Berita Intan Jaya

Dokumen Berbasis RIPJPID 2025-2029 Disiapkan Untuk Masa Depan Intan Jaya

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Intan Jaya melalui Badan Perencanaan Riset dan Inovasi Daerah (Baperinda) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas dan mendiskusikan Laporan Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Daerah (RIPJPID) Kabupaten Intan Jaya tahun 2025-2029. 
Acara yang dibuka Bupati Intan Jaya Aner Maisini, S.Kom., S.H., M.H., menjadi penegasan komitmen daerah untuk menjadikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan.
Dalam sambutannya Bupati Aser Maisini, Jum’at (26/9/2025) di Rumah Makan Sari Kuring, Aner Maisini menyatakan, penyusunan dokumen RIPJPID ini adalah bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Intan Jaya. 


Menurut Bupati, tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah.
“Kabupaten Intan Jaya telah melangkah lebih dari satu dekade dalam perjalanan otonomi daerah. Selama kurun waktu tersebut, daerah ini terus berupaya mengatasi berbagai tantangan pembangunan yang kompleks mulai dari keterbatasan infrastruktur, akses layanan publik, keamanan hingga ketersediaan teknologi dan informasi,” tuturnya.
Aner Maisini menyadari, pembangunan di Intan Jaya memiliki tantangan yang sangat kompleks. Namun, ia meyakini bahwa setiap tantangan membawa peluang dan di titik inilah Iptek menjadi harapan besar untuk masa depan kabupaten.
Terang Aner Maisini, dokumen RIPJPID 2025-2029 ini dirancang sebagai kerangka kerja komprehensif untuk mengarahkan pengembangan riset dan inovasi daerah. Dokumen ini hadir di tengah kondisi sosial dan keamanan di beberapa wilayah Intan Jaya yang belum sepenuhnya kondusif, sebuah tantangan serius yang menghambat optimalisasi layanan publik.
“Oleh karena itu, RIPJPID ini didorong untuk tidak hanya menjadi dokumen rencana kerja biasa. “Ia harus menjadi alat inovatif yang mampu menjawab tantangan dan hambatan pembangunan daerah,” ungkap Bupati Maisini.
Dijelaskannya, laporan RIPJPID mengidentifikasi enam permasalahan utama pembangunan daerah yang saling berkaitan erat, di antaranya adalah gangguan keamanan dan kohesivitas masyarakat, rendahnya aksesibilitas wilayah, rendahnya produktivitas ekonomi, kinerja birokrasi dan layanan publik yang kurang optimal, tingginya kemiskinan serta rendahnya akses dan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan.
Menanggapi hal tersebut, menurut Bupati, Peta Jalan Riset dan Inovasi Daerah harus memberi ruang dan prioritas nyata bagi inovasi yang menjamin optimalisasi dan kontinuitas layanan publik di tengah situasi keamanan yang penuh tantangan. Riset dan inovasi diarahkan untuk menciptakan solusi adaptif.
Contoh solusinya meliputi pengembangan Model Layanan Publik Adaptif (seperti layanan kesehatan dan pembelajaran jarak jauh) dan sistem analisis sosial-keamanan berbasis bukti (memanfaatkan riset sosial-antropologi dan teknologi data untuk memahami akar konflik). Inovasi juga mencakup tata kelola pemerintahan di lokasi sulit melalui sistem birokrasi berbasis digital yang aman.


Selain fokus pada stabilitas, RIPJPID juga akan menopang pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Ini dilakukan melalui dua fokus utama, yakni pengembangan Produk Unggulan Daerah (PUD) dengan riset yang meningkatkan kualitas dan daya saing komoditas seperti kopi, pangan dan hortikultura serta penurunan kemiskinan melalui pemanfaatan teknologi tepat guna di tingkat kampung.
Bupati Intan Jaya meminta agar laporan RIPJPID ini didiskusikan secara mendalam. Ia menekankan, peta jalan yang disusun harus realistis, terukur dan benar-benar bisa diterapkan untuk mewujudkan visi Intan Jaya yang mandiri, aman, berbudaya, maju dan modern. 
“Mari kita jadikan dokumen RIPJPID ini sebagai upaya bersama untuk memastikan bahwa hak-hak masyarakat Intan Jaya tidak terabaikan dan pembangunan daerah ke depan dibangun atas fondasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi,” tutupnya, seraya secara resmi membuka forum pembahasan tersebut. (Red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version