Connect with us

Berita Daerah

2:Prajurit TNI AL Gugur, BMP Papua Tengah Kecam Serangan di Maybrat dan Desak Penindakan Tegas

Published

on


PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS – Insiden penyerangan yang menewaskan dua prajurit TNI Angkatan Laut di wilayah Maybrat, Papua Barat Daya, menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Provinsi Papua Tengah menegaskan pentingnya langkah tegas negara dalam merespons aksi kekerasan bersenjata yang terus berulang.
Wakil Ketua BMP RI Papua Tengah, Samuel Sauwyar, dalam keterangannya pada Selasa (24/3/2026), menyampaikan bahwa tidak boleh ada ruang bagi kelompok bersenjata untuk berkembang di tengah kehidupan masyarakat. Ia menekankan bahwa dukungan dan peran aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam memutus rantai kekerasan di wilayah tersebut.
Menurut Sauwyar, keberadaan kelompok TPNPB-OPM telah berulang kali dikaitkan dengan berbagai aksi kekerasan, baik terhadap aparat keamanan, tenaga kesehatan, maupun masyarakat sipil. Ia menilai tindakan tersebut sebagai ancaman serius terhadap stabilitas keamanan dan keselamatan publik.
“Seluruh elemen masyarakat harus bersatu dan tidak memberikan ruang bagi kelompok yang menggunakan kekerasan. Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Serangan di Maybrat dinilai menjadi ujian bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua Barat Daya. Berdasarkan sejumlah laporan, aparat keamanan saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku serta memperketat pengamanan di sejumlah titik rawan.
Sauwyar menegaskan bahwa insiden tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai gangguan keamanan biasa, melainkan merupakan aksi teror bersenjata yang berdampak luas. Ia juga menyoroti adanya pola serangan terorganisir, termasuk pemilihan target aparat dan perampasan senjata, yang mengindikasikan keterlibatan kelompok bersenjata.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa tren eskalasi kekerasan di Papua Barat Daya menunjukkan peningkatan sejak awal tahun 2026. Tidak hanya aparat keamanan, tenaga kesehatan dan masyarakat sipil juga turut menjadi sasaran, yang menunjukkan meluasnya spektrum ancaman di wilayah tersebut.
Dalam konteks tersebut, BMP Papua Tengah mendesak aparat keamanan untuk mengambil langkah cepat, tegas, dan terukur dalam menangani situasi. Penegakan hukum, menurutnya, harus tetap menjadi landasan utama dalam setiap tindakan yang diambil.
“Aparat harus bertindak tegas, cepat, dan terukur, dengan tetap mengedepankan prinsip hukum yang berlaku. Tidak boleh ada toleransi terhadap aksi teror bersenjata yang merongrong kedaulatan negara,” tegasnya.
Sejumlah sumber juga menyebutkan bahwa wilayah Papua Barat Daya, khususnya di Kabupaten Maybrat dan Tambrauw, dalam beberapa pekan terakhir mengalami peningkatan gangguan keamanan. Rangkaian insiden, termasuk penyerangan terhadap tenaga kesehatan dan penindakan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan, menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Menutup pernyataannya, Sauwyar kembali menegaskan bahwa aksi kekerasan bersenjata merupakan kejahatan serius yang tidak hanya menyasar aparat, tetapi juga mengancam stabilitas keamanan masyarakat secara luas.
“Ini adalah bentuk teror bersenjata yang harus ditangani secara serius oleh negara demi menjaga keamanan dan keselamatan seluruh masyarakat,” pungkasnya. ((Red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Daerah

DinKes Papua Tengah Gelar OJT di Deiyai, Isak Waine : Layanan Harus Sesuai Standar

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.

Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.

Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Menuju Kepengurusan Definitif, Asprov PSSI Papua Tengah Siap Gelar Musda di Nabire

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah bersiap menggelar musyawarah daerah guna memilih ketua dan membentuk kepengurusan definitif sebelum tenggat waktu Agustus 2026 yang ditetapkan PSSI Pusat. Langkah ini diambil usai jajaran pengurus Asprov PSSI Papua Tengah menghadiri Kongres Biasa PSSI di Jakarta yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Senin (3/8/2026).

Musda tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh PSSI Pusat di Nabire serta mengundang seluruh pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah demi memastikan legitimasi tata kelola organisasi di daerah.

Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah, yang juga merupakan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa konsolidasi ini krusial mengingat status kepengurusan daerah masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt) sejak 2022. Selain penataan struktur organisasi, Asprov Papua Tengah juga memfokuskan agenda pada pembinaan usia dini melalui rencana pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) terstruktur serta persiapan kompetisi Liga 4 zona daerah.

“Papua adalah gudangnya pemain sepak bola, namun selama ini kita belum memiliki SSB yang terstruktur sesuai jenjang usia. Inilah mimpi besar kita: ke depan di Papua Tengah pun berdiri SSB khusus yang membina bakat sejak dini,” ujar Deinas Geley.

Restrukturisasi di tingkat daerah ini sejalan dengan kebijakan PSSI Pusat yang menjadwalkan pemilihan ketua Asprov secara serentak pada Oktober hingga November 2026, sebelum berlanjut ke Kongres Pemilihan Pengurus PSSI periode 2027–2031 pada Juli 2027. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan pentingnya transparansi dalam proses transisi kepemimpinan daerah tersebut untuk menyelaraskan program kerja nasional.

“Sesuai dengan statuta, kami sudah menyepakati bahwa pemilihan Ketua Asprov PSSI akan dilakukan secara terbuka,” tegas Erick usai memimpin kongres. (Red)

Advertisement
Continue Reading

Berita Daerah

DENZIPUR 12/OHH Laksanakan Assessment Proyeksi Personel Satgas MONUSCO, Siapkan Prajurit Profesional untuk Misi Perdamaian PBB

Published

on


PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dalam upaya menyiapkan prajurit yang profesional, tangguh, dan siap mengemban tugas operasi pemeliharaan perdamaian dunia, Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 12/OHH melaksanakan kegiatan assessment proyeksi personel Satgas MONUSCO (United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo).
Kegiatan assessment ini merupakan bagian dari tahapan seleksi yang dilaksanakan secara menyeluruh guna memastikan setiap personel yang diproyeksikan mengikuti penugasan internasional memiliki kemampuan, integritas, serta kesiapan yang sesuai dengan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, Denzipur 12/OHH berkomitmen menghadirkan prajurit terbaik untuk mendukung misi perdamaian dunia.


Dalam pelaksanaannya, assessment mencakup berbagai aspek penilaian, mulai dari kemampuan fisik, kesehatan jasmani dan rohani, kesiapan mental, pengetahuan umum, keterampilan teknis kecabangan zeni, kemampuan berbahasa Inggris, hingga kelengkapan administrasi. Seluruh tahapan tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan personel yang akan diusulkan mengikuti Satgas MONUSCO.


Selain menguji kemampuan individu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kesiapan prajurit dalam menghadapi tantangan penugasan di wilayah operasi yang memiliki karakteristik berbeda dengan penugasan di dalam negeri. Personel dituntut memiliki disiplin tinggi, kemampuan beradaptasi, kerja sama tim yang baik, serta profesionalisme dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.


Komandan Denzipur 12/OHH menegaskan bahwa setiap personel harus mengikuti seluruh rangkaian assessment dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis, serta terus mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan PBB.
“Setiap prajurit harus mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek fisik, mental, maupun kemampuan profesional. Penugasan dalam misi perdamaian dunia merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab,” tegasnya.


Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang secara konsisten berkontribusi dalam operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengiriman berbagai satuan, termasuk unsur Kompi Zeni (Kizi), yang memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan dan jembatan, pembukaan akses mobilitas pasukan, pembangunan fasilitas pendukung, serta berbagai pekerjaan rekayasa teknik lainnya di daerah misi.
Keikutsertaan prajurit TNI dalam Satgas MONUSCO tidak hanya menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan profesionalisme, kemampuan, dan citra positif TNI di mata masyarakat internasional.


Melalui pelaksanaan assessment ini, Denzipur 12/OHH berharap dapat menghasilkan personel terbaik yang memiliki kompetensi, disiplin, integritas, dan semangat pengabdian tinggi sehingga mampu mengemban tugas dengan baik serta mengharumkan nama TNI dan Republik Indonesia dalam setiap pelaksanaan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Red)

Continue Reading

Trending