
NABIRE- papuatengah.news – Dahlan Kader, S.Sg dikukuhkan sebagai Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, sedangkan Sukarti menahkodai Wilayah Aisyiyah Provinsi Papua Tengah.
Dalam pengukuhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah keduanya memimpin organisasi terbesar kedua se-Indonesia setelah Nahdlatul Ulama. di wilayah yang belum lama dimekarkan menjadi provinsi itu masa bhakti 2022-2027.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Dahlan Kader dikukuhkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Organisasi, Ideologi, Kaderisasi dan Pembinaan Angkatan Muda Muhammadiyah Dr.Agung Danarto, sedangkan Sukarti oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah Evi Sovia Inayati, S.Psi.
Pengukuhan Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah dan Aisyiyah Papua Tengah turut dihadiri oleh sejumlah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Jawa Timur, diantaranya Tahmid Masyudi, Dr.Hidayatullah, Zainul Muslimin, Faris yang mendapat amanat dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menjadi pendamping dan mentor bagi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Papua Tengah, dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sepanjang Sidoarjo Jawa Timur Dr.Sam’un, M.Ag, Ketua, Sekretaris, dan Bendahara
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan Jawa Tengah.
Hadir pula Gubernur Papua Tengah yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Otonomi Khusus Ukkas, S.Sos., M.KP, perwakilan Pemkab Nabire, Ketua Muslimat Provinsi Papua Tengah Hj.Qomariyah, perwakilan Ketua MUI, TNI, POLRI (Polda dan Polres), Ketua MUI Kabupaten Nabire KH. Rohimin Abdurrahman, MRPPT, DPRPT, Ketua FKUB Papua Tengah, Kakanwil Kemenag Provinsi Papua, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Mimika.
Dalam sambutannya, PW.Aisyiyah Papua Tengah yang baru dikukuhkan Sukarti, S.Pd.I., M.Pd mengatakan Aisyiyah adalah gerakan islam yang menjalankan misi dakwah dan tajdid dalam kehidupan kemasyarakatan, keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal.
“Aisyiyah merupakan organisasi perempuan muhammadiyah telah berkiprah dan berkontribusi selama lebih dari satu abad,” ungkapnya.
Sebagai organisasi sosial, keagamaan, dan gerakan perempuan yang berbasis dalam nilai islam berkemajuan, sejak kehadirannya, menurut Sukarti Aisyiyah turut berkhidmat dan berkomitmen memajukan dan meningkatkan derajat perempuan dengan meyakini bahwa nillai dasar islam adalah agama yang memuliakan perempuan.
“Aisyiyah saat ini telah memasuki usia 108 tahun tanggal 12 Mei 2025 lalu. Perjalanan panjang Aisyiyah dengan berbagai program dan kegiatan dan amal usaha semakin berkembang dan menguat, menebar kebaikan untuk kemajuan umat, bangsa, dan dunia kemanusiaan,” paparnya.
Jelas Sukarti, Aisyiyah Papua Tengah berdiri berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Pusat Aisyiyah (PPA) Nomor : 2093/PPA/A/III/2025 tanggal 21 Maret 2025. Sedangkan susunan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Papua Tengah ditetapkan dalam SK PPA tanggal 25 Mei 2025.
“Sebelumnya kami merupakan bagian dari Pimpinan Wilayah Aisyiyah Provinsi Papua. Kami masih menunggu SK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Tengah dan hari ini kita bisa bersama-sama dikukuhkan,” tuturnya.
Sukarti menyatakan, PW Papua Tengah ibarat bayi yang baru lahir, sehingga Ia meminta bimbingan PP Muhammadiyah dan Aisyiyah, PW Jawa Timur untuk membimbing, menyertai dan petunjuk sehingga PW Aisyiyah Papua Tengah mampu berjalan walaupun perlahan dan merangkak.
Sukarti juga meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah agar dapat menjalankan tugas dengan baik.
“Kami akan terus mendukung program Gubernur untuk kemajuan daerah dan masyarakat Papua Tengah utamanya dalam bidang sosial, kemasyarakatan dan keagamaan,” ungkapnya.
PW Aisyiyah Papua Tengah sendiri saat ini memili dua Pimpinan Daerah Aisyiyah (DPA) yakni DPA Nabire dan Mimika.
DPA Nabire memiliki dua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA)yaitu Makimi dan Uwapa.
PW Aisyiyah Papua Tengah memiliki delapan TK Bustanul Atfal dan dua Kelompok Bermain (KB).
Komitmen, Bangun Sinergitas, Solidaritas, dan Kekompakan
Sementara itu Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Papua Tengah yang baru dikukuhkan Dahlan Kader menyatakan bahwa PW Papua Tengah adalah Perintis, dan sebagai Perintis harus memiliki kesadaran, membangun komitmen, sinergitas, solidaritas,dan membangun kekompakan.
“Tentu ini sulit tetapi yakin dan percaya Muhammadiyah akan mempersatukan kita.Dengan dua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM Mimika dan Nabire) yang sudah terbentuk dan sudah bekerja memberikan pelayanan kepada umat Papua Tengah,” tuturnya.
Menurut Dahlan Kader, kiprah Muhammadiyah di negara ini sudah tidak asing lagi.
“Itu sebabnya kami menerima amanah ini, karena kami yakin dan percaya kami akan berkolaborasi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang ditunjuk Pimpinan Pusat sebagai pendamping dan mentor,” tegasnya.
“PW Jawa Timur dipercaya oleh Pusat untuk mendampingi PW Papua Tengah dalam mengemas program-program yang bisa dibuat, dilakukan dan dikerjakan untuk membantu pemerintah daerah dan masyarakat Papua Tengah,” tambahnya.
Dahlan Kader memaparkan bahwa,Muhammadiyah memili sejumlah universitas di Papua, seperti Universitas Muhammadiyah Al-Amin dan Universitas Muda Muhammadiyah di Sorong, Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Manokwari, Universitas Muhammadiyah Jayapura.
“Tidak menutup kemungkinan dengan harapan dan dukungan semua dan Pemerintah Papua Tengah terkhusus dengan dukungan PW Jawa Timur akan menghadirkan Perguruan Tinggi di Wilayah Papua Tengah,” harapnya.
“Optimis harus karena ada ungkapan bagaimana Muhammadiyah memberi kepada Muhammadiyah bukan mengambil dari Muhammadiyah,” ujarnya.
“Sedikit banyak kegiatan Muhammadiyah harus keluar dari kantong-kantong Muhammadiyah dan tidak mengemis, tidak berharap,” pungkasnya. (ing elsa)