NABIRE, PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor guna mempercepat penanganan dampak El-Nino. pukul 17.00 WIT di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire.
Rakor yang dimoderatori oleh Sekda Papua Tengah Silwanus Sumule ini dihadiri jajaran unsur TNI-Polri, Pejabat Utama (PJU) Pemprov, serta perwakilan delapan kabupaten se-Papua Tengah. Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, memimpin langsung jalannya rapat secara daring via Zoom.
Pertemuan lintas sektor ini digelar untuk merespons ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak fenomena embun es di Kabupaten Puncak. Rakor ini menghasilkan keputusan pembentukan Satgas Penanganan Bencana tingkat provinsi, dengan Gubernur Meki Fritz Nawipa sebagai Ketua Satgas dan Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini sebagai Wakil Ketua Satgas. Minggu (23/8/2026).
Dalam arahannya, Gubernur Meki menginstruksikan seluruh bupati untuk membentuk Satgas penanganan hingga tingkat kampung dalam batas waktu yang ketat.
”Kalau bisa, dalam sepuluh hari ke depan sudah ada tim terbaru dari kabupaten sehingga mempermudah koordinasi antara provinsi dengan kabupaten,” tegas Meki.
Guna mengoptimalkan penanganan di lapangan, Dinas Kesehatan Provinsi ditugaskan berkoordinasi dengan Pemkab Mimika terkait dukungan obat-obatan, sedangkan Dinas Sosial berkoordinasi dengan Pemkab Puncak untuk menyalurkan bantuan pangan.
Untuk mengatasi karhutla di wilayah pegunungan yang tidak terjangkau akses darat, Pemprov Papua Tengah menyiapkan opsi pengerahan armada udara setelah pembagian wilayah penanganan disepakati.
“Kalau memang potensi api ini naik, berarti kita sudah harus sewa helikopter untuk pemadaman di gunung-gunung atau daerah yang tidak bisa dijangkau,” ujar Meki sembari mengapresiasi langkah cepat awal Pemkab Puncak.
Melalui rakor terpadu ini, seluruh instansi diharapkan dapat bergerak cepat dan tepat sasaran dalam menanggulangi dampak El-Nino di tanah Papua Tengah.