CENTRAL MEDIA NEWS

Ciptakan Sapta Pesona, Jadikan Nabire Magnet Wisatawan, Dongkrak PAD Nabire

NABIRE-centralmedianews – Nabire bukan hanya sekedar ibukota kabupaten, sejak tiga tahun silam Nabire menjadi Ibukota Provinsi Papua Tengah sebagai provinsi pamekaran atai DOB Baru.
Di hampir segala sektor Nabire mengalami perubahan.
Daya tarik sebagai Ibukota Provinsi tentu menjadi perhatian bagi segala kalangan khususnya dunia usaha atau para pebisnis.
Di dus tahun ini perkembangan dan pertumbuhan utamanya bangunan gedung, baik untuk perkantoran maupun dunia usaha (swasta) menunjukkan pertumbuyang sangat signifikan.

Gedung-gedung perkantoran seperti Kantor Gubernur dan Kantor OPD/Kantor Dinas dengan sendirinya berdiri karena kebutuhan.
Disisi lain gedung-gedung swasta seperti hotel, caffee, ruko, sampai pada Bar bermunculan dimana-mana.
Bukan hanya pebisnis alias pelaku usaha, tetapi Nabire menarik perhatian wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.Apakah Nabire sudah cukup dikenal dengan keindahan sejumlah pantai, area menyelam dan yang paling menarik sehingga menyedok perhatian wisatawan adalah bermain dengan Hiu Paud yang jinak.

Sejumlah daya tarik Nabire itulah juga menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Nabire.
Melalui Dinas Kebudayaan,Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Disbudporapar) khususnya bidang pariwisata.
Kepala Disbudporapar Kabupaten Nabire Martina Deba, S.E., mengerti betul apa dan bagaimana mengambil langkah agar daya tarik Nabire menjadi sebuah magnet yang dapat menghasilkan income bagi daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sebagai seorang wanita yang pernah menempuh pendidikan selama 6 tahun di Bandung Jawa Barat yang terkenal dengan Kota Kembang dan menjadi daya tarik wisawatan baik asing maupun domestik, tentu mengerti bagaimna mengubah Nabire sebagai magnet yang menghasilkan income besar.

Bidang pariwisata yang membawai sejumlah bisnis real, seperti Oantai, Karaoke, Bar, Restoran, Panti Pijat, dan lain sebagainya tentu harus dikelola dan dimebej secara baik agar memberi pemasukan yang signifikan.

Keindahan alam Kabupaten Nabire utamanya panorama dan pesona pantainya sudah tidak diragukan lagi.Keindahan pantai-pantai Nabire menjadi tempat wisata yang banyak dicari dan dikunjungi.Pantai Nabire, Gedo, Erari, Nusi, Sowa, sampai pada Air Terjun Bhihewa SP4 Lagari Distrik Makimi merupakan magnet yang bisa,menjadi ikon wisata Kabupaten Nabire.
Perencanaan telah dibuat mulai dari hulu sampai hilir, dan tahun ini fokus pada pendataan secara menyeluruh, karena data adalah acuan mendasar yang sangat vital.

Disamping data, Martina Deba, sedang mempersiapkan sebuah rencana mengubah wajah Nabire dengan 7 (tujuh) unsur/magnet alias Sapta Pesoba.
Sapta Pesona atau tujuh unsur yang mampu mengubah wajah Nabire menjadi magnet itu adalah Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan.


Deba tahu bahwa wisawatan adalah Raja, wisatawan adalah Tuan Besar pasalny mereka yang membawa uang.
Martiba Deba mengilustrasikan seorang wisatawan yang datang di Nabire.
Saat menginjakan kakinya di Bandar Udara Nabire, lalu menyewa jasa sepeda motor/ojek atau mobil.
“Mas tolong antar saya kekota,” pintanya.
Setelah negoisasi harga disetujui maka dia berangkat ke kota dintar supir dengan avanzanya.
Sepanjang perjalanan wisatawan tidak sedikitpun untuk melihat kanan kiri tempat-tempat yang dilewati.
“Pak ini namanya Desa Kaladiri Distrik Wanggar.Disini yang saya dengar akan dibangun sejumlah kantor negara, organisasi , perkumpulan , paguyuban dan lain-lain.Sekarang ya masih seperti ini, mungkin dua tiga tahun lagi kalo bapak balik lagi kesini pasti semuanya telah berubah,” tutur Sang Driver sambil terus memperhatikan jalan dan fokus mengemudi.
“O…iya iya Kaladiri,” jawabnya sambil manggut-manggut.
“o..ya Pak, bapak tujuan ke Nabire mau kemana ne?, ma’af loh pak sa jadi kepo,” tanyanya dengan senyum ditahan.
“Saya sudah lama mendengar di Nabire ada pantai tempat menyelam dan bisa bermain dengan Hiu Paus.Betul kah ada dan dimna itu Mas?,” tanyanya.
“Saya juga sering dengar, katanya,di Kwantisore itu pak.Saya sendiri belum pernah kesana,” jawabnya seperti tidak yakin.
“Loch kenapa belum?,” kejarnya.
“Saya hanya,seorang driver pak, tidak ada pikiran kesana, ingin sie tapi ya..?,” dengan mimik berubah dan tidak meneruskan ucapannya.
“Kenapa Mas? Saya saja jauh-jauh dari Jakarta penasaran makanya kesini,” tanya lagi penasaran.
“Saya tidak bisa berenang Pak, apalagi menyelam.Lebih dari itu ya mana mampu sie Pak kesana, kan mahal harus sewa jetski belum lagi kebutuhan lain,” katanya sambil tertawa lebar.
“Ach..Mas saja,” kata wisatawan yang mengaku bernama Adiyan (bukan nama sebenarnya).
Mobil terus meluncur, tidak sekali Pak Andiyan menahan nafas saat driver membanting stir karena menghindari lubang jalan.
“O…ya…Masvsudah makan apa belum?,” tanya Andiyan.
“Sudah Pak,” jawab driver dengan cepat.
“Saya merasa lapar ne Mas, ne perut sudah keroncongan, tadi dioesawat saya tidak makan apa dan lupa tidak makan dulu sebelum naik,” ungkapnya sambil tersenyum.
“Mas..tolong kita berhenti dulu di rumah makan ya,” pintanya.
“Rumah makan mana,Pak,” ? tanya driver.
“Loch..Mas ini gimana, saya kan baru kesini.Mas yang tahu dimana rumah makan yang enak dan murah kalau ada, hehehe….,” ujarnya.
“O…iya,sa luoa, ma’af ya Pak.Bapak mau makan aoa, disini banyak menunya, ada cotto Makassar, ikan bakar, seafood, ada masakan Minang/Padang, rawon, soto Jawa dan lain-lain,” terangnya.
“Hahaha…Mas ini,tawari makanan yang semuanya mengandung lemak, ntar kolestrol saya naik lagi,” ungkapnya.
“Ya habis yang banyak itu Pak,” katanya.
“Kita cari ikan bakar saja Mas, saya dengar disini ikan melimpah karena daerah pantai/laut.Sepertinya ikannya seger-seger,” ajaknya.
“Baik Pak.Sebentar lagi didekat perempatan gak jauh dari kota ada warung ikan bakar yang lumayan enak dan murah,” jelas driver.
Sekitar 10 menit perjalanan,mobil menepi dihalaman sebuah warung makan yang cukup luas.
Benar saja begitu mobil parkir dan keduanya turun, lwarung kelihatan cukup ramai pengunjung.
“Pak, sa gak masuk ya, sa dimobil atau sa diluar sambil ngerok,” kata,driver ragu.
“Kenapa Mas? ayo sudah, masa,saya orang baru dibiarin masuk sendiri.Ayolah…,tenang saja saya yang traktir,” ajak Andiyan memaksa sambil senyum dan menarik tanya Mas supir.
Dengan agak ragu dan malu-malu, supir itu mau ajakan Pak Andiyan masuk dan mengambil tempat duduk agak pojok.
“Bapak mau makan ikan apa, biar saya pesankan dan lihat di box itu,” kata Mas Supir sambil menunjuk box ikan didepan.
“Ada ikan apa saja Mas? tanya Andiyan.
“Macem-macem Pak, ada ikan Merah, ikan goropa, dan lainnya, atau bapak mau lihat sendiri,” ujar driver.
“Boleh dech saya lihat, sambil berdiri dan berjalan menuju box ikan.
Seorang pelayan lalu mendekat.Mau makan sama ikan apa pak,” sambil membuka box.
“Ini ikan Merah, yang ini Goropa,” kata pelayan sambil menunjukkan jarinya ke tumpukan ikan.
“Saya yang ini saja Mbak,” katanya sambil menunjuk ikan Goropa yang ukuran sedang.
“Masnya yang mana? tanya pelayanan pada supir.
“Saya ikan Merah saja mbak,” ujarnya.
“Yang mana , yang ini apa itu,” tanya pelayan lagi.
“Yang itu saja, yang ini terlalu besar,” katanya.
“Enak yang besar toh Masse, mumpung ada yang traktir,” guyon pelayan sambil tertawa.
“Itu saja, klau terlalu besar nanti gak habis,”:katanya agak malu.
“Baiklah Pak, Mas, silahkan ditunggu ya..,” kata pelayan itu sambil mengambil 2 ikan dari box lalu kebelakang.
Setelah men yan tapi hidangan ikan bakar, Pak Andiyan mengajak Mas Supir untuk melanjutkan perjalanan ke hotel guna istirahat setelah melakukan perjalanan panjang dengan tidak luoa meminta nomor handphone Mas,Supir.
Keesokan hari Pak Andiyan mengontak Mas Supir untuk berkeliling melihat Nabire secara dekat.
Pak Andiyan meminta Mas Supir yang dikenalnya dengan nama Agus (nama samaran).
Pak Andiyan meminta Agus untuk berputar-putar Nabire melihat-lihat gedung-gedung perkantoran baik Pemprov maupun Pemkab, gedung fasilitas umum, hotel, serta sarana hiburan.
Puas berkeliling dalam kota, perjalanan dilanjutkan menuju sarana,wisata pantai.
Diawali dari Pantai Nabire, Gedo, Nusi, dan Pantai Erari perjalanan pun dilakukan.
Setelah semua dianggap cukup, Pak Andiyan mengajak Agus kembali ke kota,dan menuju hotel tempat ia menginap.
“Terimakasih banyak Pak, bapak telah mempercayakan saya untuk mengantar yang bapak butuhkan,” kata Agus sebelum berpisah.
“Kapan-kapan kalau bapak membutuhkan kendaraan dan drivernya, bapak bisa hubungi saya,” harapnya.
“Terima kasih juga Mas Agus telah mengantar saya, saya cukup puas dengan pelayanan Agus yang ternyata banyak tahu tentang Nabire,” ungkap Andiyan.
“Kalau saya butuh, pasti saya hubungi Mas Agus,” tegasnya.
Mas Agus masuk kedalam mobilnya dan menstaternya, dari raut wajahnya nampak senyum ceria tanda kepuasan di dapat dari jass mengantar tanu Nabire dari Jakarta itu.

Dari ilustrasi yang dituturkan Kepala Disbudporapar Kabupaten Nabire Martina Deba, memberikan sebuah gambaran dan nilai yang sangat berharga.
Menurut Martina Deba, dari seorang wisatawan yang datang di Nabire telah memberikan keuntungan bagi banyak pihak.Mulai dari supir, warung nakan, hotel, pengelola pantai dan lain-lain.
Martina Deba menyatakan agar wisatawan yang datang di Nabire memiliki kesan mendalam dan pengalaman yang tak terlupakan , maka Nabire harus mampu merias wajahnya, wajah penuh senyum keindahan yang sulit dilupakan, sekali datang di Nabire, dalam hatinya terpatri dan berkata”Nabire begini Indah, pasti saya akan kembali “.


Ditegaskan Martina Deba, Bidang Pariwisata Disbudporapar Kabupaten Nabire berkomitmen untuk menjadikan Nabire sebagai magnet untuj siapa pun yang datang, baik dari dalam negeri (domestik) maupun luar negeri (manca negara).
Menurut Deba, salah satunya uoaya menciptakan Sapta Pesona Nabire.
“Sapta Pesona yang akan mengubah wajah Nabire menjadi Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan, dengan demikian siapa pun yang datang pasti memiliki kesan mendalam, pengalaman yang tak terlupakan.Siapapun yang datang di Nabire pasti akan kembali datang,” tuturnya.

Menurut Deba, Sapta Pesona Nabire akan banyak memberikan keuntungan besar dan pendapatan bagi daerah.
“Dalam ilustrasi, Andiyan di Nabire dengan kesan dan pengalaman mendalam akan dibawa pulang ke Jakarta, ia akan bercerita kepada keluarga dan teman-temannya tengah keindahan dan ketenangan Nabire,” ungkapnya.
“Saat ia kembali ke Nabire serta mengajak keluarga dan teman-temannya, maka uang yang turun di Nabire menjadi berlipat, roda ekonomi akan berputar, tempat-tempat wisata semakin hidup dan ramai,” imbuhnya.


“Tentu ini akan berpengaruh besar bukan saja bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tetapi juga bafi pendapatan masyarakat, saat semuanya berjalan, PAD meningkat maka pendapatan dan kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” tuturnya.
Dengan Sapta Pesona, dan motto ” Datang sebagai Tamu dan Pulang sebagai Keluarga, Disbudporapar Kabupaten Nabire terus berupaya menjadikan daerah Kenangan Indah dan Tak Terlupakan, daerah yang ingin dan selalu ingin dikunjungi dan tempat kembali.
“Kita semua,tentu tidak menginginkan siapapun wisatawan yang,datang di Nabire mempunyai kesan dan pengalaman yang kurang baik, tetapi kita,semua ingin Nabire menjadi MAGNET kuat bagi setiap yang datang,” pungkas Martina Deba. (ing elsa)

Exit mobile version