Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026, ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM), gas LPG, dan minyak tanah di wilayah Kabupaten Nabire dipastikan dalam kondisi aman. Stok energi tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 20 hari ke depan. Kepastian tersebut disampaikan Brand Manager PT Pertamina (Persero) Nabire, Muhammad Rizaldi Suryanto, di sela-sela kegiatan inspeksi mendadak (sidak) gabungan yang dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Nabire, TNI, dan Polri di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Rabu (11/3/2026). Sidak tersebut melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Sekretariat Daerah (Setda), Dinas Perhubungan, Bagian Perekonomian Daerah, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Tim gabungan melakukan pemeriksaan di tiga SPBU, yakni SPBU Wadio, SPBU Bumi Wonorejo, dan SPBU Bukit Meriam.
Menurut Rizaldi, langkah pengawasan ini merupakan bagian dari upaya memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan, sekaligus menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. “Tujuan utama kegiatan ini adalah menelusuri keluhan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, khususnya produk jenis solar subsidi maupun pertalite. Kami bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan kesesuaian pengambilan BBM bersubsidi,” jelas Rizaldi. Dalam sidak tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kendaraan yang mengisi BBM bersubsidi. Pemeriksaan meliputi kesesuaian barcode, dokumen kendaraan seperti STNK, izin operasional kendaraan, serta kondisi fisik kendaraan, termasuk kemungkinan adanya modifikasi tangki atau penggunaan pelat nomor ganda. “Pemeriksaan kami fokus pada beberapa aspek, seperti penggunaan barcode, kesesuaian data kendaraan, hingga kemungkinan adanya tangki tambahan atau pelat nomor ganda. Hal-hal tersebut merupakan pelanggaran yang akan dicatat oleh Dinas Perhubungan dan juga Satlantas Polres Nabire untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan menemukan beberapa kendaraan truk yang diduga memiliki tangki bahan bakar melebihi kapasitas standar. Temuan tersebut langsung dicatat oleh Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. “Di salah satu SPBU, kami menemukan beberapa truk dengan tangki yang melebihi kapasitas normal. Kendaraan tersebut telah dilakukan pendataan, termasuk penyitaan pelat nomor kendaraan serta pemberian teguran kepada pengemudi. Data pemilik kendaraan juga telah dicatat untuk ditindaklanjuti oleh instansi terkait,” ujarnya. Meski demikian, Rizaldi menegaskan bahwa Pertamina terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan energi bagi masyarakat, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan selama Ramadan hingga Lebaran. Ia menjelaskan bahwa secara umum stok BBM di wilayah Provinsi Papua Tengah, khususnya yang disuplai melalui Fuel Terminal Nabire, berada dalam kondisi aman. Ketahanan stok saat ini diperkirakan mencapai sekitar 20 hari. “Untuk wilayah Papua Tengah, khususnya yang disuplai dari Fuel Terminal Nabire, stok BBM berada dalam kondisi aman. Ketahanan stok saat ini sekitar 20 hari. Namun angka tersebut bukan batas tetap, karena ketika stok mendekati batas aman, kami akan segera melakukan pengiriman tambahan dari terminal utama,” jelasnya. Pengiriman pasokan BBM tersebut dilakukan secara berkala dari beberapa terminal utama Pertamina, seperti Jayapura, Ambon, dan Wayame, guna memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar.
Selain BBM, Pertamina juga memastikan ketersediaan LPG bagi masyarakat Papua Tengah. Saat ini, produk LPG yang tersedia di wilayah tersebut adalah LPG non-subsidi jenis Bright Gas dengan ukuran tabung 5,5 kilogram dan 12 kilogram. Rizaldi menyebutkan bahwa ketahanan stok LPG di wilayah Papua Tengah saat ini berkisar antara 20 hingga 30 hari. Pasokan LPG tersebut secara rutin didatangkan dari sejumlah daerah, termasuk Surabaya dan Makassar. “Untuk LPG, stok juga dalam kondisi aman dengan ketahanan sekitar 20 hingga 30 hari. Distribusi terus kami lakukan dari Surabaya dan Makassar sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaannya,” katanya. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap membeli BBM dan LPG sesuai kebutuhan serta tidak melakukan penimbunan. Dengan distribusi yang terus berjalan, Pertamina memastikan kebutuhan energi masyarakat selama Ramadan hingga perayaan Idul Fitri dapat terpenuhi dengan baik. “Pertamina terus berupaya menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat. Kami memastikan pasokan BBM, LPG, maupun minyak tanah tetap tersedia sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas, termasuk menyambut Hari Raya Idul Fitri, dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan energi,” pungkasnya. (Red)
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).
Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.
Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.
Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.
Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah bersiap menggelar musyawarah daerah guna memilih ketua dan membentuk kepengurusan definitif sebelum tenggat waktu Agustus 2026 yang ditetapkan PSSI Pusat. Langkah ini diambil usai jajaran pengurus Asprov PSSI Papua Tengah menghadiri Kongres Biasa PSSI di Jakarta yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Senin (3/8/2026).
Musda tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh PSSI Pusat di Nabire serta mengundang seluruh pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah demi memastikan legitimasi tata kelola organisasi di daerah.
Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah, yang juga merupakan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa konsolidasi ini krusial mengingat status kepengurusan daerah masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt) sejak 2022. Selain penataan struktur organisasi, Asprov Papua Tengah juga memfokuskan agenda pada pembinaan usia dini melalui rencana pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) terstruktur serta persiapan kompetisi Liga 4 zona daerah.
“Papua adalah gudangnya pemain sepak bola, namun selama ini kita belum memiliki SSB yang terstruktur sesuai jenjang usia. Inilah mimpi besar kita: ke depan di Papua Tengah pun berdiri SSB khusus yang membina bakat sejak dini,” ujar Deinas Geley.
Restrukturisasi di tingkat daerah ini sejalan dengan kebijakan PSSI Pusat yang menjadwalkan pemilihan ketua Asprov secara serentak pada Oktober hingga November 2026, sebelum berlanjut ke Kongres Pemilihan Pengurus PSSI periode 2027–2031 pada Juli 2027. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan pentingnya transparansi dalam proses transisi kepemimpinan daerah tersebut untuk menyelaraskan program kerja nasional.
“Sesuai dengan statuta, kami sudah menyepakati bahwa pemilihan Ketua Asprov PSSI akan dilakukan secara terbuka,” tegas Erick usai memimpin kongres. (Red)
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dalam upaya menyiapkan prajurit yang profesional, tangguh, dan siap mengemban tugas operasi pemeliharaan perdamaian dunia, Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 12/OHH melaksanakan kegiatan assessment proyeksi personel Satgas MONUSCO (United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo). Kegiatan assessment ini merupakan bagian dari tahapan seleksi yang dilaksanakan secara menyeluruh guna memastikan setiap personel yang diproyeksikan mengikuti penugasan internasional memiliki kemampuan, integritas, serta kesiapan yang sesuai dengan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, Denzipur 12/OHH berkomitmen menghadirkan prajurit terbaik untuk mendukung misi perdamaian dunia.
Dalam pelaksanaannya, assessment mencakup berbagai aspek penilaian, mulai dari kemampuan fisik, kesehatan jasmani dan rohani, kesiapan mental, pengetahuan umum, keterampilan teknis kecabangan zeni, kemampuan berbahasa Inggris, hingga kelengkapan administrasi. Seluruh tahapan tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan personel yang akan diusulkan mengikuti Satgas MONUSCO.
Selain menguji kemampuan individu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kesiapan prajurit dalam menghadapi tantangan penugasan di wilayah operasi yang memiliki karakteristik berbeda dengan penugasan di dalam negeri. Personel dituntut memiliki disiplin tinggi, kemampuan beradaptasi, kerja sama tim yang baik, serta profesionalisme dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.
Komandan Denzipur 12/OHH menegaskan bahwa setiap personel harus mengikuti seluruh rangkaian assessment dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis, serta terus mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan PBB. “Setiap prajurit harus mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek fisik, mental, maupun kemampuan profesional. Penugasan dalam misi perdamaian dunia merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab,” tegasnya.
Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang secara konsisten berkontribusi dalam operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengiriman berbagai satuan, termasuk unsur Kompi Zeni (Kizi), yang memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan dan jembatan, pembukaan akses mobilitas pasukan, pembangunan fasilitas pendukung, serta berbagai pekerjaan rekayasa teknik lainnya di daerah misi. Keikutsertaan prajurit TNI dalam Satgas MONUSCO tidak hanya menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan profesionalisme, kemampuan, dan citra positif TNI di mata masyarakat internasional.
Melalui pelaksanaan assessment ini, Denzipur 12/OHH berharap dapat menghasilkan personel terbaik yang memiliki kompetensi, disiplin, integritas, dan semangat pengabdian tinggi sehingga mampu mengemban tugas dengan baik serta mengharumkan nama TNI dan Republik Indonesia dalam setiap pelaksanaan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Red)