Connect with us

Berita Daerah

Sidak Gabungan di Tiga SPBU Nabire, Tim Temukan Pelanggaran Tangki Modifikasi hingga KIR Kedaluwarsa

Published

on

Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Sidak Gabungan Pemkab, TNI, Polri, dan Pertamina Temukan Sejumlah Kasus Pelanggaran di SPBU Nabire
Nabire, Papua Tengah – Tim gabungan yang terdiri dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, TNI, Polri, serta PT Pertamina Nabire menemukan sejumlah pelanggaran dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Nabire.
Sidak tersebut melibatkan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Nabire yang diwakili Asisten I Bidang Pembangunan Isaias Zonggonau, Bagian Perekonomian Daerah (Perekda), Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta aparat TNI–Polri. Sementara dari pihak Pertamina, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Branch Manager PT Pertamina Nabire, Muhammad Rizaldi Suryanto.
Tim gabungan melakukan pemeriksaan di tiga SPBU, yakni SPBU Wadio, SPBU Bumi Wonorejo, dan SPBU Bukit Meriam. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari pengawasan distribusi BBM, khususnya BBM bersubsidi, sekaligus menindaklanjuti berbagai laporan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan di lapangan.
Temuan Pelanggaran di Lapangan


Dalam kegiatan sidak tersebut, tim gabungan menemukan sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa kendaraan yang melakukan pengisian BBM di SPBU.
Pelanggaran yang ditemukan antara lain adanya kendaraan yang memodifikasi tangki bahan bakar dengan kapasitas lebih besar dari standar, penggunaan pelat nomor kendaraan yang tidak sesuai, serta kendaraan yang masih beroperasi meskipun sertifikat uji kelayakan kendaraan atau KIR telah kedaluwarsa.
Temuan tersebut diketahui setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen kendaraan serta mencocokkan data kendaraan dengan barcode yang digunakan saat pengisian BBM bersubsidi.


Mariana Sawaki dari Bagian Perekonomian Daerah (Perekda) Pemkab Nabire mengatakan bahwa pelanggaran tersebut terungkap berkat ketelitian petugas yang melakukan pemeriksaan secara langsung di lapangan.
“Petugas memeriksa kelengkapan kendaraan serta barcode yang digunakan untuk pengisian BBM di SPBU. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan beberapa kendaraan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.


Pemerintah Akui Temuan Jadi Bahan Evaluasi
Asisten I Bidang Pembangunan Setda Kabupaten Nabire, Isaias Zonggonau, membenarkan bahwa selama pelaksanaan sidak tim gabungan menemukan sejumlah pelanggaran di lapangan.
Menurutnya, temuan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah sekaligus bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pengawasan distribusi BBM di wilayah Kabupaten Nabire.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu memperkuat pengawasan agar distribusi BBM, terutama BBM bersubsidi, dapat tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.
“Kami menemukan beberapa pelanggaran di lapangan dan ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah. Ke depan kita perlu mencari solusi terbaik agar pelanggaran seperti ini bisa diminimalisir,” kata Isaias kepada awak media.
Pentingnya Pengawasan dan Peran Masyarakat


Isaias menambahkan bahwa pengawasan terhadap distribusi BBM tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk masyarakat.
Menurutnya, masyarakat perlu berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan adanya dugaan penyimpangan atau penyalahgunaan BBM di lapangan.
“Kontrol dari pemerintah sangat penting, tetapi masyarakat juga harus ikut berperan dengan memberikan laporan jika ada penyimpangan. Dengan keterbukaan informasi dan kerja sama semua pihak, pengawasan dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Dorongan Pengawasan Rutin
Lebih lanjut, Isaias menyampaikan bahwa kegiatan sidak yang dilakukan saat ini merupakan langkah awal untuk memperkuat pengawasan distribusi BBM di wilayah Nabire.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin, misalnya setiap tiga bulan sekali, sehingga potensi penyalahgunaan BBM dapat ditekan dan distribusi BBM kepada masyarakat berjalan lebih tertib.
Selain itu, pemerintah daerah juga berencana membentuk tim pemantau guna memastikan pengawasan terhadap distribusi BBM dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini merupakan langkah awal. Ke depan kami berharap tim gabungan dapat turun secara rutin untuk melakukan pengawasan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” katanya.
Data Temuan Akan Dilaporkan ke Pimpinan
Pemerintah Kabupaten Nabire juga akan mengumpulkan seluruh data temuan dari kegiatan sidak tersebut untuk dilaporkan kepada pimpinan daerah sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan selanjutnya.
Hasil temuan di lapangan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah-langkah penataan distribusi BBM, termasuk kemungkinan perbaikan sistem pengawasan dan pelayanan agar lebih efektif.
Menurut Isaias, upaya tersebut penting dilakukan mengingat kebutuhan BBM di wilayah Nabire cukup besar, terlebih wilayah tersebut juga menjadi pusat aktivitas ekonomi yang melayani beberapa daerah di sekitarnya.
“Data dari lapangan akan kami laporkan kepada pimpinan agar dapat dipelajari dan diputuskan langkah terbaik. Harapannya ke depan distribusi BBM bisa lebih tertib dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” pungkasnya. (Red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Daerah

DinKes Papua Tengah Gelar OJT di Deiyai, Isak Waine : Layanan Harus Sesuai Standar

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.

Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.

Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Menuju Kepengurusan Definitif, Asprov PSSI Papua Tengah Siap Gelar Musda di Nabire

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah bersiap menggelar musyawarah daerah guna memilih ketua dan membentuk kepengurusan definitif sebelum tenggat waktu Agustus 2026 yang ditetapkan PSSI Pusat. Langkah ini diambil usai jajaran pengurus Asprov PSSI Papua Tengah menghadiri Kongres Biasa PSSI di Jakarta yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Senin (3/8/2026).

Musda tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh PSSI Pusat di Nabire serta mengundang seluruh pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah demi memastikan legitimasi tata kelola organisasi di daerah.

Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah, yang juga merupakan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa konsolidasi ini krusial mengingat status kepengurusan daerah masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt) sejak 2022. Selain penataan struktur organisasi, Asprov Papua Tengah juga memfokuskan agenda pada pembinaan usia dini melalui rencana pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) terstruktur serta persiapan kompetisi Liga 4 zona daerah.

“Papua adalah gudangnya pemain sepak bola, namun selama ini kita belum memiliki SSB yang terstruktur sesuai jenjang usia. Inilah mimpi besar kita: ke depan di Papua Tengah pun berdiri SSB khusus yang membina bakat sejak dini,” ujar Deinas Geley.

Restrukturisasi di tingkat daerah ini sejalan dengan kebijakan PSSI Pusat yang menjadwalkan pemilihan ketua Asprov secara serentak pada Oktober hingga November 2026, sebelum berlanjut ke Kongres Pemilihan Pengurus PSSI periode 2027–2031 pada Juli 2027. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan pentingnya transparansi dalam proses transisi kepemimpinan daerah tersebut untuk menyelaraskan program kerja nasional.

“Sesuai dengan statuta, kami sudah menyepakati bahwa pemilihan Ketua Asprov PSSI akan dilakukan secara terbuka,” tegas Erick usai memimpin kongres. (Red)

Advertisement
Continue Reading

Berita Daerah

DENZIPUR 12/OHH Laksanakan Assessment Proyeksi Personel Satgas MONUSCO, Siapkan Prajurit Profesional untuk Misi Perdamaian PBB

Published

on


PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dalam upaya menyiapkan prajurit yang profesional, tangguh, dan siap mengemban tugas operasi pemeliharaan perdamaian dunia, Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 12/OHH melaksanakan kegiatan assessment proyeksi personel Satgas MONUSCO (United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo).
Kegiatan assessment ini merupakan bagian dari tahapan seleksi yang dilaksanakan secara menyeluruh guna memastikan setiap personel yang diproyeksikan mengikuti penugasan internasional memiliki kemampuan, integritas, serta kesiapan yang sesuai dengan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, Denzipur 12/OHH berkomitmen menghadirkan prajurit terbaik untuk mendukung misi perdamaian dunia.


Dalam pelaksanaannya, assessment mencakup berbagai aspek penilaian, mulai dari kemampuan fisik, kesehatan jasmani dan rohani, kesiapan mental, pengetahuan umum, keterampilan teknis kecabangan zeni, kemampuan berbahasa Inggris, hingga kelengkapan administrasi. Seluruh tahapan tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan personel yang akan diusulkan mengikuti Satgas MONUSCO.


Selain menguji kemampuan individu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kesiapan prajurit dalam menghadapi tantangan penugasan di wilayah operasi yang memiliki karakteristik berbeda dengan penugasan di dalam negeri. Personel dituntut memiliki disiplin tinggi, kemampuan beradaptasi, kerja sama tim yang baik, serta profesionalisme dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.


Komandan Denzipur 12/OHH menegaskan bahwa setiap personel harus mengikuti seluruh rangkaian assessment dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis, serta terus mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan PBB.
“Setiap prajurit harus mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek fisik, mental, maupun kemampuan profesional. Penugasan dalam misi perdamaian dunia merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab,” tegasnya.


Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang secara konsisten berkontribusi dalam operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengiriman berbagai satuan, termasuk unsur Kompi Zeni (Kizi), yang memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan dan jembatan, pembukaan akses mobilitas pasukan, pembangunan fasilitas pendukung, serta berbagai pekerjaan rekayasa teknik lainnya di daerah misi.
Keikutsertaan prajurit TNI dalam Satgas MONUSCO tidak hanya menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan profesionalisme, kemampuan, dan citra positif TNI di mata masyarakat internasional.


Melalui pelaksanaan assessment ini, Denzipur 12/OHH berharap dapat menghasilkan personel terbaik yang memiliki kompetensi, disiplin, integritas, dan semangat pengabdian tinggi sehingga mampu mengemban tugas dengan baik serta mengharumkan nama TNI dan Republik Indonesia dalam setiap pelaksanaan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Red)

Continue Reading

Trending