Berita Daerah

HPN 2026, PWI Papua Tengah Soroti Minimnya Pemberitaan Isu Perempuan dan Anak

Published

on

Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Menjelang peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar di Provinsi Banten pada 9 Februari, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Papua Tengah menyoroti masih minimnya pemberitaan media terkait isu perempuan dan anak.

Isu tersebut mengemuka dalam rapat perdana PWI Papua Tengah yang digelar di Nabire, Sabtu (24/1), sekaligus membahas persiapan kegiatan menyambut HPN 2026 serta arah penguatan peran pers di daerah.

Sekretaris PWI Papua Tengah, Suroso Miswan, mengatakan selain agenda seremonial HPN, insan pers memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan pemberitaan yang berpihak pada kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.

“Pemberitaan yang mengangkat isu perempuan dan anak-anak masih sangat terbatas. Padahal, media memiliki peran strategis dalam mendorong perlindungan dan kesadaran publik terhadap hak-hak mereka,” kata Suroso.

Dalam rapat tersebut, PWI Papua Tengah juga membentuk panitia kegiatan HPN 2026. Salah satu program yang disepakati adalah lomba menulis berita tingkat pelajar SMA/SMK, sebagai upaya menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia jurnalistik.

Menurut Suroso, lomba tersebut dipilih karena tingginya antusiasme pelajar terhadap kegiatan literasi media yang sebelumnya digelar di Nabire. “Ini bagian dari investasi jangka panjang dunia pers untuk mencetak calon jurnalis yang peka terhadap isu sosial,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan wartawati muda Papua Tengah, Siti Hawa. Ia menilai media masih belum optimal memberikan ruang pemberitaan yang berimbang terkait persoalan perempuan dan anak.

“Isu perempuan dan anak sering kali hanya muncul ketika terjadi kasus besar. Padahal, banyak aspek lain yang perlu diangkat secara konsisten,” katanya.

Sementara itu, mantan Ketua PWI Provinsi Papua, Abdul Munib, yang hadir dalam rapat tersebut, menekankan pentingnya inovasi media di tengah perubahan ekosistem pers nasional.

Ia menyebut media konvensional saat ini menghadapi tantangan serius akibat pergeseran ke platform digital yang belum sepenuhnya diimbangi dengan dukungan iklan.

“Transformasi ke media online adalah keniscayaan, tetapi media juga harus kreatif membuat terobosan yang berdampak langsung bagi masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Menurut Abdul Munib, kegiatan-kegiatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak dapat menjadi nilai tambah bagi media sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pers.

PWI Papua Tengah berharap momentum HPN 2026 dapat menjadi refleksi bersama bagi insan pers untuk memperkuat kualitas jurnalistik, meningkatkan keberpihakan pada isu-isu kemanusiaan, serta menjaga peran pers sebagai pilar demokrasi. (Mus)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Trending Now

Exit mobile version