NABIRE – Kolektif Lapak Baca dan Diskusi Kota Nabire menggelar diskusi publik bertajuk “Krisis Demokrasi, Ekonomi, Politik, Sosial, dan Budaya Kontemporer: Kepentingan Borjuis dalam Sistem Kapitalis” di Halaman Kantor MRP Wonerojo (BMW), Kamis (8/10/2026).
Acara yang menghadirkan pemateri Rohan Kobepa alias Eko Vincent ini menyoroti berbagai persoalan struktural yang dihadapi masyarakat akar rumput di tengah dinamika pembangunan daerah. Diskusi tersebut mengupas bagaimana sistem ekonomi politik kontemporer mempersempit ruang hidup rakyat kecil di Papua Tengah.
Menurut Rohan Kobepa alias Eko Vincent, evaluasi dari kegiatan tersebut menunjukkan adanya penyempitan ruang demokrasi akibat minimnya fasilitasi lembaga independen bagi masyarakat serta krisis ekonomi yang kian menghimpit kaum buruh, petani, nelayan, dan kaum miskin kota. Ia menilai narasi pembangunan infrastruktur yang digaungkan selama ini kerap kontradiktif dengan realitas di lapangan yang dirasakan oleh Orang Asli Papua (OAP) maupun non-OAP.
“Ruang demokrasi kian tertutup karena tidak ada fasilitasi dari pihak lembaga yang berindependensi kepada masyarakat setempat,” ujar Eko Vincent.
Ia menambahkan, ketimpangan tersebut berdampak langsung pada tergerusnya hak-hak dasar warga seperti pendidikan, kesehatan, dan tempat tinggal yang layak di tengah dominasi kepentingan elite. Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun kesadaran kritis dalam membaca struktur kekuasaan dan realitas sosial.
“Realita lapangan menunjukkan tidak ada kehadiran demokratis sesuai hak hidup, hak sekolah, hak kesehatan, dan hak tempat tinggal yang bebas, karena kesejahteraan hanya dinikmati oleh segelintir pihak untuk kepentingan tertentu,” tegas Eko Vincent, seraya berharap langkah kolektif ini mampu menumbuhkan gerakan solidaritas yang kokoh demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh warga. (*)