{"id":3107,"date":"2026-01-05T14:09:30","date_gmt":"2026-01-05T05:09:30","guid":{"rendered":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/?p=3107"},"modified":"2026-01-05T14:09:30","modified_gmt":"2026-01-05T05:09:30","slug":"harga-telur-di-nabire-masih-tinggi-dinas-ketahanan-pangan-siapkan-langkah-stabilisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/harga-telur-di-nabire-masih-tinggi-dinas-ketahanan-pangan-siapkan-langkah-stabilisasi\/","title":{"rendered":"Harga Telur di Nabire Masih Tinggi, Dinas Ketahanan Pangan Siapkan Langkah Stabilisasi"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"470\" src=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1000027522-1024x470.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3110\" srcset=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1000027522-1024x470.jpg 1024w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1000027522-300x138.jpg 300w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1000027522-768x352.jpg 768w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1000027522.jpg 1448w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Nabire, Papua Tengah \u2013 enagoNews<\/strong>&#8211; Memasuki awal tahun 2026, harga telur ayam ras di Kabupaten Nabire masih mengalami kenaikan akibat keterbatasan produksi, baik dari peternak lokal maupun pasokan dari luar daerah. Kondisi ini berdampak langsung pada ketersediaan dan daya beli masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Viktor Yasor Sawo, menjelaskan bahwa sejak Januari 2026 sejumlah komoditas pangan strategis masih berada dalam kondisi terbatas, salah satunya telur ayam ras. Penurunan produksi menjadi faktor utama yang memicu kelangkaan dan kenaikan harga di pasaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cProduksi telur ayam ras saat ini memang menurun. Baik produksi lokal di Nabire maupun pasokan dari luar daerah seperti Surabaya juga mengalami penurunan. Hal ini otomatis berdampak pada harga di tingkat pedagang,\u201d ujar Viktor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menyebutkan, di sejumlah kios dan toko, harga telur ayam ras saat ini berkisar antara Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per rak, tergantung pada kualitas atau grade telur. Telur grade A bahkan terbilang sangat terbatas di pasaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, kondisi ini memaksa masyarakat untuk mulai melakukan penyesuaian konsumsi. Dinas Ketahanan Pangan mendorong adanya substitusi sumber protein, terutama bagi kebutuhan rumah tangga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cUntuk konsumsi harian, masyarakat bisa mengganti protein dari telur dengan sumber protein lain seperti tahu dan tempe. Namun untuk kebutuhan tertentu, seperti pembuatan kue, telur tetap dibutuhkan sehingga harus menyesuaikan dengan ketersediaan yang ada,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"626\" src=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/wp\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1000027523-1024x626.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3111\" srcset=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1000027523-1024x626.jpg 1024w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1000027523-300x183.jpg 300w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1000027523-768x470.jpg 768w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/1000027523.jpg 1472w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam rangka menjaga stabilitas stok dan harga, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire terus melakukan pemantauan intensif terhadap pelaku usaha pangan, khususnya peternak ayam petelur lokal. Pemantauan dilakukan bersama instansi teknis terkait, terutama Dinas Peternakan, guna mendorong peningkatan produksi telur lokal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, pemantauan juga dilakukan terhadap pedagang dan pemasok telur di pasar-pasar sentral seperti Pasar Kalibobo, serta sejumlah toko yang mendatangkan telur langsung dari luar daerah, termasuk dari Pulau Jawa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKami tetap berkoordinasi dengan para pelaku usaha pemasok telur dari luar Nabire agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, meskipun dalam kondisi produksi yang menurun,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk tahun 2026, Dinas Ketahanan Pangan juga telah menyiapkan langkah konkret berupa pendampingan dan penguatan modal bagi salah satu peternak ayam petelur di Kampung Wanggar Makmur, Karadiri II. Peternak tersebut dinilai memiliki potensi produksi cukup besar dan menjadi salah satu penyangga telur lokal di Nabire.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKami akan memberikan penguatan modal serta dukungan fasilitas distribusi. Tujuannya agar ketika produksi meningkat, hasilnya dapat langsung dipasarkan, dan ketika produksi menurun, peternak masih bisa menjaga ketersediaan dengan mendatangkan telur dari luar,\u201d jelas Viktor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah ini, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah, khususnya pada komoditas pangan strategis seperti telur ayam ras.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terkait keluhan peternak Orang Asli Papua (OAP) di Desa Kimi yang masih kekurangan modal untuk meningkatkan produksi, Viktor berharap adanya perhatian serius dari Dinas Peternakan. Menurutnya, penguatan sarana dan prasarana, pengadaan bibit ayam petelur (DOC), pakan, serta obat-obatan ternak sangat dibutuhkan agar kandang yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKami berharap dukungan dari dana Otsus dapat diarahkan untuk memberdayakan peternak ayam petelur OAP. Jika produksi lokal bisa ditingkatkan, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menegaskan, tingginya biaya transportasi dari luar daerah turut memperberat harga telur di Nabire. Oleh karena itu, peningkatan produksi lokal menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan di daerah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDinas Ketahanan Pangan akan terus mengoordinasikan seluruh instansi teknis terkait agar bersama-sama meningkatkan produksi pangan, khususnya telur, demi memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Nabire,\u201d tutupnya. (MUS)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nabire, Papua Tengah \u2013 enagoNews&#8211; Memasuki awal tahun 2026, harga telur ayam ras di Kabupaten Nabire masih mengalami kenaikan akibat keterbatasan produksi, baik dari peternak lokal maupun pasokan dari luar daerah. Kondisi ini berdampak langsung pada ketersediaan dan daya beli masyarakat. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Viktor Yasor Sawo, menjelaskan bahwa sejak Januari 2026 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3111,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[560,396,398,399,403],"tags":[],"class_list":["post-3107","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-daerah","category-berita-nabire","category-berita-papua-tengah","category-headlines","category-sosial-budaya"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3107","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3107"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3107\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3111"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3107"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3107"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3107"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}