Berita Nabire

Peringati Hari AIDS Sedunia, Pemkab Nabire Tegaskan Komitmen Bebas Stigma, Dorong Sinergi Komunitas dalam Upaya Penanggulangan HIV/AIDS

Published

on

Yulianus Pasang : Komunitas adalah Kunci Penghentian HIV di Nabire

NABIRE, Papua Tengah – enagoNews – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa peringatan Hari AIDS Sedunia harus menjadi momentum refleksi, evaluasi, dan konsolidasi semua pihak dalam menghadapi tantangan HIV/AIDS yang masih menjadi isu kesehatan serius di tingkat global, nasional, maupun di Kabupaten Nabire.

Mengusung tema internasional “Let Communities Lead” atau “Biarkan Komunitas Menjadi Pemimpin”, Yulianus menekankan pentingnya peran komunitas dalam percepatan upaya penghentian HIV. “Komunitas berada di garis depan — memberikan edukasi, mendorong pemeriksaan dini, mendampingi pengobatan, memerangi stigma, dan menyediakan ruang aman bagi saudara-saudara kita yang hidup dengan HIV,” ujarnya saat menghadiri peringatan Hari AIDS Sedunia di Kantor Bupati Nabire, Senin (1/11/2025).

Menurut Yulianus, peran komunitas di Nabire selama ini sangat signifikan, baik sebagai pendamping lapangan, kader kesehatan, organisasi keagamaan, maupun kelompok masyarakat yang menjembatani layanan kesehatan dengan warga yang membutuhkan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja tanpa lelah dalam penanggulangan HIV di daerah ini.

Namun, ia mengingatkan bahwa perjalanan menuju “Nabire Bebas Stigma dan Bebas HIV” masih panjang. Tantangan yang masih ditemui antara lain stigma dan diskriminasi, minimnya pemahaman tentang HIV terutama di wilayah pedalaman, akses layanan kesehatan yang belum merata, serta munculnya kasus-kasus baru yang memerlukan penanganan komprehensif.

Pemerintah Kabupaten Nabire, kata Yulianus, terus memperkuat strategi penanggulangan HIV/AIDS melalui peningkatan edukasi berbasis budaya, memperluas layanan tes dan konseling HIV hingga ke kampung-kampung, memastikan keberlanjutan pengobatan ARV bagi ODHA, serta mempererat kemitraan dengan gereja, masjid, sekolah, komunitas pemuda, dan organisasi perempuan. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor karena HIV tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga masalah sosial dan pembangunan manusia.

Kepada generasi muda Nabire, Yulianus berpesan agar selalu melindungi diri melalui informasi yang benar, tidak takut memeriksakan diri, dan berani menjadi agen perubahan. “Masa depan Kabupaten Nabire ada di tangan kalian,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Yulianus mengajak seluruh stakeholder untuk berjalan bersama dengan semangat sinergi, kasih, dan ketulusan hati. Ia optimis bahwa kolaborasi berbagai pihak akan mempercepat terwujudnya target Nabire sehat tanpa stigma.(Red)

Advertisement

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version