{"id":3901,"date":"2025-07-31T14:34:13","date_gmt":"2025-07-31T05:34:13","guid":{"rendered":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/?p=2293"},"modified":"2025-07-31T14:34:13","modified_gmt":"2025-07-31T05:34:13","slug":"milok-dan-illegall-sulit-diawasi-dan-dikontrol-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/2025\/07\/31\/milok-dan-illegall-sulit-diawasi-dan-dikontrol-2\/","title":{"rendered":"Milok dan Illegall Sulit Diawasi dan Dikontrol"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" data-id=\"2294\" src=\"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1000037440-2-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2294\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><br>NABIRE -papuatengah.info- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire sedang menggodok regulasi minuman beralkohol. Melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 10 Tahun 2025, tentang Minuman Beralkohol (Minol).Perbup itu sudah siap dan tinggal disosialisasikan.<br>Pemkab Nabire juga telan menyiapkan dan memproduksi Lebel Pemkab bagi distributor Minol.<br>Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos., M.Si menjelaskan, ada tiga Minol yang beredar di Kabupaten Nabire yaitu Minuman Lokal (Milok), Minuman Illegal, dan Minuman Legal.<br>\u201cKesulitan kita pada minuman lokal dan illegal, kita tidak tahu dimana produksi, menjual dan siapa yang menjual,\u201d ujarnya.<br>Bupati Nabire mengatakan, pihaknya menemukan lima penjual minuman illegal sehingga izinnya dicabut sesuai sanksi dalam Peraturan Daerah.<br>Sementara untuk Minol Legal, karena jelas distributornya, maka akan mudah diawasi dan dikontrol.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" data-id=\"2295\" src=\"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1000037411-1-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2295\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p><br>\u201cDengan harga yang tinggi sehingga hanya orang tertentu, hanya orang brrduit yang mampu membeli dan mengkonsumsinya.Secara tidak langsung akan membatasi konsumen,\u201d tuturnya.<br>\u201cYang mudah dibeli itu Minol, seperi Bobo dan CT, dan jenis ini dengan illegal dulit diproteksi, berbeda dengan minuman berlebel yang mudah diawasi dan dikontrol,\u201d tandasnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-3 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" data-id=\"2296\" src=\"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1000037407-1-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2296\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p><br>Menyikapi sejumlah pernyataan anggota legislatif terkait minuman beralkohol, Bupati mengatakan bahwa,orang-orang itu merupakan orang baru di Nabire sehingga tidak mengerti kondisi Nabire dengan peredaran minuman beralkohol.<br>\u201cMereka orang baru di Nabire sehingga tidak mengerti minuman beralkohol di Nabire, mereka tidak mengerti bahwa minuman beralkohol yang beredar di Kabupaten Nabire itu ada,tiga yaitu minuman lokal, illegal dan minuman legal \/berlebel,\u201d pungkasnya. (ing elsa)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NABIRE -papuatengah.info- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire sedang menggodok regulasi minuman beralkohol. Melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 10 Tahun 2025, tentang Minuman Beralkohol (Minol).Perbup itu sudah siap dan tinggal disosialisasikan.Pemkab Nabire juga telan menyiapkan dan memproduksi Lebel Pemkab bagi distributor Minol.Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos., M.Si menjelaskan, ada tiga Minol yang beredar di Kabupaten Nabire yaitu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2294,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[172,182],"tags":[189,191,192],"class_list":["post-3901","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah","category-papua-tengah","tag-daerah","tag-nabire","tag-papua-tengah"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3901","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3901"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3901\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3901"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3901"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3901"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}