CENTRAL MEDIA NEWS

Pro Kontra Keberadaan Miras ,Bupati : “Kita Pemerintah, Tidak Bisa Di intervensi”

NABIRE – Persoalan Minuman Beralkohol (Minol) alias Minuman Keras (Miras) terus menimbulkan pro dan kontra.Sejumlah tokoh agama, adat, dan tokoh perempuan menyeruarakan penutupan secara total.Namun sebagian yang lain mengatakan Muras/Minol tidak perlu ditutup secara total, namun cukup dibuatnya regulasi dan dikontrol, diawasi secara ketat karena masih bisa menghasilkan PAD yang cukup besar.
Kelompok masyarakat yang menginginkan penutupan Minol secara total beralasan bahwa segala macam tindak kriminal atau kejahatan diawali dari minuman haram itu.
Dengan ditutupnya Minol/Miras diyakini mampu meminimalisir tindak kejahatan.
Dilain pihak, kriminalitas/ kejahatan tidak semua diakibatkan meneguk Miras/Minol.Banyak alasan orang melakukan tindakan kejahatan. Penutupan Minol/Miras tidak akan menyelesaikan masalah yang terjadi.


Menyikapi pro dan kontra serta situasi Kamtibmas yang akhir-akhir ini mengalami gangguan dan menunjukkan grafik kenaikan, dihadapan Rapat Koordinasi dengan DPRK dan Plores di Aula Setda Kabupaten Nabire , Bupati Nabire Mesak Magai,S.Sos., M.Si mengatakan, sebagai Pimpinan Daerah tentu telah memikirkan cara/ solusi terbaik terkait persoalan Minol/Miras dan gangguan Kamtibmas di Nabire
“Kami ini Pemerintah, kami tidak boleh diintervensi oleh pihak-pihak tertentu.Kami telah memikirkan hal itu dan kami sudah memiliki cara untuk menyelesaikannya,” tegas Bupati. (ing elsa)

Exit mobile version