{"id":17207,"date":"2026-09-29T16:12:21","date_gmt":"2026-09-29T07:12:21","guid":{"rendered":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/?p=17207"},"modified":"2026-09-30T11:45:39","modified_gmt":"2026-09-30T02:45:39","slug":"stunting-dan-kemiskinan-ekstrem-jadi-fokus-papua-tengah-8-kabupaten-diminta-bergerak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/stunting-dan-kemiskinan-ekstrem-jadi-fokus-papua-tengah-8-kabupaten-diminta-bergerak\/","title":{"rendered":"Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Jadi Fokus Papua Tengah, 8 Kabupaten Diminta Bergerak"},"content":{"rendered":"<?xml encoding=\"utf-8\" ?><p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Nabire, Papua Tengah | News.papuatengah.info<\/strong> &ndash; Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendorong penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan angka stunting di delapan kabupaten. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Strategi Penguatan Intervensi Kesehatan dan Sinergi Lintas Sektor dalam Percepatan Penurunan Stunting serta Integrasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Provinsi Papua Tengah Tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah Eliezer Yogi mengatakan hal tersebut saat ditemui usai mengikuti kegiatan Rakor Strategi Penguatan Intervensi Kesehatan dan Sinergi Lintas Sektor dalam Percepatan Penurunan Stunting serta Integrasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 di Aula Gedung RRI Nabire, Selasa (29\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"899\" height=\"649\" src=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/kolase-1.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-17213\" srcset=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/kolase-1.jpeg 899w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/kolase-1-600x433.jpeg 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 899px) 100vw, 899px\"><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, pemerintah provinsi perlu memastikan program yang dijalankan di daerah berjalan terarah dan mampu menjawab persoalan stunting yang masih menjadi perhatian serius di Papua Tengah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&ldquo;Melalui kegiatan ini, harapannya kita bisa menghasilkan satu kesepakatan atau rencana tindak lanjut yang disepakati bersama. Ada program dan kegiatan yang bisa dilaksanakan, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, dalam rangka menurunkan angka stunting,&rdquo; katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seluruh delapan kabupaten di Papua Tengah menjadi fokus penanganan stunting. Namun, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah provinsi, wilayah pegunungan, termasuk Kabupaten Puncak, masih menghadapi angka stunting yang relatif tinggi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi tersebut juga dipengaruhi persoalan akses dan karakteristik wilayah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penanganan stunting juga tidak dapat dipisahkan dari persoalan kemiskinan ekstrem. Karena itu, diperlukan program yang saling terintegrasi dan tidak tumpang tindih antar-OPD maupun pemerintah daerah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah provinsi juga telah menjalankan Program Bangkit Papua Tengah yang menyasar anak usia 0&ndash;4 tahun dan ibu hamil sebagai salah satu kebijakan dalam mendukung upaya penurunan stunting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&ldquo;Harapan kami dengan adanya koordinasi, kolaborasi, dan pembinaan kepada kabupaten, secara bertahap angka stunting yang tinggi ini bisa menurun,&rdquo; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala Bapperida Papua Tengah berharap hasil rakor dapat ditindaklanjuti pemerintah provinsi dan kabupaten melalui program yang tepat sasaran, terutama dalam penyusunan APBD Perubahan 2026 dan APBD 2027. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan sinergi antarpemerintah dan lintas sektor, upaya penurunan stunting serta kemiskinan ekstrem di Papua Tengah diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan dampak bagi masyarakat. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nabire, Papua Tengah | News.papuatengah.info &ndash; Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendorong penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan angka stunting di delapan kabupaten. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Strategi Penguatan Intervensi Kesehatan dan Sinergi Lintas Sektor dalam Percepatan Penurunan Stunting serta Integrasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Provinsi Papua Tengah Tahun 2026. Kepala [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17210,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","wpai_generated_summary":"","wpai_meta_description":"","footnotes":""},"categories":[568,396,398,403,1162],"tags":[1568,1942,820,1102,1298,1945,1947,1943,1944],"class_list":["post-17207","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-kesehatan","category-berita-nabire","category-berita-papua-tengah","category-berita-sosial","category-pemprov-papua-tengah","tag-bapperida","tag-kemiskinanekstrem","tag-nabire","tag-papuatengah","tag-pemprovpapuatengah","tag-penurunanstunting","tag-programbangkitpapuatengah","tag-stunting","tag-stuntingpapuatengah"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17207","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17207"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17207\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17227,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17207\/revisions\/17227"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17210"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17207"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17207"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17207"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}