Connect with us

Ekonomi

Ramadhan: Madrasah Pengendalian Diri di Tengah Ujian Ekonomi

Published

on

Editorial

Ramadhan kembali hadir di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Harga kebutuhan pokok meningkat, daya beli masyarakat melemah, dan ketidakpastian masih membayangi banyak rumah tangga. Dalam situasi seperti ini, Ramadhan tidak sekadar ritual tahunan, melainkan madrasah pengendalian diri dan solidaritas sosial yang relevan dan mendesak.
Allah SWT secara tegas memerintahkan ibadah puasa sebagai sarana pembentukan karakter takwa:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menegaskan bahwa puasa bukan tujuan akhir, melainkan instrumen pendidikan moral. Takwa yang dimaksud mencakup kemampuan menahan diri—dari lapar, hawa nafsu, dan terutama dari perilaku konsumtif yang berlebihan.

Puasa dan Pengendalian Diri Ekonomi
Dalam konteks ekonomi lesu, pengendalian diri menjadi kebutuhan mendasar. Ironisnya, Ramadhan kerap justru identik dengan peningkatan konsumsi. Padahal, hakikat puasa adalah disiplin keinginan, bukan pemindahan pola makan dari siang ke malam secara berlebihan.
Puasa mengajarkan efisiensi, kesederhanaan, dan prioritas—nilai-nilai yang sejalan dengan prinsip ekonomi berkelanjutan. Jika spirit ini dijalankan, Ramadhan dapat menjadi momentum koreksi terhadap budaya boros yang justru memperparah tekanan ekonomi keluarga.

Dimensi Sosial: Dari Empati ke Solidaritas
Lebih dari sekadar latihan personal, puasa memiliki dimensi sosial yang kuat. Rasa lapar yang dirasakan orang berpuasa adalah pintu masuk empati terhadap mereka yang hidup dalam kekurangan setiap hari. Inilah fondasi sosial dari kewajiban zakat, infak, dan sedekah yang ditekankan di bulan Ramadhan.
Dalam kondisi ekonomi sulit, nilai-nilai ini menjadi krusial. Distribusi kepedulian sosial mampu menjadi bantalan bagi kelompok rentan, sekaligus menjaga kohesi sosial agar kesenjangan tidak semakin melebar.
Allah SWT juga mengingatkan bahwa kebaikan sosial harus berjalan seiring dengan ibadah ritual:
“Bukanlah kebajikan itu hanya menghadapkan wajahmu ke timur dan barat, tetapi kebajikan ialah beriman kepada Allah… dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin…”
(QS. Al-Baqarah: 177)


Ramadhan sebagai Koreksi Kolektif
Ramadhan seharusnya menjadi momen refleksi kolektif: apakah praktik ekonomi kita sudah adil, apakah konsumsi kita masih proporsional, dan apakah kepedulian sosial kita cukup nyata. Di tengah lesunya ekonomi, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini menentukan kualitas keberagamaan kita.
Jika puasa berhasil melahirkan pribadi yang lebih terkendali dan masyarakat yang lebih peduli, maka Ramadhan tidak hanya meningkatkan spiritualitas, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan sosial-ekonomi bangsa.
Ramadhan bukan solusi instan atas krisis ekonomi, tetapi ia menawarkan fondasi moral yang tanpanya pemulihan ekonomi akan rapuh. Di sinilah relevansi puasa: membentuk manusia yang kuat secara spiritual, matang secara moral, dan peka secara sosial. (Red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Daerah

Bangkit Papua Tengah Resmi Diluncurkan, Gubernur Meki Nawipa Canangkan Gerakan Terpadu Percepat Penurunan Kemiskinan dan Stunting

Published

on


PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Pemerintah Provinsi Papua Tengah secara resmi meluncurkan Program Bangkit Papua Tengah (Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh) sebagai salah satu program prioritas daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan perlindungan sosial masyarakat. Peluncuran berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Selasa (21/7/2026).


Program ini diluncurkan langsung oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, didampingi Wakil Gubernur Deinas Geley, Sekretaris Daerah dr. Silwanus Sumule, pimpinan OPD, Forkopimda, Majelis Rakyat Papua (MRP), DPR Papua Tengah, serta perwakilan empat pemerintah kabupaten yang menjadi lokasi awal pelaksanaan program.
Peluncuran Ditandai Penandatanganan Komitmen Bersama


Peluncuran Program Bangkit Papua Tengah ditandai dengan penandatanganan berita acara antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan empat pemerintah kabupaten yang menjadi pilot project, yaitu:
Kabupaten Paniai
Kabupaten Intan Jaya
Kabupaten Dogiyai
Kabupaten Puncak Jaya
Sebagai simbol dimulainya implementasi program, Gubernur Meki Nawipa juga menyerahkan bantuan kepada empat perwakilan masyarakat dari kabupaten tersebut.


Program Bangkit merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Tengah, yang dirancang sebagai gerakan pembangunan terpadu dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan keluarga, perlindungan anak, penanganan kemiskinan, serta percepatan penurunan stunting.
Kepala Bapperida: Bangkit Menjadi Gerakan Pembangunan Terpadu


Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah, Eliezer Yogi, S.STP., M.Si, menjelaskan bahwa peluncuran Program Bangkit merupakan momentum dimulainya implementasi resmi program yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Papua Tengah.
Menurutnya, Program Bangkit hadir sebagai gerakan pembangunan terpadu yang mengintegrasikan berbagai sektor, khususnya dalam bidang perlindungan sosial dan pembangunan sumber daya manusia.
Ia menyampaikan bahwa terdapat beberapa tujuan utama dari pelaksanaan program tersebut, di antaranya:
Memperkenalkan Program Bangkit Papua Tengah kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
Menyampaikan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam bidang perlindungan sosial dan pembangunan sumber daya manusia.
Membangun komitmen bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, mitra pembangunan, serta masyarakat dalam mendukung keberhasilan program.
Menyerahkan dan memanfaatkan data terpadu sebagai dasar penyaluran manfaat program agar tepat sasaran.
Eliezer menegaskan bahwa data yang akurat menjadi fondasi utama keberhasilan Program Bangkit.
“Kami berharap melalui pelaksanaan launching Program Bangkit Papua Tengah ini akan semakin memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah melalui perlindungan sosial yang tepat sasaran, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program, termasuk Pemerintah Australia sebagai salah satu mitra pembangunan.
Gubernur : Bangkit Hadir Menjawab Tantangan Kemiskinan dan Stunting


Dalam sambutannya, Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa mengatakan Program Bangkit lahir sebagai jawaban atas berbagai tantangan pembangunan yang masih dihadapi Papua Tengah, terutama tingginya angka stunting dan kemiskinan.
Menurutnya, berdasarkan data yang tersedia saat ini, angka stunting di Papua Tengah mencapai sekitar 32,5 persen, sementara angka kemiskinan berada di kisaran 28,9 persen.
Meski demikian, ia menilai pemerintah masih membutuhkan data yang lebih akurat sehingga seluruh kebijakan benar-benar tepat sasaran.
“Dengan Program Bangkit ini saya berharap kita semua membantu menghadirkan data yang benar. Kita harus tahu angka kemiskinan, angka stunting, angka kematian, sehingga pemerintah bisa membuat kebijakan yang tepat.”
Data Akurat Menjadi Kunci Pembangunan


Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kualitas data yang dimiliki pemerintah.
Menurutnya, pemerintah harus mengetahui secara pasti kondisi masyarakat, mulai dari tingkat kesejahteraan keluarga, pendapatan masyarakat hingga kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.
Data tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun berbagai program pembangunan, termasuk peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pengurangan kemiskinan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau pemerintah ingin berhasil, maka harus tahu angkanya. Dari situ kita bisa mengukur apakah daerah ini maju atau belum.”
Program Strategis Gubernur Papua Tengah
Meki Nawipa menegaskan bahwa Program Bangkit telah masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah sehingga keberlanjutannya telah dipersiapkan sejak awal.
Ia menyebut Bangkit sebagai Program Strategis Gubernur Papua Tengah, yang akan terus dijalankan selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur.
Program tersebut juga merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan berbagai mitra pembangunan, termasuk Pemerintah Australia.
Dimulai di Empat Kabupaten, Bertambah Menjadi Delapan Tahun Depan


Pada tahap awal, Program Bangkit akan dilaksanakan di empat kabupaten, yaitu:
Paniai
Dogiyai
Intan Jaya
Puncak Jaya
Keempat daerah tersebut dipilih sebagai lokasi percontohan (pilot project).
Gubernur menargetkan pada tahun berikutnya program akan diperluas ke empat kabupaten lainnya sehingga seluruh wilayah Papua Tengah secara bertahap memperoleh manfaat Program Bangkit.
Anak Usia 0–4 Tahun Menjadi Prioritas


Salah satu fokus utama Program Bangkit adalah perlindungan bagi anak usia dini.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen membiayai berbagai kebutuhan pelayanan bagi anak sejak lahir hingga usia empat tahun sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas generasi Papua Tengah sejak dini.
Namun demikian, Gubernur menegaskan keberhasilan program tersebut memerlukan dukungan penuh dari pemerintah kabupaten.
Ia meminta seluruh bupati menyiapkan dukungan operasional di daerah masing-masing sehingga implementasi program dapat berjalan secara optimal.
Bantuan Tunai Meningkat Menjadi Rp350 Ribu per Bulan
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengungkapkan bahwa bantuan yang sebelumnya diterima masyarakat sebesar Rp200 ribu per bulan kini ditingkatkan menjadi Rp350 ribu per bulan.
Peningkatan tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat penerima manfaat.
Komitmen Besar pada Pendidikan
Selain Program Bangkit, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga terus memperkuat sektor pendidikan melalui berbagai program beasiswa.
Gubernur mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah telah membiayai:
550 mahasiswa Papua Tengah melalui program beasiswa pemerintah provinsi.
58.920 siswa SMP dan SMA melalui program pendidikan daerah.
Selain itu, melalui Program Indonesia Pintar (PIP), sebanyak 2.444 pelajar di lima kabupaten juga menerima bantuan pendidikan, dengan rincian:
Kabupaten Nabire : 1.010 siswa
Kabupaten Mimika : 700 siswa
Kabupaten Paniai : 448 siswa
Kabupaten Puncak Jaya : 171 siswa
Kabupaten Dogiyai : 151 siswa
Menurut Gubernur, komitmen tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus berinvestasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.


Di akhir sambutannya, Gubernur kembali mengingatkan pentingnya pendataan yang valid.
Ia menilai masih terdapat data yang belum akurat sehingga berpotensi menghambat penyaluran berbagai bantuan pemerintah.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat, pemerintah kabupaten, dan aparat kampung untuk bersama-sama memperbaiki sistem pendataan agar seluruh program benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
“Kalau datanya benar, maka semua program pemerintah bisa tepat sasaran. Kita punya anggaran, kita punya niat membantu masyarakat, tetapi semua harus didukung dengan data yang valid,” tegasnya.
Bangkit Menjadi Tonggak Baru Pembangunan Papua Tengah


Peluncuran Program Bangkit Papua Tengah menjadi langkah awal Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam membangun sistem perlindungan sosial yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, mitra pembangunan, serta masyarakat, program ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan dan stunting, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mewujudkan generasi Papua Tengah yang sehat, tangguh, inklusif, dan sejahtera. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Semarak HUT ke-4 Papua Tengah, Pemprov Gelar Pesta Rakyat Bertema JAMBU untuk Dorong Budaya, Persatuan, dan Ekonomi UMKM

Published

on


PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar pesta rakyat berskala besar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Provinsi Papua Tengah. Mengusung tema JAMBU (Jangan Melupakan Budaya), rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, kawasan Bandara Lama Nabire, berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat pada Selasa (21/7/2026).
Perayaan tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni peringatan hari jadi provinsi, tetapi juga dirancang sebagai momentum mempererat persatuan masyarakat, melestarikan budaya lokal, sekaligus menggerakkan perekonomian rakyat melalui pelibatan ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).


Sejak pagi, ribuan masyarakat memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti berbagai agenda yang telah disiapkan panitia, mulai dari jalan santai, pemeriksaan kesehatan gratis, lomba Tari Yospan, hingga pameran UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan khas Papua Tengah. Berbagai hiburan rakyat, permainan interaktif, serta pembagian doorprize dengan hadiah utama empat unit sepeda motor turut menambah semarak suasana.


Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, hadir langsung memimpin kegiatan jalan sehat bersama masyarakat. Usai melepas peserta, gubernur meninjau sejumlah stan bazar UMKM, menyapa para pelaku usaha, serta melihat langsung berbagai produk lokal yang dipamerkan, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga hasil karya masyarakat asli Papua.
Kepala Biro Umum Setda Provinsi Papua Tengah sekaligus Ketua Panitia HUT ke-4 Papua Tengah, Vivian Andenita Gobay, S.IP., M.M., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara intensif selama dua pekan terakhir agar masyarakat dapat menikmati perayaan yang meriah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pelaku ekonomi lokal.


Menurutnya, peringatan HUT ke-4 Papua Tengah menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan UMKM.
“Rangkaian kegiatan diawali dengan nonton bareng final Piala Dunia pada 19 Juli 2026, kemudian dilanjutkan berbagai kegiatan masyarakat dan akan mencapai puncaknya pada Konser Rohani tanggal 22 Juli 2026. Kami berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan ratusan pelaku UMKM,” ujar Vivian.
Ia menjelaskan, ratusan pelaku UMKM, khususnya Orang Asli Papua, diberikan ruang untuk mempromosikan berbagai produk unggulan mereka kepada masyarakat luas. Produk yang dipamerkan meliputi makanan dan minuman khas daerah, kerajinan tangan, hasil olahan lokal, hingga berbagai produk kreatif lainnya yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta pendapatan pelaku usaha.


Selain menghadirkan bazar UMKM, masyarakat juga disuguhkan beragam hiburan menarik. Penampilan musisi-musisi terbaik Papua menjadi salah satu daya tarik utama, disertai berbagai permainan interaktif, hiburan rakyat, hingga kesempatan memenangkan hadiah doorprize.
Tema JAMBU (Jangan Melupakan Budaya) menjadi semangat utama dalam penyelenggaraan HUT ke-4 Papua Tengah. Melalui tema tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah ingin menegaskan komitmen untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya sebagai identitas daerah di tengah pesatnya pembangunan.


Sejumlah kegiatan bernuansa budaya pun menjadi bagian penting dalam perayaan, di antaranya lomba Tari Yospan yang melibatkan berbagai kelompok seni dari sejumlah daerah. Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta menyaksikan peluncuran Aplikasi Papua Bangkit sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui transformasi digital.
“Acara ini kami kemas secara besar-besaran. Kami menghadirkan musisi-musisi terbaik Papua, menyediakan berbagai doorprize menarik, dan melibatkan ratusan pelaku UMKM. Seluruh kegiatan ini gratis dan terbuka untuk seluruh masyarakat,” kata Vivian.


Ia mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah untuk hadir bersama keluarga, kerabat, maupun sahabat guna memeriahkan peringatan hari jadi provinsi yang kini memasuki usia empat tahun.
“Mari hadir bersama keluarga, tetangga, dan sahabat. Dukung produk-produk anak daerah, nikmati seluruh rangkaian hiburan, dan rayakan HUT ke-4 Papua Tengah dengan penuh sukacita, persatuan, dan kebersamaan,” ajaknya.

Melalui penyelenggaraan pesta rakyat ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap peringatan HUT ke-4 menjadi lebih dari sekadar perayaan tahunan. Momentum ini diharapkan mampu memperkuat rasa persaudaraan antarmasyarakat, menjaga kelestarian budaya Papua, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM sebagai salah satu pilar utama pembangunan Papua Tengah. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Panen Raya Nabire Jadi Bukti Komitmen Papua Tengah Bangun Ketahanan Pangan Berbasis Petani

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan dan penggerak ekonomi masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam Panen Raya Padi yang berlangsung di SP 1 Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Kamis (16/7/2026).


Dalam sambutan tertulis Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, SH, yang dibacakan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua Tengah, Karlus Murib, S.IP., M.AP., ditegaskan bahwa petani memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan di daerah.
Menurut Gubernur, keberhasilan panen raya menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, petani, penyuluh, kelompok tani, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan mampu menghasilkan capaian positif bagi pembangunan sektor pertanian.
Papua Tengah dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai salah satu sentra produksi pangan di Tanah Papua. Luasnya lahan pertanian yang tersedia, didukung sumber daya alam yang melimpah dan semangat para petani, menjadi modal penting dalam mewujudkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga berkomitmen meningkatkan dukungan terhadap sektor pertanian melalui pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, penyediaan benih unggul, bantuan alat dan mesin pertanian, peningkatan kapasitas petani dan penyuluh, serta memperluas akses pemasaran hasil pertanian.


Selain memperkuat produksi, masyarakat juga diajak untuk lebih mencintai dan mengutamakan konsumsi hasil pertanian lokal. Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan pendapatan petani, memperkuat perekonomian daerah, serta mendorong terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Melalui semangat kebersamaan dan kerja sama seluruh pihak, Pemerintah Provinsi Papua Tengah optimistis mampu mewujudkan daerah yang mandiri, maju, sejahtera, dan memiliki sektor pertanian yang semakin modern serta berdaya saing. (Red)

Continue Reading

Trending