencegahan

Dinas Pendidikan Nabire menilai bahwa sekolah memiliki peran vital dalam mencegah infiltrasi paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Melalui kegiatan ini, diharapkan para kepala sekolah dapat memahami tanda-tanda awal munculnya kecenderungan radikal di lingkungan peserta didik.

“Keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab semua pihak. Dunia pendidikan harus menjadi benteng pertama,” tegas Dina.

Kegiatan di SMA Negeri 1 Nabire berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para peserta menyambut baik materi yang disampaikan, dan menyatakan siap menyebarluaskan pemahaman ini ke sekolah masing-masing agar upaya pencegahan dapat dilakukan secara merata. (Red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Trending Now

Exit mobile version