NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Tengah melantik pengurus cabang olahraga (cabor) periode 2026–2030 di Ruang Meeting Restoran Jakarta, Jalan Jakarta No. 15, Nabire, Jumat (16/10/2026). Pelantikan ini menjadi langkah memperkuat organisasi olahraga dan mempercepat pembinaan atlet untuk menghadapi berbagai agenda kompetisi.
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten III Provinsi Papua Tengah, Victor Fun, yang mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, perwakilan Polda Papua Tengah, perwakilan satuan TNI, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Ketua Umum KONI Papua Tengah, Yosua Tipagau, mengatakan pelantikan pengurus merupakan bagian dari upaya menata organisasi agar pembinaan atlet berjalan lebih terarah dan terkoordinasi. Dalam kegiatan tersebut, enam cabang olahraga kembali dilantik setelah sebelumnya enam cabang olahraga lainnya telah dikukuhkan.
“Kita harus memiliki satu visi, satu misi, dan satu komando dalam membangun olahraga di Provinsi Papua Tengah. Tujuan kita adalah melahirkan atlet-atlet potensial dan berprestasi yang mampu membawa nama baik daerah di tingkat nasional,” kata Yosua.
Ia meminta seluruh pengurus yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi organisasi di delapan kabupaten di Papua Tengah. Langkah ini mencakup pendataan dan penjaringan atlet potensial untuk dipersiapkan mengikuti berbagai kejuaraan, termasuk Pra-PON dan Kejuaraan Nasional.
Yosua menegaskan, keterbatasan waktu menuntut pengurus segera menyusun program kerja dan membangun koordinasi dengan pemangku kepentingan. Menurutnya, pengembangan olahraga prestasi membutuhkan dukungan pemerintah, pihak swasta, TNI, Polri, dan berbagai pihak lainnya.
“Pelantikan ini bukan sekadar pengukuhan jabatan, melainkan awal dari tanggung jawab untuk membangun organisasi yang kuat, melakukan pembinaan secara konsisten, dan menghasilkan atlet-atlet berprestasi bagi Papua Tengah,” ujarnya.
Melalui pelantikan ini, KONI Papua Tengah berharap konsolidasi organisasi dan kolaborasi lintas sektor semakin kuat sehingga pembinaan atlet berkelanjutan dapat mendorong peningkatan prestasi olahraga daerah. (*)