Ekonomi Lesu, Kriminal Bernafsu NABIRE – papuatengah.info- Coffee Morning Polres, Pemkab, DPRK Nabire, TNI , Lintas Sektoral, Lintas Lembaga, Lintas Agama dalam rangka menyikapi perkembangan Sitkamtibmas Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Nabire, Rabu (16/7) menghasilkan sejumlah point penting. Salah satunya terkait peredaran Minuman Beralkohol (Minol) di Kabupaten Nabire.Hampir seluruh tokoh yang hadir bahwa penutupan Minol bukan solusi terjadinya sejumlah kriminal di Kabupaten Nabire, tetapi perlu dibuat aturan /regulasi sehingga peredarannya mudah diawasi dan dikontrol serta memberikan pendapatan daerah yang signifikan. Ketua I Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Nabire Abdul Rahman,SE yang hadir di Coffee Morning itu mengatakan bahwa salah satu penyebab meningkatnya kriminal karena lesunya perekonomian. Namun demikian, Minol harus dibuatkan regulasi yang jelas dan tegas. Dalam kesempatan itu, Ketua I KKSS Kabupaten Nabire menyampaikan 6 (enam) point kesepakatan. Pertama Pemerintah dan Aparat Keamanan TNI/Polri memberikan perlindungan dan jaminan keamanan kepada masyarakat Nabire yg beraktifitas diluar rumah. Kedua, mengaktifkan kembali pos polisi di Oyehe, Karang Tumaritis dan Kalibobo. Ketiga, mengaktifkan kembali pos-pos Sinergitas TNI, POLRI dan Pemkab Nabire di beberapa titik seperti Samabusa, Jayanti, Waroki dan sebagainya. Jeempat, mendukung penuh aparat Polri dalam menegakkan hukum secara tegas, terukur dan humanis thdp pelaku2 kriminal yg meresahkan masyarakat di Kab. Nabire, Ibu kota Provinsi Papua Tengah. Kelima, kepada Tokoh masyarakat/adat dan masyarakat untuk tidak membela/mendemo pihak Kepolisian yg menahan pelaku-pelaku kriminal. Keenam, Bupati memberikan pembinaan dan dorongan kepada RT/RW untuk mengambil langkah-langkah strategis berupa pembentukan Siskamling, intervensi keberadaan penduduk yang berdomisili di lingkungan setempat, gotong royong untuk membangun silaturahim dan persaudaraan Cinta lingkungan. (ing elsa)