
NABIRE- centralmedianews- Provinsi Papua Tengah Sebagai Daerah Otonom Baru (DOB) hasil pemekaran dari provinsi Papua pada tahun 2022, maka semua stakeholder sedang membangun pondasi sejarah. Masa depan Papua Tengah Terang sesuai dengan visi dan misi Gubernur Meki Nawipa, SH dan Wakil Gubernur Deinas Geley, S.Sos, M.Si dapat ditentukan oleh arah kebijakan yang dirumuskan secara barengan saat ini.
Penegasan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, SH disampaikan pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Otonomi Khusus (Musrenbang Otsus) Tahun Anggaran 2026 Provinsi Papua Tengah di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Jumat, (8/8/2025).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Tengah menekankan agar Musrenbang Otsus 2026 mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat dan memperhatikan wilayah adat, potensi lokal serta warisan budaya Papua Tengah.
Menurut Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah Silwanus Sumule,
dana otsus adalah instrumen keadilan sehingga tidak hanya berfokus pada distribusi anggaran tetapi hasil nyata dalam pendidikan, kesehatan, ekonomi rakyat, dan infrastruktur.
Dikatakan Sumule, Musrenbang Otsus 2026 merupakan ruang untuk mendengarkan suara rakyat, menyatukan visi pembangunan, dan mewujudkan Papua Tengah seperti dengan apa yang diharapkan bersama.
“Sebagai provinsi baru hasil pemekaran, kami sedang membangun pondasi yang kokoh sehingga masa depan Papua Tengah ditentukan oleh arah kebijakan yang dirumuskan saat ini,” ungkapnya.
“Musrenbang Otsus yang disusun bukan hanya dokumen teknokratis, melainkan kontrak moral antara pemerintah dan rakyat karena visi pembangunan Papua Tengah sudah jelas yakni “Mewujudkan Papua Tengah Emas: Adil, Berdaya Saing, Bermartabat, Harmonis, Maju, dan Berkelanjutan,” jelasnya.
Ungkap Sumule, sinergi antara provinsi dan kabupaten adalah mutlak. Jangan ada pembangunan yang berjalan sendiri-sendiri, tetapi selaras, berkolaborasi, dan bekerja untuk hasil nyata.
Pemprov Papua Tengah mengajak seluruh pemangku kepentingan agar menjadikan forum Musrenbang ini sebagai ruang untuk menyatukan pandangan, memecahkan tantangan, dan memastikan pembangunan Papua Tengah bukan hanya maju di atas kertas tetapi terasa nyata di hati dan kehidupan rakyat.
“Mari membangun Papua Tengah dengan kasih dan keadilan, maka tanah ini akan menjadi berkat bagi generasi penerus,” ajaknya. (red)