{"id":543,"date":"2025-09-11T07:34:52","date_gmt":"2025-09-10T22:34:52","guid":{"rendered":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/?p=543"},"modified":"2025-09-11T07:34:52","modified_gmt":"2025-09-10T22:34:52","slug":"kasus-korupsi-kredit-bank-papua-nilai-fantastis-diungkap-kejari-nabire","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/kasus-korupsi-kredit-bank-papua-nilai-fantastis-diungkap-kejari-nabire\/","title":{"rendered":"Kasus Korupsi Kredit Bank Papua Nilai Fantastis Diungkap Kejari Nabire"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kajari Harun, &#8220;Empat Terdakwa Telah Divonis Hukuman Berat &#8220;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"577\" src=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1000008284-1-1024x577.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-544\" srcset=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1000008284-1-1024x577.jpg 1024w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1000008284-1-300x169.jpg 300w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1000008284-1-768x433.jpg 768w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1000008284-1.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br><br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS &#8211; <\/strong>Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire mengungkap perkembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja Konstruksi (KMK-Konstruksi) pada Bank Papua Cabang Enarotali bernilai cukup fantastis yakni senilai Rp188 miliar, dengan kerugian negara mencapai Rp120,6 miliar.<br><br>Hal itu diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Nabire Moh. Harun Sunadi, S.E, S.H, M.H, dalam jumpa pers, Senin (8\/9\/2025).<br>Dengan didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Chrispo Simanjuntak, S.H, serta Penyidik Pirly M. Momongan, S.H.<br>Kajari menerangkan, Tim Gabungan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Papua bersama Kejaksaan Negeri Nabire telah menuntaskan proses penuntutan terhadap empat orang terdakwa. Mereka terjerat kasus korupsi pemberian fasilitas kredit yang terjadi di Bank Papua Cabang Enarotali pada 2016 hingga 2017.<br><br>Jelasnya, dalam kasus tersebut, ditemukan sebanyak 47 kredit fiktif yang dicairkan sehingga tindakan itu menyebabkan kerugian keuangan negara senilai Rp120,6 miliar.<br><br>Dipaparkannya, penyidik menemukan modus operandi berupa pembentukan perusahaan baru atau bodong, pengajuan kontrak kerja proyek pemerintah fiktif, agunan tidak memenuhi syarat, serta pemalsuan tanda tangan.<br>Empat terdakwa yang terlibat dalam perkara ini yaitu:<br>TR selaku penerima kredit, YPF selaku bawahan TR, BH selaku Kepala Departemen Kredit Bank Papua Cabang Enarotali tahun 2016\u20132017, dan MPH selaku Kepala Cabang Bank Papua Cabang Enarotali tahun 2016\u20132017.<br>Sedangkan sidang perkara itu berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jayapura pada 25 Juni 2025.<br>Majelis hakim menjatuhkan vonis terhadap<br>TR divonis 13 tahun penjara, denda Rp1 miliar, dan membayar uang pengganti Rp120,6 miliar, YPF divonis 4 tahun penjara dan denda Rp750 juta, BH divonis 8 tahun penjara dan denda Rp500 juta, dan MPH divonis 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta. (Red)<br><br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kajari Harun, &#8220;Empat Terdakwa Telah Divonis Hukuman Berat &#8220; PAPUA TENGAH, CENTRAL MEDIA NEWS &#8211; Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire mengungkap perkembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja Konstruksi (KMK-Konstruksi) pada Bank Papua Cabang Enarotali bernilai cukup fantastis yakni senilai Rp188 miliar, dengan kerugian negara mencapai Rp120,6 miliar. Hal itu diungkapkan Kepala [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":544,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[396,405],"tags":[],"class_list":["post-543","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nabire","category-berita-paniai"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/543","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=543"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/543\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/media\/544"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=543"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=543"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=543"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}