MUI, Mitra Strategis Pemerintah, Jembatan Umat & Negara

NABIRE- papuatengahnews – Puncak Peringatan Setengah Abad Milad Majelis Ulama Indonesia diisi dengan sukuran yang dipusatkan di Asrama Haji Pondok Gede, Sabtu (26/7).
Hampir seluruh Ketua MUI baik tingkah provinsi maupun kabupaten hadir dalam peringatan HUT ke-50 Milad MUI itu.
Ketua Umum MUI K.Muhammad Rofiq didampingi Ketua Komisi Ekonomi Umat MUI Provinsi Papua Tengah Tabroni M.Cahya juga turut hadir memenuhi undangan kegiatan Setengah Abad HUT Milad MUI tersebut.
Wakil Presiden RI ke-13 KH.Ma’ruf,Amin juga hadir bahkan menyampaikan pesan agar para Ulama menjaga kerukunan.
Menurut Ma’ruf,Amin, jika ulama berselisih hingga terpecah belah maka program apa pun yang dibuat pemerintah tidak bisa berjalan baik.
“Menjaga umat dari perpecahan dan perselisihan, ini KUNCI, karena bila ada,perpecahan dan perselisihan program apapun tidak bisa,dilaksanakan,” tegasnya.
Mantan Ketum MUI itu menilai, kerukunan antaraulama memiliki dampak besar bagi kelangsungan sebuah bangsa. Dia menyebut ulama yang tidak rukun bisa membuat rusak bangsa.
Informasi yang didapat banyak tokon nasional yang hadir dalam acara tersebut, diantaranya Penasehat Khusus Urusan Pertahanan Nasional Presiden, Jenderal Dudung Abdurachman, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Men-PKP) Maruarar Sirait, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Men-PPPA) Arifatul Choiri Fauzi dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.
Milad Emas ini menjadi momen bagi keluarga besar MUI untuk memperkuat komitmen MUI dalam mengawal umat dari berbagai tantangan zaman, sekaligus terus aktif membangun bangsa dengan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Tema milad kali ini, “MUI untuk Kemaslahatan Umat dan Keharmonisan Bangsa”, mencerminkan visi besar MUI dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga kerukunan antarumat beragama, dan memantapkan persatuan bangsa di tengah keberagaman.
Sebagai lembaga keulamaan tertinggi, MUI tidak hanya memberikan fatwa, tapi juga menjadi mitra strategis pemerintah, jembatan antara umat dan negara, serta penerjemah timbal balik antara ulama (ulama) dan pemimpin (umara). Dalam semangat tersebut, MUI terus berinovasi agar perannya tetap relevan di tengah dinamika zaman.
Setengah Abad adalah bukti nyata komitmen MUI dalam mengemban amanah ini. MUI akan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperluas jangkauan dakwah, dan memastikan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin tetap membumi.
Salah satu sorotan utama dalam Milad Emas ini adalah peluncuran Program Pengadaan Rumah Subsidi untuk Dai dan Guru Ngaji, sebagai wujud dukungan MUI terhadap Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini akan menjangkau berbagai wilayah dan melibatkan ormas-ormas Islam serta lembaga di bawah naungan MUI. (red)