{"id":2926,"date":"2025-12-26T15:27:00","date_gmt":"2025-12-26T06:27:00","guid":{"rendered":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/?p=2926"},"modified":"2025-12-26T15:27:00","modified_gmt":"2025-12-26T06:27:00","slug":"menjangkau-ujung-negeri-perjuangan-kapal-perintis-untuk-jita-teluk-umar-yaur-dan-wapoga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/menjangkau-ujung-negeri-perjuangan-kapal-perintis-untuk-jita-teluk-umar-yaur-dan-wapoga\/","title":{"rendered":"Menjangkau Ujung Negeri: Perjuangan Kapal Perintis untuk Jita, Teluk Umar, Yaur, dan Wapoga"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>John Gobai : Pendekatan Pemerintah Harus Ditunjangi 3 Alat Transfortasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"880\" height=\"612\" src=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/1000026029.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2929\" srcset=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/1000026029.jpg 880w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/1000026029-300x209.jpg 300w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/1000026029-768x534.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 880px) 100vw, 880px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br><br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Nabire, Papua Tengah &#8211; enagoNews<\/strong> &#8211; Di pesisir sunyi Papua Tengah, ada wilayah-wilayah yang selama puluhan tahun seolah luput dari sentuhan negara. Jita, Teluk Umar, Yaur, dan Wapoga\u2014nama-nama distrik yang terletak di perbatasan kabupaten\u2014menjadi saksi bagaimana jarak, laut, dan sungai membentuk tantangan besar bagi pelayanan pemerintahan dan kehidupan masyarakat Jita berada di batas Kabupaten Mimika dan Asmat. Teluk Umar dan Yaur terletak di perbatasan Kabupaten Nabire dan Teluk Wondama. Sementara Wapoga merupakan wilayah unik yang namanya tercatat di dua kabupaten sekaligus: Waropen dan Nabire. Keempat daerah ini berada di wilayah pesisir, sebagian hanya dapat dijangkau melalui laut, dan khusus Jita harus ditembus melalui sungai.<br>Wakil Ketua IV DPR Provinsi Papua Tengah, John N. R. Gobai, menyebut bahwa selama puluhan tahun wilayah-wilayah ini nyaris tak pernah disinggahi kapal perintis.<br>&#8220;Saya sungguh merasa prihatin, karena saya cukup mengetahui kebutuhan masyarakat di sana,\u201d ujarnya.<br>Padahal, bagi masyarakat pesisir dan sungai, kapal bukan sekadar alat transportasi. Kapal adalah urat nadi kehidupan\u2014penghubung antara kampung dan kota, antara pelayanan negara dan warga yang dilayani.<br>Wapoga pernah merasakan denyut itu. Dahulu distrik ini dilayani kapal perintis, namun pelayanan tersebut terhenti cukup lama. Upaya pun dilakukan. Melalui dorongan dan perjuangan panjang, sejak awal tahun 2024 kapal perintis kembali singgah di Wapoga. Hasilnya langsung terasa: akses terbuka, mobilitas hidup kembali.<br>\u201cMenurut saya, mendekatkan pelayanan pemerintahan harus ditunjang oleh sarana transportasi udara, laut, dan darat serta komunikasi. Tanpa itu, pelayanan tidak akan maksimal,\u201d tegas Gobai.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"992\" height=\"616\" src=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/1000026022.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2930\" srcset=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/1000026022.jpg 992w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/1000026022-300x186.jpg 300w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/1000026022-768x477.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 992px) 100vw, 992px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Perjuangan tersebut kini mulai membuahkan hasil nyata. Sejak awal 2024, kapal perintis telah melayani wilayah Wapoga, Teluk Umar, dan Yaur, dan berjalan dengan baik hingga hari ini. Pada tahun 2025, rute pelayanan kembali diperluas. Dari Nabire, kapal akan berlayar menuju Yaur, Teluk Umar, Weinami\u2013Napan, dan Wapoga. Tidak hanya satu arah, tetapi juga membuka rute pulang-pergi kampung\u2013kota.<br>Pelayanan ini dilaksanakan oleh Kapal Perintis Sanus 63 dan Sanus 58. Bahkan pada tahun 2026, trayek tersebut akan dilanjutkan dengan penambahan rute menuju Pulau Moor dan Mambor di Nabire.<br>Sementara itu, kisah Jita memiliki tantangan tersendiri. Perjuangan menghadirkan kapal perintis ke distrik ini berawal dari protes terhadap PT Freeport Indonesia terkait pendangkalan sungai\u2014jalur transportasi utama masyarakat di wilayah timur Mimika.<br>&#8220;Saya berpikir, kalau hanya memprotes tanpa memberi solusi, itu kurang baik,\u201d kata Gobai. Dari pemikiran itu lahir tekad untuk memperjuangkan kapal perintis agar dapat singgah di Pelabuhan Sipu-sipu, Distrik Jita.<br>Pelayanan kapal perintis untuk Jita dijadwalkan mulai berjalan pada tahun 2025 dan berlanjut hingga 2026 dengan rute Agats \u2013 Sipu-sipu\/Jita \u2013 Pomako \u2013 Sipu-sipu\/Jita \u2013 Agats, menggunakan Kapal Perintis Sanus. Namun, Gobai menegaskan bahwa pendangkalan sungai tetap harus menjadi tanggung jawab Freeport untuk dikeruk.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"808\" height=\"612\" src=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/wp\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/1000024963-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2931\" srcset=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/1000024963-1.jpg 808w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/1000024963-1-300x227.jpg 300w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/1000024963-1-768x582.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 808px) 100vw, 808px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em><strong>Wakil Ketua IV DPRP-PT john N.R.Gobai saat Kunker di Distrik Yaur<\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Harapannya sederhana namun mendasar: dengan terbukanya trayek perintis, guru dapat tinggal dan mengajar, tenaga kesehatan bisa melayani, staf distrik hadir menjalankan pemerintahan, dan program-program negara benar-benar sampai ke masyarakat.<br>Lebih dari itu, masyarakat dapat membawa hasil bumi ke kota untuk dijual, lalu kembali ke kampung dengan bekal kehidupan\u2014menggunakan kapal yang sama, sebagai siklus ekonomi yang hidup.<br>Sebagai pimpinan DPR Papua Tengah yang selama ini konsisten memperjuangkan pelayanan kapal perintis di wilayah utara dan selatan Papua Tengah, John Gobai menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Perhubungan RI, Dirjen Perhubungan Laut, jajaran Direktorat Angkutan Laut, serta Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua.<br>Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada para kepala distrik dan masyarakat Jita, Yaur, Teluk Umar, serta Wapoga\u2014mereka yang selama ini bertahan di garis terluar negeri.<br>Karena bagi Papua, menghadirkan kapal perintis bukan sekadar membuka rute pelayaran, tetapi membuka harapan. (Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>John Gobai : Pendekatan Pemerintah Harus Ditunjangi 3 Alat Transfortasi Nabire, Papua Tengah &#8211; enagoNews &#8211; Di pesisir sunyi Papua Tengah, ada wilayah-wilayah yang selama puluhan tahun seolah luput dari sentuhan negara. Jita, Teluk Umar, Yaur, dan Wapoga\u2014nama-nama distrik yang terletak di perbatasan kabupaten\u2014menjadi saksi bagaimana jarak, laut, dan sungai membentuk tantangan besar bagi pelayanan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2930,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[560,396,397,398,399,401,402,403],"tags":[],"class_list":["post-2926","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-daerah","category-berita-nabire","category-berita-nasional","category-berita-papua-tengah","category-headlines","category-pendidikan","category-politik","category-sosial-budaya"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2926","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2926"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2926\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2930"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2926"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2926"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2926"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}