Berita Daerah

Pasokan Pangan Dapur SPPG di Nabire Belum Maksimal, Yameth Pahabol Desak DPRD Wadahi Kelompok Tani

Published

on

NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Oyehe terus mendorong penguatan kelompok tani, peternak, dan nelayan lokal sebagai bagian dari strategi memenuhi kebutuhan bahan pangan dapur SPPG dengan menyerap hasil produksi masyarakat Kabupaten Nabire. Langkah ini menjangkau sebanyak 2.153 penerima manfaat dari 11 sekolah di Kota Nabire melalui pasokan dari Dapur SPPG 001 Kalisusu, Kamis (8/10/2026).

Namun, keinginan besar untuk memberdayakan produsen lokal tersebut masih menghadapi kendala di lapangan akibat petani maupun peternak sebagian besar masih bergerak secara individu, sehingga proses pencarian dan pengadaan bahan baku dalam skala besar menjadi tidak mudah.

Kendala pengorganisasian ini membuat potensi produksi pangan lokal belum terserap secara maksimal oleh lembaga yang membutuhkan pasokan secara rutin setiap harinya.

Koordinator SPPG Kecamatan Oyehe, Yameth Pahabol, S.IP, menyampaikan bahwa pihaknya sering kali harus mendatangi produsen satu per satu untuk mencukupi kebutuhan komoditas seperti sayur, buah, ikan, telur, dan daging.

“Kalau kami membutuhkan sayur, pengadaannya masih satu per satu. Ada yang hanya memiliki lima atau sepuluh ikat, sementara kebutuhan kami bisa lebih banyak,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Padahal, persoalan utamanya kerap kali bukan pada rendahnya kemampuan produksi masyarakat, melainkan ketiadaan wadah atau kelompok yang menjembatani hasil kebun dengan pasar institusional.

Menanggapi tantangan tersebut, pihak SPPG Oyehe telah mendorong pembentukan kelompok tani, peternak, dan nelayan agar kapasitas serta lokasi produksi lebih mudah diidentifikasi dan dikoordinasikan secara berkelanjutan. Gagasan yang sebelumnya juga pernah disuarakan dalam pertemuan dengan DPRD Kabupaten ini diharapkan segera mendapat perhatian serius dari pemangku kepentingan terkait agar sinergi rantai pasok dapat terwujud nyata.

“Kami sudah pernah menyuarakan supaya para petani ini dibuat dalam bentuk kelompok. Kelompok-kelompok tani, kelompok peternak, atau mungkin kelompok nelayan. Supaya ketika kami turun, kami tidak perlu jalan mencari satu-satu lagi,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Nabire bersama seluruh lapisan masyarakat kini dituntut untuk proaktif mendukung program nasional dari Presiden Prabowo Subianto ini, mengingat dampaknya yang sangat strategis tidak hanya dalam menyukseskan penyediaan gizi anak sekolah, tetapi juga secara nyata mampu mengurangi angka pengangguran di Nabire sekaligus meringankan beban pengeluaran orang tua bagi para penerima manfaat. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Trending Now

Exit mobile version