
PAPUATENGAHNEWS – Kantor Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah (MRP-PPT) di Nabire dipalang oleh para anggotanya sendiri sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan internal lembaga tersebut.
Aksi pemalangan itu menuntut Ketua,dan Sekretaris MRP-PT diganti dan sebagai respons atas sejumlah persoalan serius yang dinilai menghambat kinerja MRP-PPT.
Para anggota MRP-PPT menyampaikan dua tuntutan utama.
Pertama, meminta kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar segera mengganti Ketua MRP-PPT.
Kedua, meminta kepada Gubernur Papua Tengah untuk segera mengganti Sekretaris MRP-PT.
Tuntutan Para Anggota MRP-PT itu dilandasi oleh berbagai alasan, diantaranya
Lembaga MRP-PPT dinilai tidak bekerja sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.
Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tidak pernah diberikan kepada anggota.
Tidak adanya jadwal kegiatan tahunan lembaga.
Banyak dana anggota MRP-PPT, termasuk dana reses tahun 2024, belum dibayarkan.
Terjadi pemotongan dana oleh bendahara dengan alasan pajak.
Keputusan-keputusan penting diambil tanpa melalui rapat resmi.
Ketua MRP-PPT tidak pernah hadir di kantor selama berminggu-minggu.
Ketua menjalankan tugas tanpa mengantongi DPA selama dua tahun terakhir.
Aksi pemalangan kantor ini menjadi sorotan publik dan dinilai sebagai bentuk mosi tidak percaya dari anggota terhadap pimpinan lembaga adat tersebut.
Para Anggota MRP-PT berharap ada,langkah cepat sebagai merespon atas tuntutan mereka. (ing elsa)