NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info – Bupati Nabire, Mesak Magai, menekankan pentingnya akurasi data dan koordinasi lintas sektor dalam penyusunan Proyeksi Neraca Pangan Wilayah Kabupaten Nabire Tahun 2026. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan di Aula Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Senin (12/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Eliezer Septinus Korowa, Kepala Dinas Pertanian, Yasor Victor Sawo, selaku narasumber, serta perwakilan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire.
Dalam sambutannya, Bupati Nabire mengatakan Nabire memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas pemerintahan, perdagangan, dan jasa di Provinsi Papua Tengah. Karena itu, perencanaan ketahanan pangan harus didukung data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Melalui data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas pasokan, memperlancar distribusi, mengendalikan harga, serta melindungi masyarakat dari risiko kerawanan pangan,” tegasnya.
Ia menekankan tiga hal utama, yakni keakuratan data produksi dan stok pangan, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pemanfaatan hasil proyeksi sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Menurutnya, kerja sama antara OPD, Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog, dan pelaku usaha pangan diperlukan untuk mengantisipasi potensi kekurangan maupun surplus pangan di setiap wilayah.
Selain memperkuat produksi pangan lokal, pemerintah juga perlu memperhatikan masyarakat yang rentan terhadap kenaikan harga dan biaya transportasi.
“Keberhasilan pembangunan ketahanan pangan tidak hanya diukur dari tersusunnya dokumen perencanaan, tetapi juga dari kemampuan kita memastikan bahwa masyarakat memperoleh pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau sepanjang waktu,” demikian pesan Bupati Nabire.
Ia berharap hasil kegiatan tersebut ditindaklanjuti secara konkret untuk memperkuat ketahanan pangan Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah. (*)