Nabire, Papua Tengah — enagoNews – Mengawali tahun anggaran 2026, Badan Pengurus Pusat (BPP) Perkumpulan Hidup Petani Nyata (HIPETA) menggelar rapat koordinasi perdana di Kantor Pusat HIPETA, Jalan CH. Martha Tiahahu, Kelurahan Kalibobo, Nabire, Senin (5/1/2026). Rapat yang dihadiri jajaran pengurus pusat ini menjadi langkah awal untuk menyatukan visi serta memperkuat konsolidasi internal organisasi dalam menjalankan program kerja sepanjang tahun 2026. Kegiatan diawali dengan ramah tamah dalam suasana kekeluargaan pasca-perayaan Natal 2025.
Evaluasi Kinerja Pendampingan Petani Dalam rapat tersebut, BPP HIPETA melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program pendampingan petani yang saat ini menaungi 292 kelompok tani di berbagai sektor usaha. Pada sektor kehutanan, HIPETA meninjau penyaluran bantuan bibit durian, duku, dan rambutan dari Dinas Kehutanan Provinsi Papua Tengah kepada 66 kelompok tani. Di sektor peternakan, dari total 77 kelompok yang dibina, delapan kelompok telah menerima bantuan pemerintah dan menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Sementara itu, kelompok lainnya terus diupayakan untuk mendapatkan dukungan berupa bibit ternak dan pembangunan kandang. Pendampingan juga terus diperkuat pada sektor hortikultura yang mencakup 94 kelompok tani serta sektor perikanan, baik tangkap maupun budidaya kolam, yang melibatkan 55 kelompok.
Selain pengembangan produksi, HIPETA juga menegaskan komitmennya dalam mengawal program legalitas lahan pertanian anggota, termasuk melalui program Maniwur Land yang dijalankan bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional/Agraria dan Tata Ruang (BPN/ATR). Fokus Program Strategis Tahun 2026 Memasuki tahun 2026, HIPETA telah menetapkan sejumlah agenda prioritas, antara lain registrasi ulang seluruh kelompok tani binaan, persiapan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Konsumen HIPETA Mandiri Jaya, serta pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II HIPETA.
Selain itu, organisasi juga akan mempersiapkan pelantikan pengurus HIPETA tingkat kabupaten di seluruh wilayah Provinsi Papua Tengah sebagai bagian dari penguatan struktur kelembagaan. BPP HIPETA menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kepada petani menjadi fokus utama ke depan. Salah satu langkah penting yang akan diperkuat adalah membangun koordinasi lintas pihak guna membuka akses pasar yang lebih pasti bagi hasil produksi petani sesuai dengan komoditas yang dikembangkan. Dengan konsolidasi yang semakin solid dan arah kerja yang terukur, HIPETA optimistis dapat terus berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di Papua Tengah. (RED)