Berita Daerah

John Gobai Minta Napan Tak Lagi Terisolasi: Infrastruktur Jadi Kunci Kebangkitan Wilayah Pesisir

Published

on



Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John N.R. Gobai, menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Napan dan kawasan sekitarnya. Menurutnya, penerangan, akses transportasi laut, jalan penghubung, hingga pembangunan jembatan merupakan kebutuhan mendesak yang menentukan masa depan masyarakat di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan John Gobai saat mengingat kembali kunjungannya ke Napan beberapa waktu lalu. Ia menilai daerah tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang, namun masih terhambat oleh keterbatasan infrastruktur dasar.

“Waktu saya datang ke sana, saya sudah lihat sendiri sebenarnya daerah ini sangat bagus dan bisa berkembang. Tapi memang butuh kerja serius. Kita ini kan generasi yang melanjutkan perjuangan, jadi kita harus pastikan kapal bisa masuk, ada lampu, supaya Napan tidak terus terisolasi,” ujarnya, Sabtu (24/01/2026).
John menjelaskan, pembukaan akses tidak boleh berhenti hanya di Napan. Ia mendorong agar jalur darat juga dibuka dan disambungkan hingga ke Modan, Masbawa, dan Kutan. Selain itu, pembangunan jembatan di beberapa titik strategis dinilai sangat penting untuk memperlancar konektivitas antarwilayah.
“Kalau jalan dan jembatan ini terbuka, saya yakin wilayah ini akan hidup kembali. Ini daerah tua, daerah bersejarah sejak zaman Belanda. Napan, Wanami, dan Yaur itu punya nilai sejarah dan potensi yang besar,” katanya.
Ia juga menyinggung kawasan YAU yang sejak dulu telah dirancang sebagai pusat aktivitas masyarakat. Bahkan, menurutnya, wilayah itu pernah direncanakan sebagai kawasan pemukiman yang dibangun secara teratur dengan konsep rumah bertingkat bagi masyarakat.


“Dulu kami berjuang supaya kapal bisa masuk ke Napan. Sekarang memang sudah bisa, tapi waktu kami datang, kondisinya masih gelap, belum ada lampu, fasilitas masih sangat terbatas. Ini jadi tanggung jawab kita bersama, terutama kami yang dulu ikut mengusulkan,” tegasnya.
John mengakui bahwa masuknya kapal ke Napan merupakan sebuah kemajuan besar. Namun, menurutnya, hal itu belum cukup tanpa didukung oleh fasilitas lain seperti penerangan, dermaga yang memadai, serta jaringan jalan dan jembatan yang layak.
Karena itu, ia berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama Pemerintah Kabupaten dapat memberikan perhatian yang lebih serius terhadap wilayah tersebut. Ia secara khusus mendorong penambahan alokasi anggaran pembangunan, minimal satu hingga dua paket kegiatan tambahan untuk sekitar 30 titik strategis yang membutuhkan sentuhan pembangunan.
“Kami berharap pemerintah provinsi dan kabupaten bisa menambah satu atau dua paket kegiatan untuk sekitar 30 titik. Supaya daerah ini benar-benar terbuka, masyarakat bisa bergerak, ekonomi berjalan, dan pelayanan pemerintahan juga lebih maksimal,” ujarnya.


Menurutnya, pembangunan infrastruktur bukan hanya soal membuka keterisolasian wilayah, tetapi juga menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta memperkuat kehadiran negara di daerah-daerah yang selama ini masih tertinggal.
Ia menegaskan bahwa DPR Papua Tengah akan terus mengawal dan mendorong aspirasi masyarakat agar masuk dalam perencanaan dan penganggaran pemerintah ke depan.
“Kalau kita mau Papua Tengah maju, ya kita harus mulai dari membuka daerah-daerah seperti ini. Kalau akses sudah terbuka, semuanya pasti ikut bergerak,” pungkasnya. (Red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Trending Now

Exit mobile version