{"id":3518,"date":"2025-08-06T15:39:55","date_gmt":"2025-08-06T06:39:55","guid":{"rendered":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/?p=3518"},"modified":"2025-08-06T15:39:55","modified_gmt":"2025-08-06T06:39:55","slug":"ketua-kpa-papua-tengah-freny-anouw-hiv-aids-diambang-darurat-gaya-hidup-coba-coba-jerumuskan-generasi-muda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/2025\/08\/06\/ketua-kpa-papua-tengah-freny-anouw-hiv-aids-diambang-darurat-gaya-hidup-coba-coba-jerumuskan-generasi-muda\/","title":{"rendered":"Ketua KPA Papua Tengah Freny Anouw : &#8220;HIV-AIDS Diambang Darurat, Gaya Hidup Coba-coba Jerumuskan Generasi Muda&#8221;"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1000043846-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3520\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>NABIRE- Angka HIV-Aids di Nabire Papua Tengah mencapai 23.000 lebih.Angka itu menjadi yang tertinggi se-Papua Tengah.<br>Sungguh miris, karena dapat peringkat pertama dalam yang tidak baik apalagi sesuatu hal yang negatif sekelas HIV-Aids.<\/p>\n\n\n\n<p>Meminjam perkataan Sekda Kabupaten Nabire Piter Erari &#8221; Rangking Satu dalam hal yang baik, bolehh\u2026, ini dalam hal negatif (HIV-Aids), hal yang tara bagus, sungguh sangat memprihatinkan&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1000043850-1024x768.jpg?v=1754462068\" alt=\"\" class=\"wp-image-3521\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Ketua KPA Provinsi Papua Tengah Freny Anouw menyatakan, HIV-Aids di Papua Tengah sudah sampai ambang darurat.Saat ini sudah di angka 23.861, angka tertinggi se-Papua Tengah dan Nabire,menyumbang angka tertinggi 10.000 lebih.<br>Ketua KPA Papua Tengah menilai dominasi masjid, gereja, pura, wihara sangat strategis untuk mensosialisasikan HIV-AIDS terutama bahayanya yang bisa menular dan sampai merenggut nyawa.<br>&#8220;Tokoh semua agama harus peduli terhadap umat akan vahaya virus ini, terutama memberikan edukasi, pemahaman yang baik tentang HIV-AIDS,&#8221; ujarnya.<br>Tokoh-tokoh agama harus memberikan edukasi yang baik tentang pila dan gaya hidup utamanya,anak muda.Gaya hidup yang ingin mencoba hal baru yang bersifat negatif seperti pergaulan dan sex bebas harus dihindari.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1000043884-1024x576.jpg?v=1754462173\" alt=\"\" class=\"wp-image-3522\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><br>&#8220;Penyebaran HIV-AIDS bisa terjadi bahkan dengan cepat melalui pergaulan dan sex bebas tanpa memperhatikan akibat setelahnya,&#8221; ungkapnya.<br>&#8220;Gaya hidup ingin mencoba, ikut-ikutan seperti ini yang harus dicegah karena,akan sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup khususnya generasi muda,&#8221; tandasnya.<br>Ketua KPA Papua Tengah juga mengingatkan sejumlah tempat yang semestinya tidak dibuja karena berpotensi untuk penyebaran HIV-AIDS.<br>Tempat seperti Caffee, Kost-kostan, Home Stay, Hotel sudah semestinya jangan memberikan ruang\/sarana penukaran penyakit mematikan ini.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1000043865-1024x768.jpg?v=1754462261\" alt=\"\" class=\"wp-image-3523\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>(iig elsa)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NABIRE- Angka HIV-Aids di Nabire Papua Tengah mencapai 23.000 lebih.Angka itu menjadi yang tertinggi se-Papua Tengah.Sungguh miris, karena dapat peringkat pertama dalam yang tidak baik apalagi sesuatu hal yang negatif sekelas HIV-Aids. Meminjam perkataan Sekda Kabupaten Nabire Piter Erari &#8221; Rangking Satu dalam hal yang baik, bolehh\u2026, ini dalam hal negatif (HIV-Aids), hal yang tara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3520,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[172,179,188,177,182,185],"tags":[],"class_list":["post-3518","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah","category-hukum","category-kesehatan","category-lifestyle","category-papua-tengah","category-sosial"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3518","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3518"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3518\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3518"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3518"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3518"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}