{"id":17481,"date":"2026-10-08T16:34:14","date_gmt":"2026-10-08T07:34:14","guid":{"rendered":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/?p=17481"},"modified":"2026-10-08T16:37:34","modified_gmt":"2026-10-08T07:37:34","slug":"karhutla-ancam-pasokan-lokal-dapur-sppg-kalisusu-001-tetap-jaga-mutu-gizi-di-tengah-lonjakan-harga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/karhutla-ancam-pasokan-lokal-dapur-sppg-kalisusu-001-tetap-jaga-mutu-gizi-di-tengah-lonjakan-harga\/","title":{"rendered":"Karhutla Ancam Pasokan Lokal, Dapur SPPG Kalisusu 001 Tetap Jaga Mutu Gizi di Tengah Lonjakan Harga"},"content":{"rendered":"<?xml encoding=\"utf-8\" ?><p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info<\/strong> &ndash; Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Oyehe terus berupaya memperkuat sinergi dengan petani, peternak, dan nelayan lokal guna memenuhi kebutuhan bahan pangan dapur SPPG dari hasil produksi masyarakat Kabupaten Nabire. Langkah strategis ini menjangkau 2.153 penerima manfaat dari 11 sekolah di Kota Nabire melalui pasokan Dapur SPPG 001 Kalisusu, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, upaya pemberdayaan produsen lokal ini kini menghadapi ujian berat di lapangan. Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melahirkan musim panas berkepanjangan membuat para petani dan peternak lokal sangat terdampak. Komoditas penting seperti sayur-mayur, buah-buahan, hingga telur lokal menjadi sangat langka. Akibat kekeringan ekstrem ini, buah seperti semangka dan melon menjadi sangat susah didapatkan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1280\" height=\"554\" src=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/whatsapp-image-2026-10-08-at-14.03.06-edited.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-17486\" srcset=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/whatsapp-image-2026-10-08-at-14.03.06-edited.jpeg 1280w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/whatsapp-image-2026-10-08-at-14.03.06-edited-600x260.jpeg 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px\"><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dampaknya, pihak Dapur SPPG terpaksa harus memesan pasokan tambahan dari luar Nabire untuk menutupi kekurangan. Kendati demikian, Dapur SPPG Kalisusu 001 tetap berkomitmen menyesuaikan menu harian agar seluruh penerima manfaat tetap mendapatkan hak gizi mereka tanpa kompromi. Tidak ada pilihan lain selain membeli dari para penjual lokal meskipun harga yang dipatok melambung tinggi demi menjaga kelangsungan pasokan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menariknya, di tengah keterbatasan tersebut, para pengelola mencatat bahwa peminat telur lokal jauh lebih tinggi dibandingkan telur yang didatangkan dari Surabaya, sehingga pemberdayaan peternak lokal sebenarnya memiliki potensi pasar yang sangat besar jika dikelola dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain faktor cuaca, kendala pengorganisasian juga masih menjadi batu sandungan karena sebagian besar petani dan peternak lokal masih bergerak secara mandiri atau individu, sehingga proses pencarian dan pengadaan bahan baku dalam skala besar menjadi tidak mudah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Koordinator SPPG Kecamatan Oyehe, Yameth Pahabol, S.IP., mengungkapkan bahwa pihaknya kerap harus mendatangi produsen satu persatu untuk mencukupi kebutuhan komoditas harian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8203;&ldquo;Kalau kami membutuhkan sayur, pengadaannya masih satu per satu. Ada yang hanya memiliki lima atau sepuluh ikat, sementara kebutuhan kami bisa lebih banyak,&rdquo; ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persoalan ini diperparah dengan ketiadaan wadah atau kelompok yang solid untuk menjembatani hasil kebun dengan pasar institusional. Menanggapi tantangan tersebut, SPPG Oyehe secara aktif mendorong pembentukan kelompok tani, peternak, dan nelayan agar kapasitas dan lokasi produksi lebih mudah dikoordinasikan. Gagasan ini sebelumnya juga telah disuarakan dalam pertemuan dengan pihak DPRD Kabupaten agar segera mendapat perhatian serius dari pemangku kepentingan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8203;&ldquo;Kami sudah pernah menyuarakan supaya para petani ini dibuat dalam bentuk kelompok. Kelompok-kelompok tani, kelompok peternak, atau mungkin kelompok nelayan. Supaya ketika kami turun, kami tidak perlu jalan mencari satu-satu lagi,&rdquo; tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8203;Peran aktif Pemerintah Kabupaten Nabire kini sangat dinantikan dan krusial. Sinergi antara kebijakan pemerintah dengan program Dapur SPPG atau Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan menyukseskan penyediaan gizi anak sekolah semata, melainkan menjadi roda penggerak utama perputaran ekonomi UMKM lokal agar tetap berjalan sebagaimana mestinya di Kabupaten Nabire. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info &ndash; Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Oyehe terus berupaya memperkuat sinergi dengan petani, peternak, dan nelayan lokal guna memenuhi kebutuhan bahan pangan dapur SPPG dari hasil produksi masyarakat Kabupaten Nabire. Langkah strategis ini menjangkau 2.153 penerima manfaat dari 11 sekolah di Kota Nabire melalui pasokan Dapur SPPG 001 Kalisusu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":17461,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","wpai_generated_summary":"","wpai_meta_description":"","footnotes":""},"categories":[560,565,396,398,569,403],"tags":[1344,1660,1325,1602,2067,1102,2069,2070,2068,2071],"class_list":["post-17481","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-daerah","category-berita-ekonomi","category-berita-nabire","category-berita-papua-tengah","category-berita-pemerintahan","category-berita-sosial","tag-ekonomilokal","tag-karhutlanabire","tag-ketahananpangan","tag-makanbergizigratis","tag-mbgnabire","tag-papuatengah","tag-petaninabire","tag-peternaknabire","tag-sppgkalisusu001","tag-sppgnabire"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17481","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17481"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17481\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17487,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17481\/revisions\/17487"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17461"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17481"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17481"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17481"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}