Connect with us

Berita Daerah

PLN UP3 Nabire Siaga Penuh Lewat Program JEMPOL

Published

on

Tak Sekadar Menyalakan Lampu, PLN UP3 Nabire Menjaga Nataru Tetap Terang hingga Pelosok Papua Tengah

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS –
Malam Natal adalah tentang terang. Tentang keluarga yang berkumpul, doa yang dipanjatkan, dan harapan yang kembali dinyalakan. Di Papua Tengah, terang itu tidak selalu datang dengan mudah. Jalan terjal, cuaca tak menentu, hingga keterbatasan BBM menjadi bagian dari keseharian. Namun, di balik semua tantangan itu, ada upaya sunyi yang terus berjalan agar cahaya tetap menyala.

Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT PLN (Persero) UP3 Nabire memilih untuk tidak hanya berbicara soal mesin dan kabel. Melalui Program Siaga Nataru JEMPOL (Jelang Natal dan Tahun Baru Pelayanan Optimal Listrik), PLN memastikan bahwa listrik bukan sekadar aliran energi, melainkan jembatan harapan bagi masyarakat hingga ke pedalaman Papua Tengah.

Di sebuah sudut kota Nabire, tepatnya di Aiman Coffee, Sabtu (13/12/2025), manajemen PLN UP3 Nabire beserta jajaran lengkap duduk bersama insan pers. Bukan sekadar konferensi pers, melainkan ruang berbagi cerita tentang bagaimana menjaga terang di wilayah yang tidak selalu ramah bagi infrastruktur.

“PLN ingin masyarakat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang. Tanpa kekhawatiran listrik padam di saat doa dan kebersamaan berlangsung,” ujar Rachel Monika Rumbewas, Manager PLN UP3 Nabire, dengan nada yang lebih menyerupai ungkapan harapan daripada laporan teknis.

Ketika Malam Padam, Semua Merasa

Rachel tak menutup mata atas kejadian pemadaman mendadak yang sempat terjadi pada Jumat malam (12/12/2025). Ia memilih menyampaikannya secara terbuka.
Menjelang perayaan Hari Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026, PT PLN (Persero) UP3 Nabire menyatakan siaga penuh dalam menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh wilayah Papua Tengah, termasuk daerah pedalaman. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Press Conference Siaga Natal dan Tahun Baru (Nataru) Aiman Coffee Nabire itu.

Dalam kesempatan tersebut, PLN secara resmi meluncurkan Program Siaga Nataru JEMPOL (Jelang Natal dan Tahun Baru Pelayanan Optimal Listrik). Program ini menjadi strategi utama PLN untuk memastikan sistem kelistrikan tetap aman, andal, dan terkendali selama momen hari besar keagamaan dan pergantian tahun.

Advertisement

Program PLN JEMPOL (Jemput Pasang Listrik Online) adalah program inovatif dari PLN UP3 Nabire untuk mempercepat proses penyambungan listrik baru, menjadikannya lebih mudah, cepat, dan pasti nyala, seringkali memanfaatkan platform digital seperti PLN Mobile dan promosi menarik untuk pelanggan baru atau tambah daya, serta bagian dari upaya digitalisasi layanan PLN. 

Fitur Utama Program JEMPOL :

1.Penyambungan Cepat: Menawarkan proses penyambungan listrik baru yang lebih kilat.
2.Mudah & Praktis: Pelayanan bisa diakses secara online, mengurangi birokrasi.
3.Pasti Nyala: Menjamin listrik langsung menyala setelah proses selesai.
4.Berbasis Digital: Memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk kemudahan transaksi. 

Manfaat bagi Pelanggan:
Akses Mudah: Permohonan bisa diajukan secara digital.
Promo Menarik: Seringkali ada promo khusus seperti potongan harga atau kejutan bagi pelanggan baru atau tambah daya.

Respons Cepat: Tim PLN lebih proaktif dalam melayani 

Contoh Konkret (di Nabire):
Tim PLN UP3 Nabire berhasil meraih penghargaan di PLN Marketing Award 2025 karena strategi pemasaran yang efektif, termasuk program JEMPOL, menunjukkan komitmen PLN untuk terus berinovasi dalam pelayanan. 

Secara keseluruhan, JEMPOL adalah strategi PLN untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dengan layanan yang efisien dan modern, sejalan dengan program digitalisasi nasional PLN. 

Manager PLN UP3 Nabire, Rachel Monika Rumbewas, menyampaikan bahwa seluruh elemen kelistrikan telah disiapkan secara menyeluruh, mulai dari pembangkit, jaringan distribusi, hingga personel teknik yang siaga 24 jam.

Advertisement

“PLN UP3 Nabire memastikan seluruh sistem kelistrikan dalam kondisi siap. Kami ingin masyarakat Papua Tengah dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman, dan penuh sukacita tanpa terganggu oleh masalah listrik,” ujar Rachel.

Pembangkit Cadangan hingga SPKLU Disiagakan

Sebagai bagian dari kesiapan tersebut, PLN UP3 Nabire menyiapkan pembangkit cadangan untuk mengantisipasi gangguan mendadak. Apabila terjadi kondisi darurat, seperti keluarnya beban dari PLTG 1–2, sistem akan langsung dibackup oleh pembangkit-pembangkit kecil yang telah disiagakan agar pemadaman tidak berlangsung lama.

Selain itu, PLN juga menyiapkan dua Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang berlokasi di Jalan Pemuda (ULP Nabire Kota) dan di halaman Kantor UP3 Nabire. Kehadiran SPKLU ini mendukung mobilitas kendaraan listrik roda dua dan roda empat selama periode libur panjang Nataru.

Permohonan Maaf atas Pemadaman Mendadak

Dalam press conference tersebut, Rachel juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas pemadaman listrik mendadak yang terjadi pada Jumat malam (12/12/2025).

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Pemadaman terjadi di luar dugaan pada pukul 17.57 WIT, dan proses pemulihan dilakukan secara bertahap hingga sistem kembali normal sekitar pukul 01.00 WIT dini hari,” jelasnya.

Ia menegaskan, PLN tidak menginginkan kondisi pemadaman berulang, karena berdampak langsung pada kenyamanan masyarakat maupun petugas di lapangan.

“Kami juga ingin masyarakat bisa menikmati listrik dengan baik, dan petugas kami pun bisa bekerja dalam kondisi yang aman dan terkendali. Karena itu, sistem pembangkit dan jaringan terus kami jaga secara bersamaan,” tambahnya.

Advertisement

Tantangan Berat di Wilayah Pedalaman

Rachel mengakui bahwa tantangan pelayanan listrik di Papua Tengah tidak hanya berada di wilayah perkotaan, tetapi terutama di daerah pedalaman seperti Paniai, Deiyai, dan Dogiyai, yang masih sangat bergantung pada distribusi BBM untuk pembangkit listrik diesel.

“Kendala utama kami adalah akses jalan dan faktor keamanan. Namun kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, yang dikawal langsung oleh Wakil Gubernur, serta pemerintah kabupaten setempat,” ungkapnya.

Dalam kondisi ekstrem, PLN bahkan menyiapkan distribusi BBM melalui jalur udara dari Timika, meskipun dengan kapasitas angkut yang sangat terbatas. Pada situasi darurat tersebut, PLN menerapkan pola pelayanan listrik 12 jam menyala agar masyarakat tetap mendapatkan penerangan.

“Kami berharap kondisi keamanan dan akses jalan tetap kondusif selama Natal dan Tahun Baru, sehingga distribusi BBM berjalan lancar dan pelayanan listrik dapat kembali normal 24 jam,” harap Rachel.

Promo Tambah Daya dan Ajakan Gunakan PLN Mobile

Selain kesiapan teknis, PLN UP3 Nabire juga menyampaikan informasi terkait program promo tambah daya yang rutin diluncurkan oleh PLN Pusat. Promo tersebut memberikan potongan harga hingga hampir 50 persen dari biaya normal.

“Misalnya biaya normal tambah daya dari Rp1,3 juta ke Rp2,2 juta, dengan promo pelanggan cukup membayar sekitar Rp500 ribu. Informasi promo ini akan terus kami update melalui media sosial PLN dan aplikasi PLN Mobile,” jelasnya.

PLN mengimbau masyarakat untuk mengunduh aplikasi PLN Mobile agar dapat memperoleh informasi terkini terkait promo, pengaduan gangguan, hingga layanan kelistrikan lainnya.

Advertisement

Imbauan Bayar Listrik Tepat Waktu

Dalam kesempatan yang sama, PLN UP3 Nabire juga mengingatkan masyarakat agar membayar tagihan listrik tepat waktu, yakni pada periode tanggal 1 hingga 20 setiap bulan.

“Masih banyak pelanggan yang terbiasa membayar di akhir bulan, bahkan setelah dilakukan pemutusan. Ini sering menimbulkan persoalan di lapangan. Kami berharap dengan bantuan media, informasi ini bisa mengubah mindset masyarakat agar lebih disiplin membayar tepat waktu,” ujarnya.

Edukasi Keselamatan Listrik Jadi Perhatian Serius

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 32768;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 38;

PLN juga menekankan pentingnya keselamatan instalasi listrik, terutama menjelang libur panjang. Rachel menjelaskan bahwa kebakaran bukan disebabkan oleh korsleting semata, melainkan oleh instalasi listrik yang tidak standar.

“Kami sering temukan instalasi lama, kabel tidak sesuai standar, bahkan menggunakan kabel antena. Ini sangat berbahaya. Percikan api kecil di plafon bisa menjadi sumber kebakaran sewaktu-waktu,” ungkapnya berdasarkan pengalaman lapangan.

PLN mengimbau masyarakat untuk memastikan instalasi listrik di rumah sesuai standar dan memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO) yang perlu diperbarui secara berkala. Selain itu, peralatan listrik yang tidak digunakan saat rumah ditinggal libur sebaiknya dicabut untuk menghindari risiko.

Menutup press conference, PLN UP3 Nabire menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan melayani masyarakat Papua Tengah dengan optimal.

“Dengan kerja sama semua pihak dan dukungan masyarakat, kami optimistis perayaan Natal dan Tahun Baru 2025–2026 dapat berlangsung aman, terang, dan penuh damai,” tutup Rachel. (Red)

Advertisement

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Daerah

DinKes Papua Tengah Gelar OJT di Deiyai, Isak Waine : Layanan Harus Sesuai Standar

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) menggelar On the Job Training (OJT) Program Kusta, Filariasis, Hepatitis, dan ISPA/Pneumonia di Kabupaten Deiyai pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan berbasis tempat kerja yang melibatkan pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta seluruh Puskesmas setempat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam surveilans, penemuan kasus secara dini, tata laksana pasien, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan dasar.

Kegiatan teknis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mewujudkan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam menghadirkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan mutu sumber daya manusia kesehatan hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Isak Waine, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi garda terdepan fasilitas kesehatan. “Melalui OJT ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai standar, utamanya dalam memperkuat deteksi dini serta menghapus stigma penyakit kusta di tengah masyarakat,” ujar Isak Waine.

Melalui sinergi yang makin kokoh antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh Puskesmas, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian penyakit menular dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan. (Red)

Continue Reading

Berita Daerah

Menuju Kepengurusan Definitif, Asprov PSSI Papua Tengah Siap Gelar Musda di Nabire

Published

on

PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah bersiap menggelar musyawarah daerah guna memilih ketua dan membentuk kepengurusan definitif sebelum tenggat waktu Agustus 2026 yang ditetapkan PSSI Pusat. Langkah ini diambil usai jajaran pengurus Asprov PSSI Papua Tengah menghadiri Kongres Biasa PSSI di Jakarta yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Senin (3/8/2026).

Musda tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh PSSI Pusat di Nabire serta mengundang seluruh pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah demi memastikan legitimasi tata kelola organisasi di daerah.

Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah, yang juga merupakan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa konsolidasi ini krusial mengingat status kepengurusan daerah masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt) sejak 2022. Selain penataan struktur organisasi, Asprov Papua Tengah juga memfokuskan agenda pada pembinaan usia dini melalui rencana pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) terstruktur serta persiapan kompetisi Liga 4 zona daerah.

“Papua adalah gudangnya pemain sepak bola, namun selama ini kita belum memiliki SSB yang terstruktur sesuai jenjang usia. Inilah mimpi besar kita: ke depan di Papua Tengah pun berdiri SSB khusus yang membina bakat sejak dini,” ujar Deinas Geley.

Restrukturisasi di tingkat daerah ini sejalan dengan kebijakan PSSI Pusat yang menjadwalkan pemilihan ketua Asprov secara serentak pada Oktober hingga November 2026, sebelum berlanjut ke Kongres Pemilihan Pengurus PSSI periode 2027–2031 pada Juli 2027. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan pentingnya transparansi dalam proses transisi kepemimpinan daerah tersebut untuk menyelaraskan program kerja nasional.

“Sesuai dengan statuta, kami sudah menyepakati bahwa pemilihan Ketua Asprov PSSI akan dilakukan secara terbuka,” tegas Erick usai memimpin kongres. (Red)

Advertisement
Continue Reading

Berita Daerah

DENZIPUR 12/OHH Laksanakan Assessment Proyeksi Personel Satgas MONUSCO, Siapkan Prajurit Profesional untuk Misi Perdamaian PBB

Published

on


PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA – Dalam upaya menyiapkan prajurit yang profesional, tangguh, dan siap mengemban tugas operasi pemeliharaan perdamaian dunia, Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 12/OHH melaksanakan kegiatan assessment proyeksi personel Satgas MONUSCO (United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo).
Kegiatan assessment ini merupakan bagian dari tahapan seleksi yang dilaksanakan secara menyeluruh guna memastikan setiap personel yang diproyeksikan mengikuti penugasan internasional memiliki kemampuan, integritas, serta kesiapan yang sesuai dengan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, Denzipur 12/OHH berkomitmen menghadirkan prajurit terbaik untuk mendukung misi perdamaian dunia.


Dalam pelaksanaannya, assessment mencakup berbagai aspek penilaian, mulai dari kemampuan fisik, kesehatan jasmani dan rohani, kesiapan mental, pengetahuan umum, keterampilan teknis kecabangan zeni, kemampuan berbahasa Inggris, hingga kelengkapan administrasi. Seluruh tahapan tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan personel yang akan diusulkan mengikuti Satgas MONUSCO.


Selain menguji kemampuan individu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kesiapan prajurit dalam menghadapi tantangan penugasan di wilayah operasi yang memiliki karakteristik berbeda dengan penugasan di dalam negeri. Personel dituntut memiliki disiplin tinggi, kemampuan beradaptasi, kerja sama tim yang baik, serta profesionalisme dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.


Komandan Denzipur 12/OHH menegaskan bahwa setiap personel harus mengikuti seluruh rangkaian assessment dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis, serta terus mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan PBB.
“Setiap prajurit harus mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek fisik, mental, maupun kemampuan profesional. Penugasan dalam misi perdamaian dunia merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab,” tegasnya.


Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang secara konsisten berkontribusi dalam operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengiriman berbagai satuan, termasuk unsur Kompi Zeni (Kizi), yang memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan dan jembatan, pembukaan akses mobilitas pasukan, pembangunan fasilitas pendukung, serta berbagai pekerjaan rekayasa teknik lainnya di daerah misi.
Keikutsertaan prajurit TNI dalam Satgas MONUSCO tidak hanya menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan profesionalisme, kemampuan, dan citra positif TNI di mata masyarakat internasional.


Melalui pelaksanaan assessment ini, Denzipur 12/OHH berharap dapat menghasilkan personel terbaik yang memiliki kompetensi, disiplin, integritas, dan semangat pengabdian tinggi sehingga mampu mengemban tugas dengan baik serta mengharumkan nama TNI dan Republik Indonesia dalam setiap pelaksanaan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Red)

Continue Reading

Trending