Nabire, enagoNews — Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) menggelar aksi mimbar bebas sebagai bentuk penyampaian aspirasi atas peristiwa yang dikenal dengan sebutan “Dogiyai Berdarah” yang terjadi pada akhir Maret hingga awal April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di depan Toko Ana Ogi, Jalan Patriot, Kelurahan Karang Tumaritis, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, sejak pagi hari. Sekitar 50 peserta terlibat dalam aksi tersebut, dengan koordinasi oleh Barnabas Agapa sebagai penanggung jawab. Sementara itu, Marius Petege yang dikenal dengan sapaan Tipe-X bersama Fredison Adii bertugas sebagai koordinator lapangan. Para peserta menyampaikan tuntutan melalui orasi terbuka, serta membawa spanduk, pamflet, dan alat pengeras suara.
Dalam penyampaiannya, massa aksi menuntut adanya kejelasan dan transparansi terkait dugaan korban sipil dalam insiden di Dogiyai. Mereka juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut, serta mendorong pembentukan tim independen guna mengungkap fakta secara objektif.
Aksi ini turut mendapat perhatian dari perwakilan Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Germadus Goo, yang hadir dan menyampaikan dukungan terhadap aspirasi yang disuarakan. Ia menekankan pentingnya langkah cepat dan konkret dari pemerintah untuk menjawab tuntutan masyarakat.
Pengamanan kegiatan dilakukan secara ketat oleh aparat kepolisian yang dipimpin langsung Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, didampingi Wakapolres Kompol Dr. Peter Kendek, dengan melibatkan ratusan personel. Kehadiran aparat bertujuan memastikan jalannya aksi tetap aman dan tidak mengganggu aktivitas warga. Hingga kegiatan berakhir sekitar siang hari, situasi tetap terjaga dengan baik. Aksi berlangsung damai tanpa insiden berarti, mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga ketertiban serta menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab. (Red)