Berita Daerah

130 Tahun Melayani Negeri, BRI Nabire Memilih Kesederhanaan di Tengah Duka Nusantara

Published

on



Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Di tengah hiruk pikuk perayaan ulang tahun lembaga keuangan, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) justru memilih langkah berbeda saat memasuki usia ke-130 tahun. Tanpa panggung megah, tanpa gemerlap hiburan, perayaan HUT BRI di Kantor Cabang Nabire, Provinsi Papua Tengah, berlangsung sederhana namun sarat makna.

Di sebuah ruangan yang dipenuhi rasa kekeluargaan, sepotong tumpeng dipotong sebagai simbol rasa syukur. Tidak ada pesta besar. Yang hadir hanyalah kebersamaan, doa, dan empati. Sebab di saat yang sama, sebagian saudara sebangsa tengah berjuang menghadapi bencana alam yang melanda berbagai wilayah Nusantara.

Pemimpin BRI Cabang Nabire, Mohammad Arif Nur Pratama, menuturkan bahwa kesederhanaan ini adalah pilihan sadar dan sesuai petunjuk Dirut BRI.

BRI, katanya, ingin hadir dengan kepekaan sosial di tengah duka masyarakat.

“Kami merayakan HUT BRI ke-130 secara sederhana, cukup dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama. Ini bentuk empati kami atas musibah yang terjadi di berbagai daerah,” ujarnya dengan nada tenang.»

Banjir bandang di Aceh Tamiang, Sibolga, Lampung, hingga bencana yang melanda Kota Malang dan DKI Jakarta menjadi pengingat bahwa usia panjang sebuah institusi harus seiring dengan kepedulian sosial. Bagi BRI, ulang tahun bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk berbagi.

Tak berhenti pada simpati, BRI juga bergerak nyata. Dari Tanah Papua, bantuan kemanusiaan disalurkan untuk para korban bencana di Pulau Sumatera. Pangan dan sandang dikirimkan melalui BRI Pusat di Jakarta, untuk kemudian diteruskan ke titik-titik terdampak.

“BRI di Papua, Papua Tengah, dan wilayah Papua lainnya ikut ambil bagian dalam penyaluran bantuan melalui BRI Pusat, ada sekitar 6000 jiwa pegawai kami (BRI) terdampak di 3 Provinsi Pulau Sumatera, “jelas Arif.

Lebih dari satu abad melayani negeri, BRI terus menegaskan jati dirinya sebagai bank milik negara yang tidak hanya mengejar keuntungan. Di Papua Tengah, peran itu diwujudkan melalui dukungan terhadap ekonomi masyarakat, terutama lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah.

Target nasional KUR 2025 sebesar 175 Triliun Per Oktober, BRI secara nasional sudah salurkan 147,2 T kepada 3,2 juta nasabah.



Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan cerminan denyut usaha kecil yang terus tumbuh dari kios sederhana hingga pelaku UMKM di pelosok daerah.

Selain KUR, BRI juga tengah menyiapkan langkah baru melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Meski masih dalam tahap awal, program ini diharapkan dapat menjadi solusi pembiayaan hunian dengan suku bunga terjangkau.

“KPP ini pada dasarnya adalah perluasan dari KUR, dengan suku bunga yang sama, sekitar 6 hingga 9 persen. Harapannya, pada 2026 program ini bisa berjalan lebih luas,” kata Arif penuh optimisme.»

Dengan tagline “Satu Bank Untuk Semua”, BRI ingin menjawab seluruh kebutuhan nasabah dari hulu hingga hilir. Di Papua Tengah, komitmen itu diperkuat oleh jaringan layanan yang mencakup satu Kantor Cabang Nabire dan Timika, lima BRI Unit di Kota Nabire, dua Teras BRI, serta dua BRI Unit di wilayah pedalaman yakni Enarotali dan Waghete.

Kepercayaan masyarakat pun dirawat melalui apresiasi. Setiap tahun, BRI menghadirkan Pesta Panen Simpedes, dengan hadiah utama satu unit mobil, sebuah simbol bahwa loyalitas nasabah selalu mendapat tempat istimewa.

Di usia ke-130 tahun, BRI Nabire membuktikan bahwa melayani negeri tak selalu harus dirayakan dengan sorak sorai. Kadang, kesederhanaan justru berbicara lebih lantang tentang makna pengabdian. (Mus)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Trending Now

Exit mobile version