{"id":16319,"date":"2026-09-14T13:37:02","date_gmt":"2026-09-14T04:37:02","guid":{"rendered":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/?p=16319"},"modified":"2026-09-14T14:52:36","modified_gmt":"2026-09-14T05:52:36","slug":"dekat-titik-hotspot-kabut-asap-ganggu-aktivitas-belajar-di-sdn-inpres-02-kalisemen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/dekat-titik-hotspot-kabut-asap-ganggu-aktivitas-belajar-di-sdn-inpres-02-kalisemen\/","title":{"rendered":"Dekat Hotspot Karhutla, Kabut Asap Tebal Ganggu Aktivitas Belajar Siswa SDN Inpres 02 Kalisemen"},"content":{"rendered":"<?xml encoding=\"utf-8\" ?><p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info <\/strong>&ndash; Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu aktivitas belajar-mengajar di SDN Inpres 02 Kalisemen, Distrik Nabire Barat, Papua Tengah. Sekolah yang berada dekat dengan sejumlah titik hotspot membuat asap cukup tebal menyelimuti lingkungan sekolah, sehingga siswa dan tenaga pendidik harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang tidak nyaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala SDN Inpres 02 Kalisemen, <strong>Isuryadi, S.Pd.SD.<\/strong>, mengatakan kondisi asap yang semakin banyak di sekitar sekolah sangat memengaruhi proses pembelajaran. Selain membuat siswa tidak nyaman, asap juga mengganggu pernapasan sehingga aktivitas di luar ruangan, termasuk saat jam istirahat, harus dibatasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&ldquo;Dampak asap ini sangat memengaruhi proses kegiatan belajar-mengajar. Anak-anak merasa tidak nyaman dengan kondisi asap yang semakin banyak dan mengganggu pernapasan. Mereka harus menggunakan masker dan tidak bisa bermain di luar,&rdquo; ujarnya<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"622\" height=\"589\" data-id=\"16331\" src=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Screenshot-2026-09-14-132124.png\" alt=\"Screenshot 2026 09 14 132124\" class=\"wp-image-16331\" srcset=\"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Screenshot-2026-09-14-132124.png 622w, https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Screenshot-2026-09-14-132124-600x568.png 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 622px) 100vw, 622px\"><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Isuryadi, kondisi kabut asap juga memaksa sekolah mengurangi jam belajar. Jika biasanya siswa mengikuti pembelajaran hingga sekitar pukul 12.00 WIT, dalam kondisi asap yang semakin buruk siswa dapat dipulangkan sekitar pukul 11.00 WIT. Pengurangan waktu belajar tersebut membuat penyampaian materi pelajaran menjadi tidak maksimal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelumnya, penyesuaian waktu belajar juga dilakukan berdasarkan edaran Dinas Pendidikan dengan pengurangan sekitar 10 menit setiap jam. Kondisi sempat membaik setelah hujan turun, namun kembali memburuk ketika kabut asap meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk melindungi siswa dari paparan asap, pihak sekolah terus mengimbau penggunaan masker dan menyampaikan pesan kepada orang tua melalui grup kelas. Namun, hingga saat ini belum ada bantuan masker dari pemerintah maupun instansi terkait. Kebutuhan masker masih mengandalkan siswa dan orang tua masing-masing.<\/p>\n\n\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain dampak kabut asap, Isuryadi juga menyinggung kondisi sarana dan prasarana sekolah. Terdapat ruang kelas yang mengalami kebakaran dan hingga kini belum mendapat perhatian atau penanganan dari instansi terkait. Akibatnya, beberapa kelas masih menggunakan ruang belajar sementara agar kegiatan belajar-mengajar tetap dapat berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Isuryadi berharap pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah segera memberikan perhatian terhadap kondisi SDN Inpres 02 Kalisemen, baik dalam menghadapi dampak kabut asap maupun penanganan ruang kelas yang terbakar. Ia juga berharap adanya bantuan masker bagi siswa serta kebijakan yang dapat memastikan kegiatan belajar tetap berjalan tanpa mengabaikan kesehatan dan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&ldquo;Kami berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap sekolah-sekolah yang terdampak. Kami ingin kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan, tetapi kesehatan dan keselamatan anak-anak juga harus menjadi perhatian,&rdquo; pungkasnya. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NABIRE, Papua Tengah | News.papuatengah.info &ndash; Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu aktivitas belajar-mengajar di SDN Inpres 02 Kalisemen, Distrik Nabire Barat, Papua Tengah. Sekolah yang berada dekat dengan sejumlah titik hotspot membuat asap cukup tebal menyelimuti lingkungan sekolah, sehingga siswa dan tenaga pendidik harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16322,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","wpai_generated_summary":"","wpai_meta_description":"","footnotes":""},"categories":[396,398,401],"tags":[1050,1540,1537,1538,1539,1011,1536,869,902,820,772,1391,1533,1534,1535],"class_list":["post-16319","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nabire","category-berita-papua-tengah","category-berita-pendidikan","tag-bpbd-papua-tengah","tag-dinaspendidikan","tag-dinassosial","tag-dinkes","tag-dinsospapuatengah","tag-hotspot","tag-kabut-asap-nabire","tag-karhutla","tag-kebakaran-hutan","tag-nabire","tag-papua-tengah","tag-pendidikan","tag-sdn-inpres-02-kalisemen","tag-sekolah","tag-siswa"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16319","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16319"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16319\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16333,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16319\/revisions\/16333"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16322"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16319"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16319"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.papuatengah.info\/cm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16319"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}