Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Distrik Yaur, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, mencatat sejarah baru dengan dilaksanakannya pendistribusian dan penyaluran perdana BBM Satu Harga melalui SPBU PT Sakti Adhi Pertiwi dengan nomor 86.988.11. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerataan energi di wilayah yang selama ini dikenal sulit dijangkau dan memiliki keterbatasan akses bahan bakar minyak (BBM). Peresmian SPBU BBM Satu Harga ini bukan sekadar pembukaan fasilitas distribusi energi, tetapi juga menjadi simbol dimulainya era baru bagi masyarakat Distrik Yaur dan sekitarnya. Selama bertahun-tahun, warga harus menghadapi harga BBM yang sangat mahal, bahkan bisa mencapai puluhan ribu rupiah per liter akibat sulitnya jalur distribusi. Dengan hadirnya SPBU ini, masyarakat kini dapat menikmati BBM dengan harga yang sama seperti di wilayah lain di Indonesia. Peresmian, pendistribusian, dan penyaluran perdana BBM 1 Harga SPBU Yaur diawali dengan pengisian truck BBM PT.Lintas Pegunungan Papua di Depot Pertamina Nabarua Nabire Papua Tengah untuk selanjutnya dibawa ke lokasi SPBU BBM 1 Harga Yaur.
Sementara dilokasi peresmian, prosesi diawali dengan ibadah Hindu yang dipimpin oleh Mangku Suatam. Prosesi ini berlangsung khidmat dan sarat makna, sebagai ungkapan syukur sekaligus doa permohonan agar operasional SPBU Yaur dapat berjalan dengan lancar, aman, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar.
Acara peresmian ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Fuel Terminal Manager Nabire, Subekan Eko Nugroho, Sales Branch Manager Rayon 1 Papua Tengah, Muhammad Rinaldi Suryanto; Ketua DPC Hiswana Migas, Yeheskhiel Imbiri, Kapolsek Yaur, Danramil Distrik Kwantisore yang diwakili oleh Babinsa Sertu Jarwo, Kepala Distrik Yaur, Ibu Marthina Hamberi. Pemilik APMS BBM Satu Harga PT Sakti Adhi Pertiwi, I Dewa Gede Sukewati, Ibu Tanti Dewa Gede Sukewati, serta para tokoh masyarakat dan warga setempat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme dari masyarakat.
Dalam sambutannya, Pemilik SPBU BBM Satu Harga Yaur, I Dewa Gede Sukewati, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya penyaluran perdana BBM di Distrik Yaur. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan APMS ini bukanlah hal yang mudah, mengingat tantangan geografis, biaya operasional yang tinggi, serta risiko yang besar. “SPBU kompak seperti ini tidak banyak yang berminat membangun karena alokasinya sedikit, biayanya besar, dan risikonya tinggi. Tapi saya punya alasan tersendiri. Selama pembangunan jalan dan proyek di wilayah ini, kami sangat merasakan sambutan dan dukungan luar biasa dari masyarakat. Tidak pernah dipersulit, tidak ada palang atau pungutan. Komunikasi dengan masyarakat sangat baik,” ungkapnya. Ia juga menceritakan kedekatan emosional timnya dengan masyarakat setempat, termasuk bagaimana anak-anak yang bekerja di proyek sering memancing ikan dan merasakan hasil laut yang melimpah. Hal inilah yang kemudian menumbuhkan niat untuk menghadirkan SPBU BBM Satu Harga di Yaur, agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses BBM dan mengembangkan potensi ekonomi, khususnya di sektor perikanan dan jasa transportasi laut. “Dengan adanya BBM Satu Harga ini, masyarakat bisa siapkan perahu, bisa melaut, bisa mancing, bisa sewa perahu, jual pinang, dan usaha-usaha kecil lainnya. Ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelasnya. Ia juga berharap agar ke depan, masyarakat lokal dapat mengambil peran besar dalam membuka usaha-usaha turunan seperti kios, bengkel kecil, hingga penginapan sederhana, sehingga dampak ekonomi dari kehadiran APMS ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat setempat.
Kadistrik Sampaikan Apresisi Tinggi : SPBU Jawaban atas Keluhan Masyarakat
Sementara itu, Kepala Distrik Yaur, Ibu Marthina Hamberi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam serta apresiasi yg tinggi kepada Pemilik SPBU Satu Harga Yaur I Dewa Gede Sukewati dan Ibu Tanti Dewa Sukewati yang telah menghadirkan SPBU BBM Satu Harga di wilayah yang dipimpinnya. Menurutnya, SPBU ini merupakan jawaban atas keluhan masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan BBM dengan harga terjangkau. “Kehadiran SPBU ini adalah momen yang sudah lama dinantikan oleh masyarakat dan para pengguna jalan. Selama ini akses BBM sangat sulit. Dengan diresmikannya SPBU ini, kami berharap kesulitan tersebut dapat teratasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan APMS/SPBU ini merupakan wujud nyata kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat. Dampak yang diharapkan tidak hanya sebatas kemudahan mendapatkan BBM, tetapi juga peningkatan ekonomi masyarakat, berkembangnya sektor perdagangan, serta terbukanya peluang di sektor pariwisata. “Atas nama pemerintah distrik dan seluruh masyarakat Distrik Yaur, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Sakti Adhi Pertiwi dan Pertamina. Mari kita jaga dan rawat fasilitas ini bersama-sama demi kemajuan distrik kita,” tambahnya. Di akhir sambutannya, Ibu Marthina juga menyampaikan rasa haru dan bahagianya atas terwujudnya pembangunan SPBU ini, khususnya bagi masyarakat Kampung Akudimi dan Kampung Yaur yang berada di wilayah pesisir. “Saya jujur, ketika menerima undangan ini, hati saya sangat senang dan bahagia. Karena saya yakin kehadiran SPBU ini akan sangat menolong masyarakat kami dalam meningkatkan perekonomian mereka dari hari ke hari,” tuturnya.
Peresmian SPBU BBM Satu Harga di Distrik Yaur ini diharapkan menjadi awal dari perubahan besar bagi wilayah tersebut. Tidak hanya memperlancar distribusi BBM, tetapi juga membuka akses ekonomi, mempercepat perputaran barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan wilayah Nabire dan sekitarnya, bahkan hingga wilayah lain di Papua Tengah. Dengan hadirnya SPBU ini, harapan baru pun tumbuh: bahwa keterisolasian bukan lagi penghalang utama bagi kemajuan, dan bahwa pembangunan yang merata benar-benar dapat dirasakan hingga ke pelosok negeri. (RED)
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).
Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.
Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.
Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.
Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah bersiap menggelar musyawarah daerah guna memilih ketua dan membentuk kepengurusan definitif sebelum tenggat waktu Agustus 2026 yang ditetapkan PSSI Pusat. Langkah ini diambil usai jajaran pengurus Asprov PSSI Papua Tengah menghadiri Kongres Biasa PSSI di Jakarta yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Senin (3/8/2026).
Musda tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh PSSI Pusat di Nabire serta mengundang seluruh pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah demi memastikan legitimasi tata kelola organisasi di daerah.
Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah, yang juga merupakan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa konsolidasi ini krusial mengingat status kepengurusan daerah masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt) sejak 2022. Selain penataan struktur organisasi, Asprov Papua Tengah juga memfokuskan agenda pada pembinaan usia dini melalui rencana pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) terstruktur serta persiapan kompetisi Liga 4 zona daerah.
“Papua adalah gudangnya pemain sepak bola, namun selama ini kita belum memiliki SSB yang terstruktur sesuai jenjang usia. Inilah mimpi besar kita: ke depan di Papua Tengah pun berdiri SSB khusus yang membina bakat sejak dini,” ujar Deinas Geley.
Restrukturisasi di tingkat daerah ini sejalan dengan kebijakan PSSI Pusat yang menjadwalkan pemilihan ketua Asprov secara serentak pada Oktober hingga November 2026, sebelum berlanjut ke Kongres Pemilihan Pengurus PSSI periode 2027–2031 pada Juli 2027. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan pentingnya transparansi dalam proses transisi kepemimpinan daerah tersebut untuk menyelaraskan program kerja nasional.
“Sesuai dengan statuta, kami sudah menyepakati bahwa pemilihan Ketua Asprov PSSI akan dilakukan secara terbuka,” tegas Erick usai memimpin kongres. (Red)
PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dalam upaya menyiapkan prajurit yang profesional, tangguh, dan siap mengemban tugas operasi pemeliharaan perdamaian dunia, Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 12/OHH melaksanakan kegiatan assessment proyeksi personel Satgas MONUSCO (United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo). Kegiatan assessment ini merupakan bagian dari tahapan seleksi yang dilaksanakan secara menyeluruh guna memastikan setiap personel yang diproyeksikan mengikuti penugasan internasional memiliki kemampuan, integritas, serta kesiapan yang sesuai dengan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, Denzipur 12/OHH berkomitmen menghadirkan prajurit terbaik untuk mendukung misi perdamaian dunia.
Dalam pelaksanaannya, assessment mencakup berbagai aspek penilaian, mulai dari kemampuan fisik, kesehatan jasmani dan rohani, kesiapan mental, pengetahuan umum, keterampilan teknis kecabangan zeni, kemampuan berbahasa Inggris, hingga kelengkapan administrasi. Seluruh tahapan tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan personel yang akan diusulkan mengikuti Satgas MONUSCO.
Selain menguji kemampuan individu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kesiapan prajurit dalam menghadapi tantangan penugasan di wilayah operasi yang memiliki karakteristik berbeda dengan penugasan di dalam negeri. Personel dituntut memiliki disiplin tinggi, kemampuan beradaptasi, kerja sama tim yang baik, serta profesionalisme dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.
Komandan Denzipur 12/OHH menegaskan bahwa setiap personel harus mengikuti seluruh rangkaian assessment dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis, serta terus mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan PBB. “Setiap prajurit harus mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek fisik, mental, maupun kemampuan profesional. Penugasan dalam misi perdamaian dunia merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab,” tegasnya.
Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang secara konsisten berkontribusi dalam operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengiriman berbagai satuan, termasuk unsur Kompi Zeni (Kizi), yang memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan dan jembatan, pembukaan akses mobilitas pasukan, pembangunan fasilitas pendukung, serta berbagai pekerjaan rekayasa teknik lainnya di daerah misi. Keikutsertaan prajurit TNI dalam Satgas MONUSCO tidak hanya menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan profesionalisme, kemampuan, dan citra positif TNI di mata masyarakat internasional.
Melalui pelaksanaan assessment ini, Denzipur 12/OHH berharap dapat menghasilkan personel terbaik yang memiliki kompetensi, disiplin, integritas, dan semangat pengabdian tinggi sehingga mampu mengemban tugas dengan baik serta mengharumkan nama TNI dan Republik Indonesia dalam setiap pelaksanaan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Red)