{"id":1183,"date":"2025-07-31T14:26:25","date_gmt":"2025-07-31T05:26:25","guid":{"rendered":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/?p=1183"},"modified":"2025-07-31T14:26:25","modified_gmt":"2025-07-31T05:26:25","slug":"paguyuban-pasundan-hadir-tingkatkan-kualitas-sumber-dayatabroni-m-cahya-pwpp-siap-wujudkan-visi-misi-pbpp-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/2025\/07\/31\/paguyuban-pasundan-hadir-tingkatkan-kualitas-sumber-dayatabroni-m-cahya-pwpp-siap-wujudkan-visi-misi-pbpp-2\/","title":{"rendered":"Paguyuban Pasundan Hadir Tingkatkan Kualitas Sumber DayaTabroni M.Cahya : PWPP Siap Wujudkan Visi Misi PBPP"},"content":{"rendered":"\n<p>PAPUATENGAHNEWS &#8211; Organisasi Paguyuban Pasundan 1913 dibentuk dan hadir mempunyai visi dan misi yang sangat jelas.<br>Visi dan Misi PB Paguyuban Pasundan 1913 adalah memerangi kebodohan dan kemiskinan, serta melestarikan nilai-nilai budaya Sunda dan ajaran Islam.<br>Dalam arti Paguyuban Pasundan hadir untuk meningkatkan kualitas sumber daya baik manusia maupun alam, memelihara dan melestarikan nilai-nilai budaya sunda.<br>Visi dan misi itu diwujudkan salah satunya dengan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan, baik formal maupun nonformal.<br>Melestarikan budaya sunda dengan membentuk sanggar-sanggar budaya sunda.<br>Dalam AD\/ART tertulis bahwa visi Paguyuban Pasundan terwujudnya masyarakat Indonesia yang bermartabat pada tahun 2040.<br>Dengan Misi memerangi kebodohan dan kemiskinan,<br>memelihara nilai-nilai budaya Sunda dan ajaran Islam.<br>Fokus a wal dari Paguyuban itu adalah, organisasi ini pada awalnya fokus pada upaya pemberantasan kebodohan dan kemiskinan di Tatar Sunda dengan mendirikan berbagai sekolah.<br>Karena sekolah memiliki peran dalam pendidikan, diantaranya,<br>PB Paguyuban Pasundan memiliki peran penting dalam pengembangan pendidikan dengan mendirikan berbagai tingkatan sekolah.<br>Pelestarian Budaya, bahwa oganisasi ini berupaya melestarikan budaya Sunda, melibatkan tidak hanya masyarakat Sunda, tetapi juga semua pihak yang peduli terhadap budaya Sunda.<br>Secara keseluruhan, Paguyuban Pasundan memiliki visi yang luas dan misi yang jelas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan melestarikan budaya Sunda.<br>Sementara itu, Pembentukan dan pemilihan Pengurus Wilayah Paguyuban Pasundan (PWPP) Papua Tengah telah menghasilkan struktur organisasi yang lengkap.<br>PWPP Papua Tengah yang di nahkodai Tabroni M.Cahya,SH semuanya mengacu pada Pengurus Pusat Paguyuban Pasundan (PBPP).<br>Setelah terpilih sebagai Ketua PWPP Papua Tengah 2025-2030 Tabroni M.Cahya, dalam menyusun program berkomitmen dengan visi dan misi PBPP 1913 sebagai dasar dan acuan.<br>Bahwa, dirinya memiliki misi dan tujuan agar warga Sunda di Papua Tengah untuk memiliki sarana dan prasarana khususnya lembaga pendidikan dibawah payung hukum sebuah Yayasan Pasundan.<br>Tabroni M.Cahya juga menginginkan warga Pasundan di Papua Tengah memiliki sarana keagamaan yang memadai.<br>Hal itu, tentu perlu dukungan semua pihak, utamanya warga Pasundan di Papua Tengah.(ing elsa)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PAPUATENGAHNEWS &#8211; Organisasi Paguyuban Pasundan 1913 dibentuk dan hadir mempunyai visi dan misi yang sangat jelas.Visi dan Misi PB Paguyuban Pasundan 1913 adalah memerangi kebodohan dan kemiskinan, serta melestarikan nilai-nilai budaya Sunda dan ajaran Islam.Dalam arti Paguyuban Pasundan hadir untuk meningkatkan kualitas sumber daya baik manusia maupun alam, memelihara dan melestarikan nilai-nilai budaya sunda.Visi dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1185,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[172,174,198,199,182,185],"tags":[],"class_list":["post-1183","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah","category-papua","category-papua-barat","category-papua-selatan","category-papua-tengah","category-sosial"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1183","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1183"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1183\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1183"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1183"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/site\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1183"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}