Connect with us

Berita Deiyai

Gubernur Beberkan Program Prioritas Pemprov Papua Tengah Pembangunan Jangka Panjang

Published

on

JAYAPURA – enagonews -Dibawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Meki Fritz Nawipa, S.H. dan Wakil Gubernur Deinas Geley, Pemerintah Provinsi Papua Tengah meluncurkan sejumlah Program Prioritas Papua Tengah yang dirancang sebagai fondasi kuat pembangunan guna kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah secara resmi mencanangkan  program prioritas sebagai fondasi utama pembangunan jangka panjang.
Inisiatif strategis ini bertujuan untuk menciptakan kemajuan signifikan serta meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat di wilayah tersebut.
Pentingnya Program Prioritas itu ditegaskan Gubernur Devinitif Papua Tengah Pertama Meki Fritz Nawipa.

Pencanangan Program Prioritas ini diumumkan dalam keterangan pers di Jayapura pada Kamis (25/9/2025) bertepatan dengan momentum Rapat Kerja II yang melibatkan delapan bupati se-Papua Tengah yang diselenggarakan di Mulia Kabupaten Puncak Jaya.

Gubernur Nawipa mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan elemen masyarakat untuk bersinergi aktif dalam mewujudkan visi tersebut. “Untuk itu kami mengajak semua organisasi perangkat daerah (OPD) dan seluruh masyarakat agar bersinergi guna mewujudkan Papua Tengah yang lebih sejahtera seraya menyatakan bahwa,kolaborasi sebagai kunci keberhasilan.

Dilansir merdeka.com, Program Prioritas itu adalah  :
Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan
Salah satu fokus utama dalam Program Prioritas Papua Tengah adalah sektor pendidikan, yang dianggap sebagai kunci melahirkan sumber daya manusia unggul. Pemerintah Provinsi berkomitmen penuh untuk menyediakan pendidikan gratis bagi seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat menghilangkan hambatan finansial yang seringkali menghalangi anak-anak Papua Tengah untuk mengenyam pendidikan yang layak. Akses pendidikan yang merata menjadi landasan utama pembangunan SDM.

Selain pendidikan gratis, Pemprov juga memperkenalkan konsep Sekolah Sepanjang Hari (SSH) sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas. Program SSH dirancang untuk memberikan waktu belajar yang lebih efektif dan intensif, memungkinkan siswa untuk mengembangkan potensi secara maksimal.
Begitu juga dengan pembangunan asrama juga menjadi prioritas untuk mendukung akses pendidikan, terutama bagi siswa yang tinggal di daerah terpencil.

“Komitmen kami untuk menyediakan pendidikan tanpa biaya dan pembangunan asrama bertujuan untuk membuka akses pendidikan yang merata. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inklusif bagi generasi muda Papua Tengah,” tuturnya.

Peningkatan Layanan Kesehatan yang Komprehensif

Advertisement

Sektor kesehatan juga menjadi pilar penting dalam sembilan Program Prioritas Papua Tengah yang dicanangkan.
Pemprov bertekad untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara signifikan di seluruh wilayah. Pembangunan rumah sakit provinsi yang representatif merupakan salah satu langkah konkret untuk mencapai tujuan tersebut, memastikan fasilitas kesehatan yang memadai tersedia bagi masyarakat.

Untuk mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan, Pemprov juga akan melakukan perekrutan dokter spesialis dengan sistem kontrak.
Kebijakan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis ahli di berbagai bidang, terutama di daerah-daerah yang masih kekurangan.
“Kehadiran dokter spesialis diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif dan berkualitas tinggi,” ungkap Gub Meki.

Gubernur Nawipa menjelaskan, Pemprov akan melakukan perekrutan dokter spesialis dengan sistem kontrak.
“Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengatasi tantangan kesehatan dan memastikan bahwa setiap warga Papua Tengah mendapatkan akses ke layanan medis yang diperlukan,” tegasnya.

Pemberdayaan Orang Asli Papua dan Program Sosial Inklusif

Program Prioritas Papua Tengah juga menaruh perhatian besar pada pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP) serta program sosial yang inklusif. Pemberdayaan OAP mencakup berbagai inisiatif untuk meningkatkan kualitas hidup dan partisipasi mereka dalam pembangunan daerah. Ini termasuk peningkatan daya saing generasi muda Papua melalui berbagai pelatihan dan kesempatan.

Menurut Gubernur, kebijakan afirmasi akan terus diberlakukan untuk memastikan OAP mendapatkan kesempatan yang setara dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan hingga ekonomi.
‘Langkah ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan dan mendorong kemandirian masyarakat adat. Fokus pada generasi muda Papua diharapkan dapat melahirkan pemimpin dan inovator masa depan,” ujarnya.

Pemprov juga mencanangkan program sosial yang menyasar kelompok rentan. Program ini meliputi dukungan khusus untuk ibu hamil dan anak usia 0-4 tahun, guna memastikan tumbuh kembang yang optimal sejak dini. Pemberian insentif bagi para lansia juga menjadi bagian dari program ini, sebagai bentuk penghargaan dan dukungan terhadap para sesepuh di Papua Tengah.

Selanjutnya program sosial untuk ibu hamil, anak usia 0-4 tahun dan pemberian insentif bagi para lansia.” Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menciptakan jaring pengaman sosial yang kuat dan merata bagi seluruh warga. (Red)

Advertisement

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Daerah

DinKes Papua Tengah Gelar OJT di Deiyai, Isak Waine : Layanan Harus Sesuai Standar

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.

Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.

Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Sekda Buka Seminar SSH Secara Resmi

Published

on

Gubernur Meki : “SSH, Tingkatkan Mutu Pendidikan Papua Tengah “

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, diwakili Sekda dr.Silwanus Sumule secara resmi membuka Seminar Pelaksanaan Sekolah Sepanjang Hari (SSH) tingkat Provinsi Papua Tengah yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Senin (20/7/2026).


Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat implementasi program SSH sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk generasi Papua Tengah yang cerdas, berkarakter, disiplin, serta berintegritas.
Seminar dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah Nurhalida, para kepala sekolah, tenaga pendidik, serta pemangku kepentingan di bidang pendidikan dari berbagai kabupaten di Papua Tengah.
Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa Sekolah Sepanjang Hari tidak boleh dipahami hanya sebagai penambahan jam belajar bagi peserta didik. Menurutnya, pelaksanaan SSH harus menjadi sarana untuk memperkuat kualitas proses pembelajaran, pembinaan karakter, pengembangan minat dan bakat, serta memberikan pendampingan yang lebih terarah kepada siswa.
“SSH harus menjadi instrumen untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sekolah yang menerapkan program ini harus menjadi contoh dalam penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, menghadirkan pembelajaran yang inovatif, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, serta menghasilkan lulusan yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing,” tegas Gubernur.


Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan SSH sejalan dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Karena itu, implementasinya harus dilakukan secara terencana dengan melibatkan seluruh unsur pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, orang tua, hingga peserta didik melalui sistem evaluasi yang berkelanjutan.
Selain membahas peningkatan mutu pembelajaran, Gubernur juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran bagi sektor pendidikan. Ia mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar mematuhi ketentuan dalam Surat Penegasan Nomor 38/VII/2026/BP3OKP.PT mengenai pengalokasian minimal 30 persen Dana Otonomi Khusus bidang pendidikan mulai Tahun Anggaran 2027.
Menurutnya, alokasi anggaran tersebut harus benar-benar digunakan untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan sekaligus mendukung operasional Program Sekolah Sepanjang Hari di seluruh wilayah Papua Tengah.
“Saya meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah Provinsi maupun pemerintah kabupaten untuk menaati ketentuan tersebut dalam penyusunan APBD. Dinas Pendidikan di setiap kabupaten juga harus mengawal pelaksanaan program ini agar berjalan efektif di setiap sekolah,” ujarnya.
Gubernur Meki juga menegaskan bahwa keberhasilan Program SSH membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Ia meminta Dinas PUPR mendukung pembangunan dan renovasi gedung sekolah, penyediaan sanitasi yang layak, akses air bersih, hingga perlindungan sekolah-sekolah yang berada di wilayah pesisir.
Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika diminta memastikan tersedianya akses internet yang andal sebagai penunjang proses pembelajaran digital, sedangkan PT PLN diharapkan memprioritaskan penyediaan listrik dan penerangan bagi sekolah-sekolah di seluruh Papua Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memberikan perhatian khusus terhadap pemerataan layanan pendidikan, khususnya di Kabupaten Nabire. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Program Sekolah Sepanjang Hari tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi harus diperluas secara bertahap hingga menjangkau wilayah Topo, Siriwo, dan daerah-daerah pedalaman lainnya.
“Pemerataan mutu pendidikan adalah komitmen kita bersama. Setiap anak Papua Tengah, di mana pun berada, harus mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan kesempatan belajar yang sama,” katanya.
Lebih lanjut, Gubernur menginstruksikan Dinas Pendidikan bersama BKPSDM baik di tingkat provinsi maupun kabupaten untuk segera melakukan pemetaan dan redistribusi tenaga pendidik berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
Ia menegaskan tidak boleh ada lagi sekolah yang mengalami kelebihan guru, sementara sekolah di wilayah pedalaman masih mengalami kekurangan tenaga pengajar.
Selain itu, para kepala sekolah dan guru diminta mampu mengelola kegiatan akademik secara seimbang dengan pembinaan karakter, olahraga, seni, budaya, serta kegiatan keagamaan tanpa mengabaikan kesehatan dan kenyamanan peserta didik.


Mengakhiri sambutannya, Gubernur Meki Nawipa mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan transformasi pendidikan sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan Papua Tengah adalah menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi generasi muda.
Ia berharap Seminar Pelaksanaan Sekolah Sepanjang Hari dapat menghasilkan langkah-langkah operasional yang konkret, sistem evaluasi yang efektif, serta memperkuat sinergi seluruh pihak agar program SSH benar-benar memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi seluruh anak-anak Papua Tengah. (red)

Continue Reading

Berita Daerah

Bupati Deiyai Serahkan Penghargaan kepada Personel Polres pada HUT Bhayangkara ke-80

Published

on

DEIYAI, enagoNews – Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, menyerahkan penghargaan kehormatan kepada personel Polres Deiyai, Brigadir Yulianus Douw, pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Deiyai, Rabu (1/7/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, disiplin, loyalitas, dan pengabdian Brigadir Yulianus Douw dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Dalam sambutannya, Bupati Melkianus Mote mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan wujud pengakuan atas profesionalisme anggota Polri yang senantiasa memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas profesionalisme sebagai anggota Polri yang memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Melkianus.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan pesan Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, kepada seluruh personel Polda Papua Tengah dan jajaran agar terus menjaga kehormatan institusi, meningkatkan disiplin, loyalitas, dan profesionalisme, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Jadilah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang mampu memberikan rasa aman serta menjadi teladan di tengah kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Advertisement

Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi Polri untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan. Menurutnya, meningkatnya citra positif Polri berdasarkan berbagai survei harus menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus menjaga integritas dan menghindari tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik.

Selain itu, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, pemerintah kabupaten, TNI, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, media massa, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Papua Tengah.

Ia menegaskan, sinergi yang telah terjalin akan terus diperkuat guna mendukung berbagai program pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah.

“Polri siap mengawal setiap program pembangunan agar berjalan aman, tertib, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Papua Tengah,” tutupnya. (Red)

Continue Reading

Trending