
PAPUATENGAH.INFO – Hubungan antara Elon Musk dan Donald Trump kembali menjadi sorotan publik. Dua tokoh berpengaruh asal Amerika Serikat ini kini justru saling serang di media sosial, padahal sebelumnya dikenal sebagai sekutu. Konflik bermula dari serangkaian unggahan kontroversial Musk yang menyindir kebijakan hingga isu pribadi Trump. Perseteruan itu pun memanas hingga Trump menyatakan tidak ingin berdamai. Namun, suasana mulai mereda ketika Musk akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui platform X/Twitter. Ia mengakui penyesalan atas sejumlah unggahan yang dinilai berlebihan. Permintaan maaf ini sontak viral, memicu gelombang komentar. Mulai dari pujian hingga kecurigaan, dan menandai babak baru dalam hubungan kompleks antara dua tokoh eksentrik ini.
Lantas, bagaimana sebenarnya perjalanan hubungan antara Elon Musk dan Donald Trump? Dari masa-masa akrab hingga kini saling sindir di ruang publik, berikut ulasan lengkap drama yang mewarnai dinamika keduanya.
Dari sekutu politik hingga “Timses” Trump Sebelum hubungan keduanya memburuk, Elon Musk dan Donald Trump dikenal cukup dekat. Saat Trump mencalonkan diri sebagai presiden, Musk kerap menunjukkan dukungannya secara terbuka. Bahkan, ia sempat membuat situs giveaway bertajuk TrumpWin2024.org, yang berisi kuis dan hadiah menarik bagi warga yang mendukung kampanye Trump. Kedekatan mereka semakin terlihat saat Trump menunjuk Musk sebagai Kepala Department of Government Efficiency (DOGE) pada Januari 2025, sebuah posisi simbolik yang dianggap sebagai “penghargaan” atas kontribusi Musk selama masa kampanye. Tak hanya itu, dalam beberapa pidato publik, Trump kerap menyebut Musk sebagai “visioner” dan “kartu AS” dalam agenda efisiensi pemerintahannya. Namun, selama beberapa bulan pertama pemerintahan Trump, mulai muncul celah dalam hubungan tersebut. Musk mulai vokal terhadap sejumlah kebijakan lingkungan dan fiskal yang dia nilai “tidak masuk akal”, meski saat itu masih disampaikan dengan nada diplomatis. Celah itulah yang kemudian melebar, hingga akhirnya berubah menjadi jurang konflik terbuka di pertengahan 2025. Pada 30 Mei 2025, ia mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Kepala DOGE melalui platform X. Dalam pernyataannya, Musk menyebut bahwa masa tugasnya telah selesai dan ia ingin kembali fokus menjalankan perusahaannya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Trump, tetapi menambahkan bahwa dirinya dan sang presiden “tidak selalu sejalan dalam cara berpikir”. Pernyataan itu menandai pergeseran nada dari sebelumnya yang penuh dukungan, menjadi lebih hati-hati dan terbuka soal perbedaan visi.
Meski mengaku masih menghormati Trump secara pribadi, Musk mulai mengambil jarak dari kebijakan-kebijakan tertentu yang dia anggap bertentangan dengan prinsip efisiensi anggaran yang selama ini ia perjuangkan di DOGE.