Berita Daerah

Diresmikannya SPBU Yaur Dukung Program Presiden Percepat Pembangunan Papua

Published

on

Presiden Mengumpulkan Gubernur dan Bupati /Walikota se-Papua (dari sejumlah media online nasional)

Nabire, Papua Tengah – enagoNews –
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan pembangunan Papua sebagai kunci pemerataan nasional, dengan fokus pada sinergi program kementerian/lembaga dan pemda melalui Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP-OKP), memastikan pembangunan tepat sasaran, mendorong kemandirian pangan, dan menindak tegas korupsi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Papua secara menyeluruh. Arahan ini disampaikan saat pertemuan dengan Kepala Daerah se-Papua pada Desember 2025. 
Dilansir dari sejumlah media online nasional, Presiden Prabowo, mengatakan percepatan pembangunan Papua adalah kunci pemerataan pembangunan nasional, agar kekayaan negara dinikmati seluruh rakyat.
Diperlukan sinkronisasi dan harmonisasi program pusat dan daerah melalui KEPP-OKP agar pembangunan berdampak langsung ke lapangan.
Menjadikan kemandirian pangan sebagai pondasi utama transformasi bangsa di Papua.
Menurut Presiden, dibutuhkan pengelolaan kekayaan alam secara jujur, bertanggung jawab, dan pemberantasan korupsi tanpa ampun.
“Negara harus hadir menyentuh seluruh pelosok Papua untuk meningkatkan kesejahteraan,” tegasnya.


Sementara itu di sejumlah wilayah diPapua Tengah khususnya di bagian ujung/pinggiran Kabupaten Nabire terkendala masalah Bahan Bakar Minyak (BBM) yang masih sulit didapat dan kalauoun ada stok terbatas dengan harga hampr 2x lipat.



SPBU BBM 1 Harga Yaur Jawab Keluhan Masyarakat
Berdiri dan telah dirasmikannya SPBU BBM 1 Harga di Yaur oleh PT.Sakti Adhi Pertiwi, Jum’at (9/1/2026) disambut antusias dengan penuh harapan oleh Kepala Distrik Yaur Marthina Hamberi dan masyarakat Yaur dan sekitarnya dan juga oleh para sopir dan pengemudi kendaraan yang melintas.Bahkan bagi pengendara yang hendak menuju Wasior Provinsi Papua Barat.
Laporan langsung enagoNews dan Gala Mandiri dari lokasi peresmian SPBU Kompak BBM 1 Harga Yaur,
Kehadiran SPBU itu menjadi jawaban atas keluhan masyarakat utamanya bagi masyarakat nelayan yang setiap hari melaut yang membutuhkan BBM.
Bukan hanya dimudahkan mendapatkan BBM, masyarakat juga dapat memperoleh harga yang sama dengan daerah lain.
Bila sebelumnya masyarakat mendapatkan BBM dengan harga Rp.18.000,- /liter, dengan adanya SPBU BBM 1 harga maka masyarakat merasa lega karena hanya dengan merogoh kocek Rp.10.000,- untuk mendapatkan 1 liter BBM.Tentu ini jauh lebih murah dan juga sama harganya dengan daerah lain.


Seperti yang dikatakan Pemilik SPBU BBM 1 Harga Yaur I Dewa Gede Sukewati, bahwa SPBU kompak seperti ini tidak banyak yang berminat membangun karena alokasinya sedikit, biayanya besar, dan risikonya tinggi. Tapi saya punya alasan tersendiri. Selama pembangunan jalan dan proyek di wilayah ini, kami sangat merasakan sambutan dan dukungan luar biasa dari masyarakat. Tidak pernah dipersulit, tidak ada palang atau pungutan. Komunikasi dengan masyarakat sangat baik,” ungkapnya.
Ia juga menceritakan kedekatan emosional timnya dengan masyarakat setempat, termasuk bagaimana anak-anak yang bekerja di proyek sering memancing ikan dan merasakan hasil laut yang melimpah. Hal inilah yang kemudian menumbuhkan niat untuk menghadirkan SPBU BBM Satu Harga di Yaur, agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses BBM dan mengembangkan potensi ekonomi, khususnya di sektor perikanan dan jasa transportasi laut.
“Dengan adanya BBM Satu Harga ini, masyarakat bisa siapkan perahu, bisa melaut, bisa mancing, bisa sewa perahu, jual pinang, dan usaha-usaha kecil lainnya. Ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga berharap agar ke depan, masyarakat lokal dapat mengambil peran besar dalam membuka usaha-usaha turunan seperti kios, bengkel kecil, hingga penginapan sederhana, sehingga dampak ekonomi dari kehadiran APMS ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat setempat.


Sambutan Antusias,Kadistrik & Masyarakat Yaur
Kehadiran SPBU ini adalah momen yang sudah lama dinantikan oleh masyarakat dan para pengguna jalan. Selama ini akses BBM sangat sulit. Dengan diresmikannya SPBU ini, kami berharap kesulitan tersebut dapat teratasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan APMS/SPBU ini merupakan wujud nyata kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat. Dampak yang diharapkan tidak hanya sebatas kemudahan mendapatkan BBM, tetapi juga peningkatan ekonomi masyarakat, berkembangnya sektor perdagangan, serta terbukanya peluang di sektor pariwisata.
“Atas nama pemerintah distrik dan seluruh masyarakat Distrik Yaur, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Sakti Adhi Pertiwi dan Pertamina. Mari kita jaga dan rawat fasilitas ini bersama-sama demi kemajuan distrik kita,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Ibu Marthina juga menyampaikan rasa haru dan bahagianya atas terwujudnya pembangunan SPBU ini, khususnya bagi masyarakat Kampung Akudimi dan Kampung Yaur yang berada di wilayah pesisir.
“Saya jujur, ketika menerima undangan ini, hati saya sangat senang dan bahagia. Karena saya yakin kehadiran SPBU ini akan sangat menolong masyarakat kami dalam meningkatkan perekonomian mereka dari hari ke hari,” tuturnya.
Peresmian APMS BBM Satu Harga di Distrik Yaur ini diharapkan menjadi awal dari perubahan besar bagi wilayah tersebut. Tidak hanya memperlancar distribusi BBM, tetapi juga membuka akses ekonomi, mempercepat perputaran barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan wilayah Nabire dan sekitarnya, bahkan hingga wilayah lain di Papua Tengah.
Dengan hadirnya APMS ini, harapan baru pun tumbuh: bahwa keterisolasian bukan lagi penghalang utama bagi kemajuan, dan bahwa pembangunan yang merata benar-benar dapat dirasakan hingga ke pelosok negeri.


Komitmen Pertamina Salurkan Energi BBM keseluruh Pelosok Negeri
Fuel Terminal Manager Nabire, Subekan Eko Nugroho, menyampaikan bahwa dari Nabire saja sudah dapat tergambar betapa sulitnya proses pendistribusian energi menuju wilayah Yaur dan sekitarnya. Oleh karena itu, kehadiran SPBU BBM 1 Harga ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses energi.
“Kami di PT Pertamina Patra Niaga Terminal Nabire bekerja sama dengan Sales Branch Marketing Retail dan PT Sakti Adhi Pertiwi untuk berkolaborasi mewujudkan tersalurnya kebutuhan energi, khususnya di Distrik Yaur dan sekitarnya. Kami mohon dukungan dari pemerintah distrik, aparat penegak hukum, TNI, dan Polri, serta seluruh masyarakat agar operasional SPBU ini bisa berjalan aman dan lancar,” ujarnya.
Subekan juga menambahkan bahwa ini adalah komitmen bersama untuk menyalurkan energi ke seluruh pelosok negeri, agar cita-cita pemerataan harga BBM dapat terwujud, di mana harga BBM di daerah terpencil bisa sama dengan harga di kota. Ke depan, pihak Pertamina juga berharap dapat menghadirkan produk-produk subsidi seperti Pertalite dan Biosolar, sambil menunggu kelengkapan perizinan.
“Harapan kami, seiring berjalannya waktu, perputaran ekonomi di Distrik Yaur dan sekitarnya bisa semakin berkembang. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu Dewa yang telah bersedia berkolaborasi menghadirkan energi di wilayah ini,” tambahnya.



BBM 1:Harga : Diseluruh Daerah Semua Harga Sama, /Liter Rp.10.000,-
Sementara itu, Sales Branch Manager Rayon 1 Papua Tengah, Muhammad Rinaldi Suryanto, menegaskan bahwa program BBM 1 Harga merupakan program strategis nasional yang diamanatkan oleh pemerintah pusat kepada Pertamina untuk mendistribusikan energi ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil dan masuk kategori 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
“BBM 1 Harga ini adalah wujud kepedulian negara kepada masyarakat di pelosok yang juga membutuhkan energi dengan harga yang sama seperti di daerah perkotaan. Di Distrik Yaur ini, kami bekerja sama dengan PT Sakti Adhi Pertiwi untuk mewujudkan program tersebut,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa selama ini harga Pertalite di Yaur bisa mencapai Rp18.000 per liter. Dengan beroperasinya SPBU BBM 1 Harga ini, diharapkan ke depan harga Pertalite bisa sama seperti di seluruh Indonesia, yakni sekitar Rp10.000 per liter, dan Biosolar di harga Rp6.800 per liter. Selain itu, SPBU ini juga akan menyediakan produk lain seperti Pertamax dengan harga Rp12.650 dan Dexlite di harga Rp13.800.
“Dengan turunnya biaya energi, kami berharap biaya-biaya lain seperti harga bahan makanan, ikan, dan kebutuhan pokok juga ikut menurun. Kehadiran SPBU ini juga diyakini akan memicu tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di sekitar sini, seperti warung, rumah makan, dan menjadi tempat singgah kendaraan lintas Papua Tengah dan Papua Barat,” tambahnya.


Masyarakat Distrik Yaur pun menyambut baik kehadiran SPBU BBM 1 Harga ini. Mereka berharap akses BBM yang lebih mudah dan harga yang lebih terjangkau dapat meningkatkan kesejahteraan, memperlancar aktivitas sehari-hari, serta membuka peluang ekonomi baru di wilayah mereka.
Dengan diresmikannya SPBU BBM 1 Harga di Distrik Yaur ini, pemerintah dan Pertamina kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali, hingga ke pelosok Papua Tengah. Jika mau, saya bisa pendekkan, buat versi headline lebih tajam, atau sesuaikan dengan gaya media tertentu. (RED)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Trending Now

Exit mobile version