Berita Deiyai

Pura, Menjaga Kesucian dan Keharmonisan Alam Semesta

Published

on

Nabire, Papua Tengah– enagoNews – Pura Puja Dewata Parahyangan Jagat di Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, tengah menjalani renovasi besar-besaran dengan nilai pembangunan mencapai sekitar Rp13 miliar.
Ketua Panitia Pembangunan dan Peresmian Pura Agung Puja Dewata Parahyangan Jagat, I Dewa Gede Rai Jagatnata, mengungkapkan hal itu dalam laporan pertanggungjawaban keuangan pembangunan dan peresmian pada Jumat (28/11/25).
“Kami Panitia Pembangunan dan Peresmian Pura Agung Puja Dewata menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak, baik Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Nabire, serta para dermawan dan donatur,” ujar Rai.
Peresmian pura diawali dengan Tari Agung Mamungkah sebagai prosesi penyucian dan tanda dimulainya rangkaian acara.
“Prosesi penyucian pura meliputi Karya Agung Mamungkah, Balik Sumpah Madya, Rsi Ghana, Mlaspas Agung, Mapadagingan, Piodalan Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Mapaselang lan Menawa Ratna,” jelasnya.
Acara peresmian mengusung tema “Nangun Sat Kerthi Bhuwana Papua Tengah”, yang secara harfiah bermakna upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam semesta demi kesejahteraan bersama di Papua Tengah.


Rai menambahkan, Pura Agung Puja Dewata telah melalui berbagai prosesi penyucian sehingga diharapkan dapat menjadi tempat persemayaman para dewa.
Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Papua Tengah, I Dewa Gde Sukewati, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan sebuah kisah penuh makna. Ia menuturkan cerita tentang seorang pemuja Syiwa yang menolak memberikan minum kepada orang yang kehausan saat ia membawa Tirta Gangga. Dalam kisah tersebut, sang pemuja akhirnya meninggal dan saat hendak memasuki surga, langkahnya terhenti oleh sebuah tangan yang menghadangnya.


“Pura bukan sebatas tempat sembahyang, tetapi juga tempat kerukunan, kedamaian, serta menjaga keharmonisan dan toleransi antaragama berdasarkan nilai-nilai spiritual,” tutur Dewa Sukewati.

Acara peresmian dilakukan Staf Ahli II Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Otonomi Khusus, Ukkas, S.Sos., M.K.P mewakili Gubernur Provinsi Papua Tengah.

Turut hadir pemangku Agama Hindu, Ketua PHDI Pusat, Ketua PHDI Sulawesi Utara, PHDI Kota Manado dan PHDI Bolaang Mongondow, perwakilan Gubernur Bali, unsur Forkopimda Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah, Bimas Hindu Kanwil Papua, serta umat Hindu dari berbagai wilayah di Kabupaten Nabire.(Mus)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version