Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Malam baru saja turun, ketika angin kencang mulai menyapu Kota Nabire, ibu kota Provinsi Papua Tengah. Rabu (21/1/2026), sekitar pukul 19.30 WIT, hembusan angin terasa semakin kuat, menggoyangkan pepohonan bahkan gada-gada/gapura di Kampung Morgo Tengah, membuat suasana kota berubah lebih hening dari biasanya. Di kawasan Morgo Kotalama hanya satu dua kendaraan yang melintas, sejumlah warga memilih membatasi aktivitas di luar rumah. Jalanan yang biasanya ramai mulai lengan. Meski demikian, kondisi secara umum terpantau aman dan kondusif. Tidak terlihat kepanikan, hanya kewaspadaan yang tumbuh seiring perubahan cuaca. Sekitar pukul 19.30 WIT, hujan gerimis mulai turun, berpadu dengan angin yang terus berembus. Tetesan air membasahi aspal dan atap rumah warga, menciptakan suasana malam yang dingin dan sunyi. Hingga berita ini diturunkan, hujan ringan dan angin kencang masih berlangsung, namun belum ada lapo
ran kerusakan fasilitas umum maupun korban jiwa. Sebagai langkah antisipasi, PLN Nabire lebih dulu melakukan pemadaman listrik sekitar pukul 19.43 WIT. Kebijakan ini diambil untuk menghindari gangguan jaringan listrik akibat cuaca ekstrem. Di sejumlah rumah, cahaya lilin dan senter menjadi penerang sementara, menambah kesan malam yang tenang namun waspada. Warga diimbau tetap berhati-hati, mengamankan barang-barang di sekitar rumah, serta menghindari aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak. Pihak terkait juga diharapkan terus memantau perkembangan cuaca dan menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat. Di tengah hembusan angin malam dan rintik hujan, Nabire memilih bertahan dengan tenang—siaga menghadapi alam, sambil berharap cuaca segera bersahabat kembali. (Red)