PAPU TENGAH, CENTRAL MEDIA – Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Peternakan dan Perkebunan berkomitmen memulihkan sektor peternakan babi yang sempat terpuruk akibat wabah African Swine Fever (ASF). Pada tahun anggaran ini, pemerintah daerah merencanakan penyaluran puluhan hingga ratusan ekor bibit ternak babi kepada peternak lokal sebagai langkah awal pemulihan. Program tersebut merupakan upaya strategis untuk mendorong peningkatan kembali populasi ternak babi sekaligus menjamin ketersediaan pangan masyarakat pasca merebaknya virus ASF yang sebelumnya berdampak signifikan terhadap ekonomi peternak di Kabupaten Nabire. Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Nabire, drh. I Dewa Ayu Dwita KM, menjelaskan bahwa pengadaan bibit ternak babi ini menjadi bagian penting dari program pemulihan sektor peternakan pasca wabah ASF atau Demam Babi Afrika. “Program ini kami rancang sebagai stimulus bagi peternak yang kehilangan ternaknya akibat ASF, agar aktivitas ekonomi di sektor peternakan babi dapat kembali berjalan,” ujarnya. Terkait mekanisme pengadaan, Dinas Peternakan dan Perkebunan menegaskan akan menerapkan seleksi ketat terhadap sumber bibit ternak. Bibit babi rencananya akan didatangkan dari wilayah di Tanah Papua yang memiliki status kesehatan hewan yang setara, baik dari daerah yang pernah tertular maupun yang telah dinyatakan bebas virus, dengan pengawasan biosekuriti yang ketat. Meski minat dan antusiasme peternak cukup tinggi, jumlah bibit yang didatangkan pada tahap awal masih dibatasi. Hal ini mengingat Kabupaten Nabire saat ini masih berstatus wilayah tertular ASF. “Kami tidak ingin mengambil risiko terlalu besar. Jika mendatangkan bibit dalam jumlah banyak namun virus kembali menyebar, kerugiannya akan sangat besar, baik bagi pemerintah maupun peternak,” ungkap Dwita saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/1/2026).
Ia menekankan bahwa prinsip kehati-hatian dan penguatan sistem biosekuriti menjadi prioritas utama sebelum dilakukan pengadaan dalam skala besar. Dwita optimistis, dengan pendampingan teknis yang berkelanjutan serta pengawasan kesehatan hewan yang intensif, populasi ternak babi di Kabupaten Nabire akan berangsur pulih dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah daerah menargetkan kemandirian peternak lokal sehingga ketergantungan pasokan dari luar daerah dapat diminimalkan. Sementara itu, sumber terpercaya di Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Provinsi Papua Tengah menyebutkan bahwa pemerintah provinsi membuka peluang mendatangkan bibit ternak babi dalam waktu dekat guna mendukung pemulihan populasi di Nabire. “Dalam waktu dekat sangat memungkinkan kami mendatangkan bibit babi dari Kabupaten Biak dan Serui, dengan jumlah sekitar 300 ekor secara bertahap,” ujar sumber tersebut, Rabu (21/1). Sumber yang enggan disebutkan identitasnya itu menambahkan, realisasi pengadaan masih menunggu koordinasi lanjutan dengan Gubernur Papua Tengah serta dinas terkait di tingkat kabupaten. Hal ini menyusul dibukanya peluang bagi pemerintah provinsi untuk mendukung pemulihan populasi ternak dan pemenuhan kebutuhan pangan (daging babi) di Kabupaten Nabire. (Mus)