{"id":3973,"date":"2025-08-19T23:51:46","date_gmt":"2025-08-19T14:51:46","guid":{"rendered":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/?p=3973"},"modified":"2025-08-19T23:51:46","modified_gmt":"2025-08-19T14:51:46","slug":"jaringan-telkomsel-di-nabire-parah-aktivitas-pemerintahan-masyarakat-terganggu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/2025\/08\/19\/jaringan-telkomsel-di-nabire-parah-aktivitas-pemerintahan-masyarakat-terganggu\/","title":{"rendered":"Jaringan Telkomsel di Nabire Parah, Aktivitas Pemerintahan &amp; Masyarakat Terganggu"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1000006928-768x1024.jpg?v=1755615045\" alt=\"\" class=\"wp-image-3974\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>NABIRE \u2013 centralmedianews &#8211; Selama hampir lima hari terakhir, jaringan telekomunikasi Telkomsel di wilayah Nabire Papua Tengah, mengalami gangguan serius. Kondisi ini melumpuhkan berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari urusan bisnis hingga pelayanan publik yang kini banyak mengandalkan sistem digital\/ jaringan internet \/daring.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200bKeluhan ini disampaikan langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah (DPRP-PT), Yohanes Kemong, saat diwawancarai awak media di gedung DPRP-PT pada Selasa (19\/8\/2025).<br>Yohanes Kemong dengan tegas menyebut kondisi ini sebagai &#8220;kegagalan Telkomsel.&#8221; Ia menyoroti bagaimana pemerintah dan masyarakat saat ini sangat bergantung pada konektivitas internet untuk berbagai keperluan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200b&#8221;Semua ini memakai cara online,&#8221; ujar Kemong. &#8220;Ketik surat online, bank online, semua tidak bisa. Oleh karena itu, ini adalah kegagalan Telkomsel.&#8221; ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200bKemong menekankan bahwa terputusnya layanan ini bukan sekadar masalah teknis, tetapi juga masalah kemanusiaan. Banyak aktivitas vital yang terhenti, dan hal ini mengganggu kehidupan sehari-hari warga. Ia mendesak agar Telkomsel segera mengambil tindakan cepat untuk mengembalikan layanan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200b&#8221;Segera aktifkan kembali aktivitas masyarakat. Ini masalah berat, ini bicara soal kemanusiaan juga dihilangkan oleh Telkomsel,&#8221; katanya dengan nada prihatin.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200bIa juga mempertanyakan nasib para pelanggan jika layanan terus-menerus terganggu. &#8220;Kalau pelanggan-pelanggan tutup, bagaimana?&#8221; ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200bLebih lanjut, Kemong mendesak Komisi DPR yang berwenang untuk segera memanggil pihak Telkomsel. Tujuannya adalah untuk meminta penjelasan mendalam mengenai penyebab gangguan ini. (ing elsa)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1000049146-1024x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4045\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NABIRE \u2013 centralmedianews &#8211; Selama hampir lima hari terakhir, jaringan telekomunikasi Telkomsel di wilayah Nabire Papua Tengah, mengalami gangguan serius. Kondisi ini melumpuhkan berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari urusan bisnis hingga pelayanan publik yang kini banyak mengandalkan sistem digital\/ jaringan internet \/daring. \u200bKeluhan ini disampaikan langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah (DPRP-PT), [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3974,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[2,172,175,177,182,7],"tags":[],"class_list":["post-3973","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-daerah","category-ekonomi","category-lifestyle","category-papua-tengah","category-tech"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3973","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3973"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3973\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3973"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3973"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3973"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}