{"id":4330,"date":"2026-02-16T12:49:09","date_gmt":"2026-02-16T03:49:09","guid":{"rendered":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/?p=4330"},"modified":"2026-02-16T12:49:09","modified_gmt":"2026-02-16T03:49:09","slug":"pers-dan-pegiat-lingkungan-deklarasikan-sikap-bersama-jaga-hutan-jabar-di-lembang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/pers-dan-pegiat-lingkungan-deklarasikan-sikap-bersama-jaga-hutan-jabar-di-lembang\/","title":{"rendered":"\u200ePers dan Pegiat Lingkungan Deklarasikan Sikap Bersama Jaga Hutan Jabar di Lembang"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043337-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4333\" srcset=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043337-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043337-300x169.jpg 300w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043337-768x432.jpg 768w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043337-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043337.jpg 1599w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;<strong>Pers dan Masyarakat Jawa Barat Bersatu Tolak Deforestasi di Kawasan Gunung Tangkuban Parahu&#8221;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>\u200e<strong>Bandung Barat, Jawa Barat-enagoNews<\/strong> &#8211; 14 Februari 2026 \u2014 Komitmen menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup di Jawa Barat ditegaskan dalam forum bertajuk \u201cPeran Insan Pers dalam Menjaga Hutan dan Lingkungan Hidup di Jabar Istimewa\u201d yang digelar di Saung Palupuh, Lembah Puspa, kawasan Gunung Tangkuban Parahu, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (14\/2\/2026).<br>\u200eKegiatan yang berlangsung di kawasan strategis penyangga ekosistem Bandung Raya itu menghadirkan unsur pemerintah daerah, pengelola kehutanan, komunitas lingkungan, tokoh budaya, hingga insan pers. Forum ini menjadi ruang kolaborasi multipihak untuk memperkuat peran media dalam mendukung pelestarian lingkungan di Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043336-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4334\" srcset=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043336-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043336-300x169.jpg 300w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043336-768x432.jpg 768w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043336-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043336.jpg 1599w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>\u200eKepala Desa Cikole, Drs. H. Tajudin, menyampaikan bahwa Cikole dan Lembang memiliki fungsi vital sebagai daerah resapan air dan benteng ekologis bagi wilayah Bandung Raya. Karena itu, ia menilai keterlibatan media sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.<br>\u200e\u201cPers memiliki kekuatan membentuk opini dan kesadaran publik. Ketika isu lingkungan terus digaungkan secara konsisten dan berbasis data, maka dampaknya akan sangat besar bagi keberlanjutan kawasan ini,\u201d ujarnya.<br>\u200eDiskusi yang dipandu Teh Evi dari PRFM dan dimoderatori Umar Komarudin tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai unsur. Aceng Syamsul H menyoroti pentingnya komunikasi publik dalam membangun budaya sadar lingkungan. Ketua Umum RBNI, P.A. Rangkuti, menekankan perlunya sinergi lintas sektor untuk memastikan keberlanjutan hutan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043334-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4335\" srcset=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043334-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043334-300x169.jpg 300w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043334-768x432.jpg 768w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043334-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043334.jpg 1599w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>\u200ePerwakilan Perhutani Regional Jawa Barat dan Banten memaparkan langkah pengelolaan hutan berkelanjutan serta pentingnya pengawasan bersama. Sementara itu, Yudha Suswardhanto selaku Kepala Divisi Regional Jawa Barat dan Banten menegaskan penguatan tata kelola lingkungan harus berbasis kolaborasi multipihak.<br>\u200eKetua Umum Jurnalis Media Indonesia (JMI), Ngadi Utomo, menyatakan pers memiliki fungsi strategis sebagai kontrol sosial sekaligus edukator masyarakat. Menurutnya, jurnalisme lingkungan tidak boleh berhenti pada pemberitaan seremonial, tetapi harus konsisten mengawal isu-isu krusial seperti deforestasi, alih fungsi lahan, dan kebijakan kehutanan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"576\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043333-576x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4336\" srcset=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043333-576x1024.jpg 576w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043333-169x300.jpg 169w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043333-768x1366.jpg 768w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043333-864x1536.jpg 864w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043333.jpg 899w\" sizes=\"auto, (max-width: 576px) 100vw, 576px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>\u200eHal senada disampaikan Juson Simbolon, aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) sekaligus pimpinan media abarin.id. Ia menegaskan pentingnya keberanian media dalam mengangkat fakta kerusakan lingkungan secara objektif dan berimbang.<br>\u200eDeklarasi Pernyataan Sikap Bersama<br>\u200eForum tersebut juga menghasilkan Pernyataan Sikap Bersama Insan Pers Nasional dan Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup Hijau Terjaga Jawa Barat (PENAMAS PELDUJA).<br>\u200eDalam deklarasi yang dibacakan di Lembah Puspa, para peserta menegaskan bahwa menjaga hutan merupakan \u201charga mati\u201d demi keberlangsungan hidup generasi kini dan mendatang. Hutan disebut bukan sekadar kumpulan pepohonan, melainkan penopang kehidupan yang menyediakan oksigen, air bersih, serta habitat keanekaragaman hayati.<br>\u200eAdapun sejumlah poin sikap yang disampaikan antara lain:<br>\u200eMenolak segala bentuk deforestasi dan konversi hutan alam yang merusak ekosistem serta mengabaikan hak masyarakat adat.<br>\u200eMendorong penegakan hukum tegas terhadap pelaku perusakan dan pembakaran hutan.<br>\u200eMendukung pengembangan ekonomi berkelanjutan berbasis kehutanan tanpa merusak ekosistem, termasuk penerapan metode Integrated Farming Forest System.<br>\u200eMenegaskan perlindungan hak-hak masyarakat adat dan lokal sebagai penjaga hutan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"771\" src=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043529-1024x771.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4340\" srcset=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043529-1024x771.jpg 1024w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043529-300x226.jpg 300w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043529-768x578.jpg 768w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043529-1536x1156.jpg 1536w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1000043529.jpg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>\u200eMendesak aparat penegak hukum di Jawa Barat untuk menindak tegas tindak pidana perusakan lingkungan.<br>\u200eInisiator kegiatan, Martika Edison selaku Ketua Sekolah Alam Budaya Gunung Tangkubanparahu, menekankan pentingnya persatuan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga hutan di Jawa Barat.<br>\u200e\u201cSaat ini kita harus bersatu menjaga hutan dan lingkungan hidup, khususnya di Jabar Istimewa dan umumnya di seluruh Indonesia. Ini komitmen bersama,\u201d ujarnya.<br>\u200eKegiatan ditutup dengan seruan agar media terus konsisten mengangkat isu lingkungan secara konstruktif, solutif, dan berpihak pada kelestarian alam. Para peserta berharap forum serupa dapat digelar secara berkelanjutan guna memastikan pelestarian hutan tetap menjadi agenda kolektif lintas sektor di Jawa Barat. <strong>(Red)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Pers dan Masyarakat Jawa Barat Bersatu Tolak Deforestasi di Kawasan Gunung Tangkuban Parahu&#8221; \u200eBandung Barat, Jawa Barat-enagoNews &#8211; 14 Februari 2026 \u2014 Komitmen menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup di Jawa Barat ditegaskan dalam forum bertajuk \u201cPeran Insan Pers dalam Menjaga Hutan dan Lingkungan Hidup di Jabar Istimewa\u201d yang digelar di Saung Palupuh, Lembah Puspa, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4337,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[560,397,399,401,403],"tags":[],"class_list":["post-4330","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-daerah","category-berita-nasional","category-headlines","category-pendidikan","category-sosial-budaya"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4330","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4330"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4330\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4337"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4330"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4330"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4330"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}